Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Sahroni Desak Audit Menyeluruh Kebun Binatang Usai Terungkap Dugaan Korupsi Dana Satwa

Sahroni Desak Audit Menyeluruh Kebun Binatang Usai Terungkap Dugaan Korupsi Dana Satwa

  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sahroni Desak Audit Menyeluruh Kebun Binatang Usai Terungkap Dugaan Korupsi Dana Satwa

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap pengelolaan kebun binatang milik pemerintah daerah setelah terungkap dugaan korupsi dana operasional dan pakan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Desakan tersebut muncul menyusul penetapan mantan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara sekitar Rp10,2 miliar.

Menurut Sahroni, dugaan penyalahgunaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan, perawatan, dan kesejahteraan satwa merupakan tindakan yang sangat serius. Ia menilai praktik tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup satwa yang sepenuhnya bergantung pada pengelola kebun binatang. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta mengusut perkara tersebut secara tuntas dan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.

Selain mendorong proses hukum berjalan secara tegas, Sahroni meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan audit terhadap seluruh kebun binatang yang dikelola pemerintah daerah di Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, serta benar-benar digunakan bagi kepentingan konservasi dan kesejahteraan satwa.

Kasus yang menjerat mantan Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya bermula dari hasil penyelidikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terhadap pengelolaan keuangan perusahaan selama periode 2016 hingga 2024. Dalam penyidikan tersebut, tersangka diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan menggunakan anggaran perusahaan untuk kepentingan pribadi, melakukan pengeluaran di luar peruntukan, serta membuat sejumlah transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kerugian negara sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp10,2 miliar, dengan sebagian besar dana diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena dana yang diduga diselewengkan berasal dari anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan, kesehatan, serta pemeliharaan satwa. Sejumlah pihak menilai bahwa penyalahgunaan anggaran di sektor konservasi memiliki dampak yang lebih luas karena menyangkut kelangsungan hidup hewan serta fungsi kebun binatang sebagai pusat edukasi, penelitian, dan pelestarian satwa.

Pengamat tata kelola pemerintahan menilai audit menyeluruh terhadap lembaga konservasi dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengawasan. Selain mengevaluasi penggunaan anggaran, audit juga diharapkan mampu mengidentifikasi kelemahan dalam sistem administrasi, pengadaan barang dan jasa, serta mekanisme pengawasan internal sehingga potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Pemerintah daerah sebagai pemilik sejumlah kebun binatang juga didorong untuk meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan dan memperkuat sistem pengendalian internal. Dengan tata kelola yang lebih baik, lembaga konservasi diharapkan mampu menjalankan fungsi utamanya dalam melindungi satwa, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mendukung program pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Hingga saat ini, proses penyidikan kasus dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya masih terus berlangsung. Aparat penegak hukum membuka kemungkinan untuk mendalami keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti tambahan dalam proses penyidikan. DPR pun menyatakan akan terus mengawal penanganan perkara tersebut agar berjalan secara transparan dan memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi, khususnya yang berkaitan dengan dana konservasi dan kesejahteraan satwa.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Oegroseno Bakal Penuhi Undangan Klarifikasi soal Kasus Lahan Hari Ini

    Oegroseno Bakal Penuhi Undangan Klarifikasi soal Kasus Lahan Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Oegroseno Bakal Penuhi Undangan Klarifikasi soal Kasus Lahan Hari Ini Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol (Purn) Oegroseno, dijadwalkan memenuhi undangan klarifikasi dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam pengadaan lahan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Kehadiran Oegroseno merupakan bagian dari proses pengumpulan keterangan pada tahap […]

  • Ribuan Personel Gabungan Disiagakan Kawal Demo di DPR, Polisi Perkirakan 500 Massa

    Ribuan Personel Gabungan Disiagakan Kawal Demo di DPR, Polisi Perkirakan 500 Massa

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Ribuan Personel Gabungan Disiagakan Kawal Demo di DPR, Polisi Perkirakan 500 Massa Kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, menjadi salah satu titik yang mendapat pengamanan khusus pada Kamis, 27 Agustus 2026. Sejumlah personel gabungan disiagakan untuk mengawal rencana aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung di sekitar kompleks parlemen. Polda Metro Jaya sebelumnya memperkirakan sekitar 500 […]

  • Ada Apa Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota PalangkaRaya Geledah Kantor KPU.

    Ada Apa Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota PalangkaRaya Geledah Kantor KPU.

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Palangka Raya. Tim Kejaksaan Negeri Kota PalangkaRaya, geledah Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) sontak membuat suasana mendadak tegang pada Selasa (28/4/2026) sore. Terlihat ada beberapa tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya, yang melakukan penggeledahan hingga sore hari kini masih berlangsung. Pantauan media ini di lokasi menunjukkan aktivitas tidak biasa. Sejumlah petugas terlihat lalu lalang […]

  • Guru SD Berstatus ASN di Cirebon Diberhentikan Sementara Usai Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan

    Guru SD Berstatus ASN di Cirebon Diberhentikan Sementara Usai Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Guru SD Berstatus ASN di Cirebon Diberhentikan Sementara Usai Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Seorang guru sekolah dasar (SD) berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Cirebon resmi menjalani pemberhentian sementara setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perampokan yang berujung pada tindak pembunuhan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme administrasi kepegawaian yang berlaku terhadap […]

  • Polri dan Kemnaker Berhasil Mediasi Sengketa Ketenagakerjaan, Perusahaan Sepakati Pembayaran Hak Buruh Rp12,7 Miliar

    Polri dan Kemnaker Berhasil Mediasi Sengketa Ketenagakerjaan, Perusahaan Sepakati Pembayaran Hak Buruh Rp12,7 Miliar

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Polri dan Kemnaker Berhasil Mediasi Sengketa Ketenagakerjaan, Perusahaan Sepakati Pembayaran Hak Buruh Rp12,7 Miliar Perselisihan hubungan industrial yang melibatkan PT Amos Indah Indonesia dengan para pekerjanya akhirnya mencapai titik penyelesaian setelah dimediasi oleh Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Melalui proses mediasi tersebut, perusahaan sepakat memenuhi kewajibannya dengan membayarkan hak pesangon kepada 134 […]

expand_less