Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Poster Ikonik “Hidup Ataoe Mati” Menjadi Simbol Perlawanan Trubus Soedarsono dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Poster Ikonik “Hidup Ataoe Mati” Menjadi Simbol Perlawanan Trubus Soedarsono dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“`html id=”r8ty4n”

Poster Ikonik “Hidup Ataoe Mati” Menjadi Simbol Perlawanan Trubus Soedarsono dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Nama Trubus Soedarsono kembali menjadi perhatian publik melalui kisah perjuangannya sebagai seniman yang turut mengambil bagian dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Salah satu karya yang paling dikenang adalah poster bertuliskan “Hidup Ataoe Mati”, sebuah media propaganda yang lahir pada masa perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Poster tersebut tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga simbol semangat perjuangan yang membakar keberanian rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Pada masa revolusi kemerdekaan, seni tidak sekadar dipandang sebagai ekspresi estetika, melainkan menjadi alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan perjuangan. Trubus Soedarsono memanfaatkan kemampuan artistiknya untuk menciptakan berbagai karya yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme. Poster “Hidup Ataoe Mati” menjadi salah satu karya yang paling menonjol karena menghadirkan pesan tegas bahwa kemerdekaan harus dipertahankan dengan segala pengorbanan.

Menurut sejumlah catatan sejarah, poster tersebut diproduksi ketika situasi politik dan keamanan Indonesia masih sangat tidak menentu. Agresi militer Belanda yang berusaha kembali menguasai Indonesia membuat para seniman ikut turun tangan melalui karya-karya visual yang mampu menggerakkan masyarakat. Melalui goresan tangan Trubus, seni berubah menjadi alat perjuangan yang memiliki kekuatan membangun keberanian dan optimisme di tengah situasi perang.

Karya-karya Trubus mendapat perhatian besar, termasuk dari pemerintah kolonial Belanda. Aktivitasnya dalam membuat poster-poster propaganda anti-kolonial membuat dirinya menjadi sasaran pengawasan hingga akhirnya sempat ditahan oleh pemerintah kolonial pada tahun 1948. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa karya seni pada masa itu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk opini publik serta memperkuat semangat perjuangan rakyat Indonesia.

Selain dikenal sebagai pelukis, Trubus juga merupakan sosok yang aktif dalam berbagai organisasi seni dan kebudayaan. Ia berada dalam lingkungan para maestro seni rupa Indonesia yang turut memperjuangkan kemerdekaan melalui karya-karya visual. Bersama sejumlah seniman lainnya, Trubus menjadi bagian dari generasi yang menjadikan seni sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa, bukan semata-mata sebagai media berkarya.

Perjalanan hidup Trubus Soedarsono kemudian memasuki babak yang kelam setelah terjadinya pergolakan politik pada tahun 1965. Namanya termasuk di antara banyak seniman dan aktivis yang dilaporkan menghilang pada masa tersebut. Hingga kini, keberadaan maupun akhir kehidupannya masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga dan para pemerhati sejarah. Kisah itu menjadikan Trubus bukan hanya dikenang melalui karya-karyanya, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah panjang dinamika politik Indonesia.

Untuk mengenang jasa dan dedikasinya, sejumlah komunitas seni di Yogyakarta menggelar pameran bertajuk 100 Tahun Trubus Soedarsono + 100 Hari Api Pengabdian Sujarwo. Pameran tersebut menghadirkan berbagai dokumentasi, karya, dan kisah perjalanan hidup Trubus sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusinya dalam perkembangan seni rupa modern Indonesia sekaligus perjuangan kemerdekaan bangsa. Pameran itu juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal lebih dekat sosok seniman yang pernah memainkan peran penting dalam sejarah nasional.

Melalui karya “Hidup Ataoe Mati”, Trubus Soedarsono meninggalkan warisan yang melampaui nilai artistik semata. Poster tersebut menjadi pengingat bahwa seni mampu menjadi alat perjuangan yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif, menyuarakan keberanian, serta menguatkan tekad sebuah bangsa untuk mempertahankan kemerdekaannya. Hingga kini, karya tersebut tetap dikenang sebagai salah satu simbol penting dalam sejarah seni perlawanan Indonesia.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

“`

Tags
  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panglima TNI Berikan Penghargaan Istimewa kepada Dua Prajurit atas Aksi Heroik di Masjid Baiturrahman

    Panglima TNI Berikan Penghargaan Istimewa kepada Dua Prajurit atas Aksi Heroik di Masjid Baiturrahman

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Panglima TNI Berikan Penghargaan Istimewa kepada Dua Prajurit atas Aksi Heroik di Masjid Baiturrahman Panglima TNI memberikan penghargaan istimewa kepada dua prajurit TNI yang dinilai menunjukkan keberanian dan kepedulian luar biasa dalam sebuah aksi heroik di Masjid Baiturrahman. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas tindakan cepat dan keberanian kedua prajurit ketika menghadapi situasi yang membutuhkan […]

  • Polda Sumsel Intensifkan Penanganan Karhutla di Teluk Limau

    Polda Sumsel Intensifkan Penanganan Karhutla di Teluk Limau

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Polda Sumsel Intensifkan Penanganan Karhutla di Teluk Limau Polda Sumatera Selatan terus meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Teluk Limau, Kabupaten Muara Enim. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas, terutama karena lokasi terdampak merupakan kawasan lahan gambut. Penanganan karhutla dilakukan melalui Operasi Aman Nusa II dengan melibatkan personel Satgas Penanganan Karhutla […]

  • Polri Tanam Serentak Bawang Putih di 14 Daerah di Jabar

    Polri Tanam Serentak Bawang Putih di 14 Daerah di Jabar

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

      Polri Tanam Serentak Bawang Putih di 14 Daerah di Jabar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional sekaligus menjalankan program Asta Cita pemerintah. Kegiatan penanaman juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut […]

  • Kapolri Gotong Royong Iuran Bantu Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp12,68 Miliar

    Kapolri Gotong Royong Iuran Bantu Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp12,68 Miliar

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Kapolri Gotong Royong Iuran Bantu Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp12,68 Miliar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dukungan Polri dalam membantu penanganan dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain mengerahkan personel dan membangun fasilitas pendukung di lokasi terdampak, jajaran Polri juga menggalang bantuan melalui iuran bersama para anggota. […]

  • Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Menjadi 6.125 Orang, Ribuan Warga Masih Dilaporkan Hilang

    Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Menjadi 6.125 Orang, Ribuan Warga Masih Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Menjadi 6.125 Orang, Ribuan Warga Masih Dilaporkan Hilang Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni 2026 kembali meningkat. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan otoritas setempat, korban meninggal dunia kini mencapai 6.125 orang, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus […]

  • Polisi Sisir CCTV hingga Cari Saksi Dalami Kematian Sutrimo di Jaksel

    Polisi Sisir CCTV hingga Cari Saksi Dalami Kematian Sutrimo di Jaksel

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Polisi Sisir CCTV hingga Cari Saksi Dalami Kematian Sutrimo di Jaksel Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, penyidik saat ini memfokuskan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk menelusuri rekaman […]

expand_less