Padat Melanda BKT Rorotan: Ribuan Kendaraan Terjebak Macet Parah di Siang Hari Kerja
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA UTARA – Situasi kepadatan lalu lintas yang mengkhawatirkan melanda ruas Jalan Banjir Kanal Timur (BKT), tepatnya di kawasan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (4/5/2026) siang.
Arus kendaraan terpaksa merayap sangat lambat, bahkan dalam beberapa titik nyaris tidak bergerak, membentuk antrean panjang yang membentang hingga ke persimpangan-persimpangan jalan di sekitarnya.
Berdasarkan pemantauan langsung di lokasi, kepadatan kendaraan terasa sangat terasa di kedua arah perjalanan, baik yang bergerak dari arah Jakarta menuju perbatasan Bekasi maupun sebaliknya.
Titik kemacetan ini berawal dari sekitar Jembatan BKT Rorotan, sebuah titik rawan yang kerap menjadi penyempitan alur lalu lintas dan acapkali menjadi lokasi penumpukan kendaraan, terlebih saat jam-jam puncak aktivitas.
Menurut keterangan dari petugas Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara yang diterjunkan di lokasi kejadian, akar permasalahan utama kemacetan ini adalah lonjakan jumlah kendaraan pada hari kerja yang ternyata melebihi kapasitas efektif daya tampung jalan yang tersedia. Situasi ini kian diperburuk oleh melintasnya sejumlah kendaraan berat secara bersamaan, yang secara otomatis memperlambat kecepatan arus lalu lintas.
Tak hanya itu, masih ditemukannya perilaku pengendara yang tidak tertib, mencoba mendahului secara sembarangan dan memotong jalur, sehingga mengganggu keteraturan serta menambah tingkat kepadatan yang sudah tinggi.
“Kondisi lalu lintas hari ini jauh lebih padat jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kami telah menempatkan personel di sejumlah titik strategis untuk mengatur pergerakan kendaraan serta memisahkan arus agar tidak saling berebut ruang jalan. Namun, dengan volume kendaraan yang sedemikian tingginya, pergerakan tetap berjalan sangat lambat,” ungkap salah satu petugas yang bertugas.
Para pengguna jalan pun tak luput dari rasa keluhan akibat situasi ini. Waktu tempuh yang biasanya hanya memakan waktu singkat sekitar 15 hingga 20 menit untuk melintasi jarak sekitar 2 kilometer, kini harus dihabiskan lebih dari satu jam lamanya hanya untuk melewati ruas jalan tersebut.
Hingga pukul 16.00 WIB, upaya penguraian kemacetan masih terus dilakukan oleh petugas yang bertugas. Para pengendara juga diarahkan untuk mengambil jalur alternatif, seperti melalui Jalan Raya Cilincing atau memanfaatkan akses jalan tol terdekat.
Masyarakat pun diimbau agar dapat merencanakan waktu perjalanan lebih awal, atau beralih menggunakan angkutan umum demi menghindari terjebak dalam kepadatan yang berlangsung lama.
Wartawan by Hendrik
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar