Samakan Visi dan Perkuat Kapabilitas, Polda Sumsel Gelar Rakernis Reserse
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Samakan Visi dan Perkuat Kapabilitas, Polda Sumsel Gelar Rakernis Reserse
PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Reserse Gabungan dan Fungsi Reserse Narkoba Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan personel sekaligus menyamakan visi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Rakernis berlangsung di Ballroom Hotel The Zuri Palembang pada Selasa, 8 September 2026. Forum tersebut mempertemukan personel fungsi reserse dari tingkat Polda hingga jajaran polres untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman teknis, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai kendala yang muncul dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Dengan demikian, setiap personel diharapkan memiliki pemahaman yang selaras dalam menjalankan tugas.
Sesi pembukaan Rakernis Reserse Gabungan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumsel. Sejumlah pejabat utama Polda Sumsel turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama personel fungsi reserse dari berbagai wilayah.
Total terdapat 270 personel yang mengikuti rangkaian Rakernis Reserse Gabungan. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain Kasat Reskrim, Kasatresnarkoba, Kasat PPA/PPO, Kasat Tahti, serta perwakilan personel fungsi reserse jajaran Polda Sumsel.
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Reserse. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, penayangan selayang pandang, laporan singkat ketua pelaksana, serta penyematan tanda peserta oleh pimpinan sidang.
Setelah sesi Reserse Gabungan, kegiatan dilanjutkan dengan Rakernis Fungsi Reserse Narkoba. Sesi tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 17.30 WIB dan diikuti sebanyak 185 peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 personel berasal dari Polda Sumsel, 90 personel dari jajaran polres, serta 10 peserta merupakan perwakilan dari instansi terkait. Keterlibatan lintas instansi dinilai penting untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan berbagai persoalan hukum.
Rakernis juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga. Materi yang diberikan mencakup perspektif pengawasan dan penindakan lintas batas, aspek penuntutan, koordinasi dalam sistem peradilan pidana, hingga pentingnya sinergi lintas sektoral.
Dari unsur Bea Cukai, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengawasan dan penindakan lintas batas. Sementara dari unsur kejaksaan, materi diarahkan pada pemahaman mengenai proses penuntutan serta penguatan koordinasi dalam sistem peradilan pidana.
Perspektif dari unsur pemerintahan daerah dan peradilan juga diberikan kepada peserta. Pembekalan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman penyidik mengenai proses penegakan hukum secara menyeluruh, mulai dari tahap penanganan perkara hingga proses di pengadilan.
Selain materi dari narasumber lintas instansi, jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel turut memberikan pembekalan teknis. Materi tersebut disampaikan oleh pejabat yang membidangi pengawasan penyidikan, operasional, serta fungsi teknis lainnya.
Rangkaian pembekalan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Melalui forum tersebut, para peserta dapat menyampaikan persoalan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas sekaligus mencari pemahaman dan solusi yang dapat diterapkan di lapangan.
Rakernis juga diisi dengan penyerahan plakat kepada para narasumber, pembulatan materi, serta arahan penutup. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk menghasilkan kesamaan persepsi dan memperkuat koordinasi antarpersonel maupun antarinstansi.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa peningkatan kemampuan personel dan penguatan sinergi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, berbagai informasi dan kendala di lapangan perlu terus dipetakan agar kebutuhan personel dapat dipenuhi secara tepat.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme penyidik. Penguatan kapabilitas diharapkan dapat mendukung penanganan perkara secara lebih efektif, terukur, profesional, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar