Polda Kalsel Digitalisasi Pengelolaan Kendaraan Dinas, Lebih dari 2.800 Unit Kini Terpantau Melalui Aplikasi SIRANMOR
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Kalsel Digitalisasi Pengelolaan Kendaraan Dinas, Lebih dari 2.800 Unit Kini Terpantau Melalui Aplikasi SIRANMOR
BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus mendorong transformasi digital dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana kepolisian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan aplikasi SIRANMOR (Sistem Informasi Perawatan Kendaraan Bermotor), sebuah inovasi digital yang memungkinkan ribuan kendaraan dinas Polri dipantau dan dikelola melalui satu sistem terintegrasi.
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Kepala Bagian Pengadaan Biro Logistik Polda Kalimantan Selatan, AKBP Arifin. Kehadiran SIRANMOR menjadi upaya pembaruan sistem administrasi, pemeliharaan, serta perawatan kendaraan bermotor dinas yang sebelumnya masih banyak mengandalkan pencatatan manual, dokumen berbasis kertas, dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel.
Sistem administrasi konvensional tersebut dinilai memiliki sejumlah keterbatasan, terutama dalam hal kecepatan pembaruan informasi dan pengawasan kondisi kendaraan. Data riwayat servis, penggantian oli, maupun laporan kerusakan tidak selalu dapat diperbarui secara langsung. Pengelolaan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan suku cadang juga belum sepenuhnya terhubung dalam satu sistem pemantauan.
Melalui penerapan SIRANMOR, berbagai informasi mengenai kendaraan dinas kini dapat diakses secara terpusat melalui perangkat Android maupun web dashboard. AKBP Arifin menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan pengecekan data kendaraan secara real-time sekaligus membantu proses pengawasan pemeliharaan dan perawatan kendaraan operasional Polri.
Salah satu fitur utama yang tersedia adalah database kendaraan berbasis QR Code. Setiap kendaraan dinas memiliki kode identifikasi khusus yang dapat dipindai untuk menampilkan informasi secara cepat. Data tersebut mencakup nomor polisi, nomor registrasi, jenis kendaraan, tahun produksi, kondisi terakhir kendaraan, dokumentasi foto, hingga satuan kerja yang bertanggung jawab atas penggunaannya.
Menurut AKBP Arifin, hingga Kamis (5/11/2026), lebih dari 2.800 kendaraan dinas di lingkungan Polda Kalimantan Selatan telah terdata dalam sistem SIRANMOR. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa aplikasi ini menjadi instrumen penting dalam menyatukan informasi kendaraan yang sebelumnya tersebar di berbagai unit kerja.
Selain pendataan kendaraan, SIRANMOR juga menyediakan fitur E-Harwat yang berfungsi membantu pengawasan jadwal pemeliharaan dan perawatan kendaraan. Sistem ini dilengkapi pengingat otomatis untuk sejumlah kebutuhan perawatan rutin, termasuk penggantian oli mesin setiap 5.000 kilometer, penggantian filter solar, penggantian filter oli, perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pengujian KIR, serta pelaksanaan servis berkala.
Dengan adanya pengingat digital tersebut, petugas pengelola kendaraan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada catatan manual untuk mengetahui jadwal perawatan masing-masing unit. Informasi yang tersimpan dalam sistem diharapkan membantu mencegah keterlambatan servis dan menjaga kondisi kendaraan agar tetap sesuai dengan kebutuhan operasional kepolisian.
Inovasi lainnya terdapat pada fitur E-Complain yang memungkinkan personel melaporkan kerusakan kendaraan dinas secara digital. Anggota yang mengalami kendala dapat mengunggah foto bagian kendaraan yang rusak disertai keterangan mengenai permasalahan yang ditemukan. Laporan tersebut selanjutnya diterima melalui dashboard Kabag Logistik dan Kasubbag Harwat untuk mempercepat proses pemeriksaan, verifikasi, hingga pengajuan perbaikan.
Penggunaan mekanisme pelaporan digital ini diharapkan dapat memperpendek alur penyampaian informasi dari pengguna kendaraan kepada bagian yang menangani pemeliharaan. Dokumentasi kerusakan juga menjadi lebih terstruktur sehingga kondisi kendaraan dapat ditelusuri berdasarkan laporan yang masuk ke dalam sistem.
Untuk mendukung transparansi pengelolaan anggaran, aplikasi SIRANMOR turut dilengkapi fitur manajemen logistik BBM dan suku cadang. Melalui fasilitas tersebut, pengajuan kebutuhan bahan bakar maupun komponen kendaraan dilakukan menggunakan sistem digital. Mekanisme ini memungkinkan proses pengawasan kebutuhan operasional menjadi lebih terarah sekaligus membantu mengurangi potensi tumpang tindih dalam pengadaan barang.
SIRANMOR juga memiliki dashboard pimpinan atau Commander Wish yang memberikan kemudahan bagi pejabat utama Polda Kalsel dalam memantau kondisi kendaraan dinas. Melalui fitur tersebut, Kapolda, Wakapolda, dan Karo Logistik dapat memperoleh gambaran mengenai jumlah kendaraan yang siap dioperasikan, kendaraan dengan kerusakan ringan, kendaraan dengan kerusakan berat, hingga perkembangan realisasi anggaran pemeliharaan.
Keberadaan dashboard tersebut menjadi salah satu instrumen pendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pimpinan dapat mengetahui kondisi sarana transportasi kepolisian secara lebih menyeluruh sehingga kebutuhan perbaikan, pemeliharaan, maupun pengelolaan anggaran dapat dipertimbangkan berdasarkan informasi aktual yang tersedia.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan AKBP Arifin. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel dalam memperkuat pemanfaatan teknologi informasi, tidak hanya pada pelayanan kepolisian kepada masyarakat, tetapi juga pada sistem administrasi dan pengelolaan internal organisasi.
Sejak diuji coba di lingkungan Biro Logistik Polda Kalsel, penerapan SIRANMOR dilaporkan memberikan hasil positif. Salah satu capaian yang disampaikan adalah efisiensi anggaran pemeliharaan dan perawatan kendaraan hingga 15 persen. Penghematan tersebut diperoleh melalui upaya mencegah terjadinya servis ganda serta mengurangi pengadaan suku cadang yang tidak diperlukan.
Selain efisiensi anggaran, tingkat kesiapan operasional kendaraan roda empat (R4) juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang disampaikan, persentase kendaraan roda empat yang siap digunakan sebelumnya berada pada angka 75 persen dan meningkat menjadi 92 persen setelah penerapan sistem tersebut dalam tahap uji coba.
Seluruh aktivitas pemeliharaan dan perawatan kendaraan yang tercatat secara digital juga mempermudah proses penelusuran riwayat penggunaan anggaran maupun kondisi masing-masing unit. Dengan dokumentasi yang lebih tertata, pengawasan dapat dilakukan berdasarkan catatan yang tersedia sehingga proses evaluasi pengelolaan kendaraan dinas menjadi lebih terukur.
AKBP Arifin menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan Polri tidak semata-mata berkaitan dengan penerapan teknologi dalam bidang penegakan hukum lalu lintas, seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), maupun pengembangan aplikasi pelayanan publik. Digitalisasi juga perlu diterapkan pada berbagai aspek pendukung tugas kepolisian, termasuk pengelolaan aset dan pemeliharaan kendaraan operasional.
Menurutnya, kendaraan dinas yang terawat dan memiliki tingkat kesiapan optimal merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pelaksanaan tugas personel di lapangan. Ketersediaan kendaraan yang layak digunakan dapat membantu anggota menjalankan berbagai kegiatan kepolisian secara lebih aman, efektif, dan maksimal, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengaitkan peningkatan semangat dan kesiapan personel tersebut dengan tagline Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”. Menurutnya, dukungan sarana operasional yang memadai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin optimal.
Melalui pengembangan SIRANMOR, Polda Kalimantan Selatan berupaya membangun tata kelola kendaraan dinas yang lebih modern, terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Pendataan lebih dari 2.800 kendaraan dalam satu aplikasi, ditambah fitur pemeliharaan otomatis, pelaporan kerusakan, pengawasan logistik, serta pemantauan pimpinan, menjadi bagian dari langkah digitalisasi untuk mendukung kesiapan operasional kepolisian.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar