Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Petinggi Polri, Eks Kapolda Sulut Gantikan Fadil Imran
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Petinggi Polri, Eks Kapolda Sulut Gantikan Fadil Imran
JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pergantian tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan dan menjadi bagian dari dinamika organisasi serta penyegaran penugasan.
Upacara sertijab berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 2 September 2026. Dalam agenda tersebut, sejumlah pejabat resmi menempati posisi baru setelah sebelumnya ditetapkan melalui keputusan mutasi dan rotasi yang dikeluarkan pimpinan Polri.
Salah satu pergantian yang menjadi perhatian adalah posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri. Jabatan tersebut sebelumnya diemban Komjen Pol Mohammad Fadil Imran yang memasuki masa pensiun. Posisi itu kemudian diserahkan kepada Irjen Pol Roycke Harry Langie yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
Perpindahan Roycke ke posisi Astamaops juga diikuti dengan kenaikan pangkat. Dari sebelumnya berpangkat inspektur jenderal, Roycke akan menyandang pangkat komisaris jenderal setelah menduduki jabatan strategis tersebut. Pergantian ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Fadil Imran sebagai salah satu pejabat utama di lingkungan Mabes Polri.
Fadil Imran sendiri sebelumnya memiliki pengalaman menduduki sejumlah jabatan penting. Ia pernah dipercaya sebagai Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Timur, serta Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri sebelum kemudian menjabat sebagai Astamaops Kapolri.
Setelah Roycke meninggalkan jabatan Kapolda Sulawesi Utara, posisi tersebut selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Yudo Hermanto. Sebelumnya, Yudo menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri. Dengan penugasan barunya sebagai Kapolda Sulut, Yudo juga akan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal.
Perubahan jabatan tidak berhenti pada posisi Kapolda Sulut. Jabatan Karopaminal Divpropam Polri yang ditinggalkan Yudo kemudian diisi Kombes Pol Hardiono. Pergeseran tersebut menjadi bagian dari rangkaian rotasi yang dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dan pelaksanaan tugas kepolisian.
Selain jajaran tersebut, sertijab juga mencakup sejumlah pejabat strategis lainnya. Di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol Jawari dipercaya menempati posisi Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Kapolri, menggantikan Irjen Pol Anwar yang memasuki masa pensiun.
Posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri juga mengalami pergantian. Jabatan tersebut kini diemban Irjen Pol Ruslan Ependi yang menggantikan Irjen Pol Herry Rudolf Nahak. Pergantian sejumlah pejabat tersebut menunjukkan adanya penataan kembali struktur kepemimpinan di lingkungan Polri.
Di tingkat kewilayahan, pergantian juga terjadi pada sejumlah jabatan Kapolda dan Wakapolda. Salah satunya adalah Brigjen Pol Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau dan kini dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya.
Sementara itu, posisi Wakapolda Riau selanjutnya ditempati Brigjen Pol Simson Zet Ringu. Pergantian juga berlangsung di Polda Gorontalo dengan penunjukan Kombes Pol Dedy Suhartono sebagai Wakapolda. Untuk posisi Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol D.I. Susetio Cahyadi dipercaya mengemban tugas tersebut.
Rangkaian mutasi ini sebelumnya tertuang dalam sejumlah Surat Telegram Kapolri yang mencakup ratusan perwira tinggi dan perwira menengah. Kebijakan tersebut disebut menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta pemenuhan kebutuhan tugas kepolisian di berbagai wilayah.
Kapolri dalam sertijab tersebut menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para pejabat yang memperoleh penugasan baru diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pergantian pejabat juga diharapkan tidak mengganggu keberlangsungan tugas kepolisian. Sebaliknya, pejabat baru dituntut segera memahami kondisi wilayah maupun bidang yang menjadi tanggung jawabnya sehingga program kerja dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan.
Dengan adanya sertijab tersebut, sejumlah posisi strategis di tubuh Polri kini resmi ditempati pejabat baru. Rotasi dan promosi yang dilakukan menjadi bagian dari proses organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus menyesuaikan kebutuhan institusi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar