Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Tak Terima Hubungan Asmara Berakhir, Pria di Kalimantan Barat Diduga Habisi Nyawa Mantan Kekasih

Tak Terima Hubungan Asmara Berakhir, Pria di Kalimantan Barat Diduga Habisi Nyawa Mantan Kekasih

  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tak Terima Hubungan Asmara Berakhir, Pria di Kalimantan Barat Diduga Habisi Nyawa Mantan Kekasih

Kasus pembunuhan yang diduga dipicu persoalan asmara mengguncang Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Seorang pria berinisial Y (28) ditangkap aparat kepolisian setelah diduga menghabisi nyawa mantan kekasihnya, TD (26), karena tidak menerima hubungan asmara mereka berakhir. Peristiwa tragis tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah jasad korban ditemukan terkubur di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Manis Mata.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku dan korban sempat bertemu pada Kamis pagi untuk membicarakan kelanjutan hubungan mereka. Dalam pertemuan tersebut, korban tetap pada keputusannya untuk mengakhiri hubungan asmara. Keputusan tersebut diduga membuat pelaku merasa kecewa dan menyimpan rasa sakit hati sehingga emosinya tidak dapat dikendalikan.

Setelah pertemuan pertama berakhir, korban melanjutkan aktivitasnya bekerja di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit. Namun beberapa jam kemudian, pelaku kembali mendatangi lokasi tempat korban bekerja dan mengajaknya menuju area perkebunan dengan alasan ingin berbicara kembali mengenai hubungan mereka. Di lokasi yang jauh dari permukiman itulah keduanya kembali terlibat pertengkaran yang berujung pada dugaan tindak kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Untuk menghilangkan jejak kejahatan, pelaku diduga memindahkan jasad korban ke lokasi lain sebelum akhirnya menguburkannya di area kebun sawit. Tidak hanya itu, sepeda motor milik korban juga dibuang ke dalam parit dan ditutupi pelepah sawit agar tidak mudah ditemukan. Upaya tersebut dilakukan agar keberadaan korban tidak segera diketahui oleh keluarga maupun aparat kepolisian.

Kasus ini mulai terungkap setelah keluarga korban melaporkan bahwa korban tidak kunjung pulang setelah selesai bekerja. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Manis Mata bersama Polres Ketapang melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi, menelusuri jejak komunikasi korban, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada mantan kekasih korban yang akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan.

Dalam pemeriksaan, pelaku diduga mengakui seluruh perbuatannya kepada penyidik. Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, di antaranya tali, karung, pakaian, papan kayu, tas milik korban, serta sepeda motor yang sebelumnya disembunyikan di dalam parit. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Manis Mata menjelaskan bahwa motif sementara pembunuhan dipicu oleh rasa sakit hati karena pelaku tidak dapat menerima keputusan korban yang mengakhiri hubungan asmara mereka. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang turut melatarbelakangi peristiwa tersebut melalui pemeriksaan saksi maupun analisis barang bukti yang telah dikumpulkan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik dalam hubungan pribadi tidak boleh diselesaikan dengan tindakan kekerasan. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar mengedepankan komunikasi yang baik serta mencari penyelesaian melalui jalur yang damai apabila menghadapi persoalan dalam hubungan. Tindakan main hakim sendiri hanya akan menimbulkan kerugian besar, tidak hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga bagi pelaku yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Ketapang dan dijerat dengan pasal-pasal terkait tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada kejaksaan untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Metro Jaya Tingkatkan Patroli Malam, Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan di Jakarta

    Polda Metro Jaya Tingkatkan Patroli Malam, Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Polda Metro Jaya Tingkatkan Patroli Malam, Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan di Jakarta Polda Metro Jaya terus meningkatkan pengamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan mengerahkan personel patroli untuk mencegah aksi begal serta berbagai bentuk kriminalitas jalanan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap […]

  • Jaga Kondusivitas May Day, Polda Kalbar Terapkan Pola Pengamanan Humanis dan Persuasif

    Jaga Kondusivitas May Day, Polda Kalbar Terapkan Pola Pengamanan Humanis dan Persuasif

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 yang jatuh pada Jumat (1/5), Kepolisian Daerah Kalimantan Barat telah menyiapkan strategi pengamanan yang matang dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap terjaga aman serta kondusif, sekaligus menjamin terpenuhinya hak konstitusional […]

  • BPI KPNPA RI Dukung Kejaksaan Agung Bersih-Bersih Internal, Rahmad Sukendar: Jangan Ada Jaksa yang Kebal Hukum

    BPI KPNPA RI Dukung Kejaksaan Agung Bersih-Bersih Internal, Rahmad Sukendar: Jangan Ada Jaksa yang Kebal Hukum

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • visibility 71
    • 0Komentar

        JAKARTA – Langkah tegas Kejaksaan Agung dalam melakukan pembenahan internal dan menindak oknum jaksa yang diduga bermasalah mendapat dukungan penuh dari BPI KPNPA RI. Organisasi yang dikenal aktif mengawal isu pemberantasan korupsi itu menilai pembersihan internal merupakan langkah penting untuk menjaga marwah institusi penegak hukum. Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menegaskan […]

  • Polisi Bongkar Dugaan Sumber Dana Pembelian Sajam dan Bom Molotov Jelang Demo

    Polisi Bongkar Dugaan Sumber Dana Pembelian Sajam dan Bom Molotov Jelang Demo

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Polisi Bongkar Dugaan Sumber Dana Pembelian Sajam dan Bom Molotov Jelang Demo Kepolisian mengungkap perkembangan penyelidikan terkait dugaan persiapan aksi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan menjelang demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, polisi mendalami dugaan aliran dana yang digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan kelompok yang diamankan sebelum aksi berlangsung. Polda Metro Jaya […]

  • 33,2 Juta Keluarga Akan Menerima Bantuan Beras Gratis Selama Tiga Bulan, Penyaluran Dimulai Agustus 2026

    33,2 Juta Keluarga Akan Menerima Bantuan Beras Gratis Selama Tiga Bulan, Penyaluran Dimulai Agustus 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 54
    • 0Komentar

    33,2 Juta Keluarga Akan Menerima Bantuan Beras Gratis Selama Tiga Bulan, Penyaluran Dimulai Agustus 2026 Pemerintah kembali melanjutkan program bantuan pangan berupa beras gratis bagi masyarakat guna menjaga daya beli sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Sebanyak 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima bantuan beras selama tiga bulan dengan total alokasi 30 kilogram untuk […]

  • Dorong Ekonomi Nasional, Bamsoet Tekankan Sinergi LKPP dan Dunia Usaha

    Dorong Ekonomi Nasional, Bamsoet Tekankan Sinergi LKPP dan Dunia Usaha

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • visibility 175
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang Distributor Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO), Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa. Mengingat nilai belanja negara yang mencapai lebih dari Rp1.200 triliun per tahun, hal ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha nasional, termasuk […]

expand_less