Komisi IX DPR Dorong Kemenkes Terapkan Tes Kesehatan Mental Berkala bagi Dokter Magang
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

CEK MENTAL DOKTER - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Ia mengatakan, Komisi IX telah mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan agar pemeriksaan kesehatan mental menjadi agenda rutin bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Komisi IX DPR Dorong Kemenkes Terapkan Tes Kesehatan Mental Berkala bagi Dokter Magang
Meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah kasus meninggalnya dokter peserta program internship atau dokter magang mendorong Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan muda. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penerapan pemeriksaan kesehatan mental secara berkala bagi seluruh peserta program internship guna mendeteksi lebih dini potensi gangguan psikologis yang dapat muncul akibat tekanan selama menjalani pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Anggota Komisi IX DPR menilai bahwa kesehatan mental harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan program internship. Selain dituntut memiliki kemampuan klinis, dokter magang juga menghadapi beban kerja yang tinggi, jam dinas yang panjang, serta tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis apabila tidak diimbangi dengan sistem pendampingan dan pengawasan yang memadai.
Usulan pemeriksaan kesehatan mental secara berkala diharapkan menjadi bagian dari sistem evaluasi rutin terhadap peserta internship. Melalui skrining tersebut, tenaga kesehatan yang mengalami stres berat, kelelahan, kecemasan, maupun gangguan psikologis lainnya dapat segera memperoleh pendampingan profesional sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih serius. Langkah preventif ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kementerian Kesehatan sebelumnya telah melakukan audit terhadap sejumlah kasus meninggalnya dokter internship sepanjang tahun 2026. Hasil evaluasi menunjukkan adanya berbagai faktor yang perlu diperbaiki, mulai dari pelayanan kesehatan bagi peserta yang sakit, sistem pembimbingan, mekanisme pemberian cuti, hingga pengaturan jam kerja agar tidak melebihi batas yang wajar. Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan melalui kebijakan baru dalam penyelenggaraan program internship.
Selain mendorong pemeriksaan kesehatan mental, Komisi IX juga meminta agar setiap rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menjadi lokasi penempatan dokter magang memiliki sistem pengawasan yang lebih kuat. Para dokter pembimbing diharapkan mampu mengenali tanda-tanda kelelahan fisik maupun psikologis peserta internship sehingga dapat segera mengambil langkah penanganan apabila ditemukan kondisi yang mengkhawatirkan.
Para anggota dewan menilai bahwa budaya kerja di lingkungan pelayanan kesehatan juga perlu terus dibenahi. Hubungan antara dokter senior dan dokter magang diharapkan dibangun berdasarkan prinsip pembinaan, profesionalisme, dan saling menghormati. Lingkungan kerja yang sehat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan tenaga kesehatan yang kompeten sekaligus memiliki kondisi mental yang baik selama menjalani masa pendidikan profesi.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menyatakan telah mulai memperkuat berbagai kebijakan perlindungan bagi peserta program internship. Selain melakukan skrining kesehatan jiwa, Kemenkes juga berencana memperbaiki sistem rujukan kesehatan, memperketat pengawasan terhadap jam kerja, menambah fleksibilitas pemberian cuti, serta memastikan peserta yang mengalami gangguan kesehatan memperoleh pelayanan medis secara cepat tanpa khawatir memengaruhi kelulusan program.
Berbagai kalangan berharap evaluasi terhadap program internship tidak hanya berhenti pada penyelesaian kasus yang telah terjadi, tetapi juga menghasilkan perubahan sistemik yang mampu meningkatkan perlindungan bagi tenaga kesehatan muda. Dengan pengawasan yang lebih baik, keseimbangan beban kerja, pendampingan psikologis, serta budaya kerja yang sehat, program internship diharapkan tetap menjadi sarana pembelajaran yang berkualitas sekaligus aman bagi para dokter yang sedang memulai karier profesionalnya.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes

Saat ini belum ada komentar