Korlantas Polri Tegaskan 5 Nilai Polantas KARIB Harus Jadi Napas Personel PJR
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Korlantas Polri Tegaskan 5 Nilai Polantas KARIB Harus Jadi Napas Personel PJR
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan pentingnya penerapan lima nilai Polantas KARIB dalam setiap pelaksanaan tugas personel Patroli Jalan Raya (PJR). Nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam sikap, perilaku, dan pelayanan anggota ketika berhadapan langsung dengan masyarakat di jalan raya.
Penegasan tersebut disampaikan Kasubdit Wal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan, dalam kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Petugas Patroli Jalan Raya Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Pusdik Lantas, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (2/9/2026).
Polantas KARIB merupakan program yang dicanangkan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo. Kata KARIB merupakan singkatan dari lima nilai utama, yakni Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Kelima nilai tersebut diarahkan menjadi landasan bagi personel lalu lintas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan humanis.
Nilai Kemitraan menekankan pentingnya membangun hubungan dan kerja sama yang baik dengan masyarakat maupun instansi terkait. Personel PJR diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan lalu lintas, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Sementara itu, sikap Aktif dan Responsif menuntut personel untuk meningkatkan kehadiran di lapangan serta memberikan respons secara cepat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di jalan. Kehadiran petugas diharapkan dapat membantu mengantisipasi gangguan lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.
Nilai Intuitif juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas PJR. Personel dituntut memiliki kepekaan terhadap kondisi di lapangan sehingga mampu membaca potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Kemampuan mengenali potensi kemacetan, kecelakaan, maupun gangguan lainnya menjadi salah satu bentuk pelayanan yang bersifat preventif.
Dalam pelaksanaan tugas, personel juga diminta untuk tidak hanya menunggu terjadinya permasalahan. Petugas diharapkan turun langsung ke lapangan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara aktif. Pendekatan tersebut dinilai penting karena kondisi lalu lintas dapat berubah dengan cepat dan membutuhkan kehadiran petugas yang mampu mengambil langkah sesuai situasi.
Selain kepekaan dan kecepatan dalam bertindak, integritas menjadi nilai yang tidak kalah penting. Korlantas Polri mengingatkan agar seluruh personel menjalankan kewenangan sesuai aturan serta menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Penegakan hukum di jalan raya juga harus dilakukan secara profesional, tegas, adil, transparan, dan akuntabel. Personel PJR diharapkan tetap mengedepankan pendekatan humanis ketika berinteraksi dengan pengguna jalan, sekaligus menjalankan aturan secara konsisten apabila menemukan pelanggaran.
Korlantas Polri juga mengingatkan personel agar menjauhi praktik pungutan liar maupun tindakan transaksional dalam pelaksanaan tugas. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga integritas anggota sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung sesuai ketentuan.
Dalam menjalankan tugas, personel PJR juga diminta mengutamakan kegiatan preventif dan preemtif. Upaya pencegahan dinilai penting untuk mengurangi potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Dengan pendekatan tersebut, petugas tidak hanya bertindak setelah peristiwa terjadi, tetapi berupaya mencegah risiko sejak awal.
Korlantas juga mendorong pemberian pelayanan dengan konsep quick response, terutama ketika terdapat pengguna jalan yang membutuhkan bantuan. Kecepatan merespons situasi di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi lalu lintas.
Dalam pelaksanaan patroli, personel PJR juga diarahkan menerapkan buddy system dengan minimal dua anggota ketika bertugas. Pola tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas pelaksanaan tugas sekaligus meningkatkan koordinasi antaranggota ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Penerapan lima nilai Polantas KARIB pada akhirnya diarahkan untuk mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di setiap wilayah. Korlantas Polri berharap nilai-nilai tersebut benar-benar melekat dalam keseharian anggota PJR, bukan hanya dipahami dalam kegiatan pelatihan.
Melalui penguatan kompetensi, kedisiplinan, integritas, serta pelayanan yang humanis, personel PJR diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan lalu lintas kepada masyarakat. Penerapan Polantas KARIB juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun citra kepolisian yang profesional, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar