Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Kronologi Pria Asal Sinjai Meninggal Akibat Aksi Massa di Morowali, Sempat Berlindung di Dalam Minimarket

Kronologi Pria Asal Sinjai Meninggal Akibat Aksi Massa di Morowali, Sempat Berlindung di Dalam Minimarket

  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kronologi Pria Asal Sinjai Meninggal Akibat Aksi Massa di Morowali, Sempat Berlindung di Dalam Minimarket

Seorang pria berinisial S (33), warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah menjadi korban dugaan aksi main hakim sendiri di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video dan kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan detik-detik kejadian beredar luas di media sosial. Polisi menegaskan bahwa seluruh rangkaian peristiwa masih dalam proses penyelidikan, termasuk dugaan tindak pidana yang sempat dituduhkan kepada korban maupun dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun penyidik, peristiwa bermula ketika korban berada di sekitar sebuah minimarket. Dalam rekaman CCTV, korban terlihat masuk ke dalam minimarket dan sempat berlindung di area kasir saat situasi di luar mulai memanas. Sejumlah orang kemudian mendatangi lokasi hingga korban keluar dari dalam minimarket. Tidak lama setelah itu, terjadi dugaan aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah orang di depan lokasi tersebut.

Korban dikabarkan sempat berusaha menghindari kerumunan dan mencari perlindungan di dalam minimarket. Namun, situasi di lokasi semakin tidak terkendali. Rekaman yang beredar menunjukkan korban kemudian dibawa keluar dari area minimarket sebelum mengalami dugaan penganiayaan oleh massa. Video tersebut kini menjadi salah satu barang bukti yang dianalisis penyidik untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Karena kondisinya yang kritis, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Meski telah mendapat perawatan intensif, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Peristiwa tersebut kini ditangani oleh Polres Morowali yang masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan terhadap dua aspek yang berbeda, yakni dugaan tindak pidana yang sempat dituduhkan kepada korban serta dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Polisi menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku dan tidak boleh diselesaikan melalui tindakan main hakim sendiri.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi secara utuh. Penyidik juga melakukan analisis terhadap rekaman CCTV, video yang beredar di media sosial, serta barang bukti lain yang ditemukan di lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta-fakta yang terjadi sekaligus mengidentifikasi setiap orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai bahaya tindakan main hakim sendiri. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. Tindakan kekerasan terhadap seseorang yang baru sebatas diduga melakukan pelanggaran hukum dapat berujung pada tindak pidana baru dan memiliki konsekuensi hukum bagi para pelakunya.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai seluruh rangkaian kejadian. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil penyidikan resmi dari aparat penegak hukum.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesal Orang Tuanya Diolok-olok, Perempuan di Pangkalpinang Aniaya Temannya

    Kesal Orang Tuanya Diolok-olok, Perempuan di Pangkalpinang Aniaya Temannya

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Kesal Orang Tuanya Diolok-olok, Perempuan di Pangkalpinang Aniaya Temannya Seorang perempuan di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap temannya. Tindakan tersebut diduga dipicu rasa kesal setelah orang tua korban menjadi bahan olok-olokan dalam sebuah percakapan. Peristiwa tersebut bermula ketika pelaku merasa tersinggung dengan ucapan korban yang […]

  • Polda Metro Gagalkan Rencana Tawuran di Cipayung, Empat Pemuda Diamankan

    Polda Metro Gagalkan Rencana Tawuran di Cipayung, Empat Pemuda Diamankan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Polda Metro Gagalkan Rencana Tawuran di Cipayung, Empat Pemuda Diamankan Tim patroli gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur berhasil menggagalkan dugaan rencana tawuran di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Dalam patroli tersebut, petugas mengamankan empat pemuda yang diduga hendak terlibat dalam aksi tawuran. Penindakan dilakukan ketika […]

  • Polisi Dituntut Kuasai Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Global yang Kian Kompleks

    Polisi Dituntut Kuasai Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Global yang Kian Kompleks

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Polisi Dituntut Kuasai Teknologi Digital untuk Menghadapi Tantangan Global yang Kian Kompleks Perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pola kejahatan yang kini semakin banyak memanfaatkan ruang digital. Kondisi tersebut menuntut aparat kepolisian untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensinya dalam bidang teknologi agar mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan […]

  • Apel Prestasi di Demak: Puluhan Personel Dihargai atas Dedikasi dan Kinerja Gemilang

    Apel Prestasi di Demak: Puluhan Personel Dihargai atas Dedikasi dan Kinerja Gemilang

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DEMAK – Sebagai wujud apresiasi atas kinerja luar biasa, Polres Demak menggelar upacara pemberian penghargaan kepada puluhan anggotanya di Lapangan Wicaksana Laghawa, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, menjadi momen penting untuk memotivasi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penghargaan ini diberikan kepada personel yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan hasil kerja […]

  • Polisi Selidiki Tewasnya Empat Orang Saat Padamkan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo

    Polisi Selidiki Tewasnya Empat Orang Saat Padamkan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Polisi Selidiki Tewasnya Empat Orang Saat Padamkan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo PROBOLINGGO – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyelidiki insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, yang menyebabkan empat orang meninggal dunia. Para korban merupakan bagian dari petugas dan unsur pendukung yang terlibat dalam […]

  • 947 Prajurit Resmi Sandang Baret Ungu Setelah Menempuh Jalan Kaki Ratusan Kilometer dari Banyuwangi ke Malang

    947 Prajurit Resmi Sandang Baret Ungu Setelah Menempuh Jalan Kaki Ratusan Kilometer dari Banyuwangi ke Malang

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • visibility 88
    • 0Komentar

    947 Prajurit Resmi Sandang Baret Ungu Setelah Menempuh Jalan Kaki Ratusan Kilometer dari Banyuwangi ke Malang Sebanyak 947 prajurit remaja Korps Marinir TNI Angkatan Laut resmi menyandang baret ungu setelah berhasil menyelesaikan tradisi pembaretan yang penuh tantangan dengan menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 300 kilometer. Perjalanan panjang tersebut dimulai dari Banyuwangi hingga berakhir di Pantai […]

expand_less