Gus Ulil Nilai Muktamar ke-35 NU Akan Menjadi Momentum Bersejarah dan Bebas dari Intervensi Kekuasaan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

MUKTAMAR NU - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Gus Ulil menilai pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, memiliki satu keunikan tersendiri yang sangat positif.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gus Ulil Nilai Muktamar ke-35 NU Akan Menjadi Momentum Bersejarah dan Bebas dari Intervensi Kekuasaan
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla atau yang akrab disapa Gus Ulil, menyampaikan bahwa pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan akan menjadi salah satu muktamar yang memiliki karakter berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, forum tertinggi organisasi tersebut diharapkan berlangsung secara independen, terbuka, dan terbebas dari kooptasi ataupun intervensi kekuasaan pemerintah sehingga seluruh keputusan benar-benar lahir dari mekanisme organisasi.
Gus Ulil menegaskan bahwa NU sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan memiliki tradisi panjang dalam menjaga kemandirian organisasi. Oleh karena itu, setiap proses pengambilan keputusan, termasuk penentuan arah kebijakan maupun pemilihan kepemimpinan, harus dilaksanakan berdasarkan musyawarah yang melibatkan seluruh unsur organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan menuju Muktamar ke-35 harus mengikuti prosedur organisasi secara kolektif. Penentuan waktu, lokasi, hingga berbagai agenda strategis akan diputuskan melalui forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) sebelum disahkan dalam Muktamar. Dengan mekanisme tersebut, seluruh keputusan memiliki legitimasi organisasi dan mencerminkan aspirasi warga Nahdlatul Ulama.
Menurut Gus Ulil, independensi organisasi merupakan modal penting bagi NU untuk terus menjalankan perannya sebagai organisasi keagamaan yang mampu memberikan kontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun NU menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah, hubungan tersebut tidak boleh mengurangi kemandirian organisasi dalam menentukan sikap maupun arah kebijakan internal.
Pelaksanaan Muktamar ke-35 juga dipandang sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program organisasi sekaligus menyusun strategi baru dalam menghadapi tantangan zaman. Berbagai isu yang berkaitan dengan pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, transformasi digital, hingga penguatan peran generasi muda diperkirakan akan menjadi bagian dari pembahasan dalam forum tersebut.
Sejumlah pengamat menilai bahwa Muktamar NU selalu menjadi perhatian masyarakat karena tidak hanya membahas pergantian kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang berkaitan dengan kehidupan sosial, keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Oleh sebab itu, pelaksanaan muktamar yang berlangsung secara demokratis dan independen dinilai akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.
Di sisi lain, Gus Ulil mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menjaga suasana persaudaraan serta mengedepankan musyawarah dalam menghadapi dinamika menjelang Muktamar. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar, namun seluruh proses harus tetap mengutamakan persatuan, kebersamaan, dan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 yang diharapkan berlangsung secara mandiri dan sesuai mekanisme organisasi, NU diharapkan mampu terus memperkuat perannya sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang konsisten menjaga nilai-nilai moderasi, kebangsaan, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes

Saat ini belum ada komentar