Polda Jatim Turun Tangan Atasi Kemacetan Horor di Ketapang
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polisi Urai Macet di Pelabuhan Ketapang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Jatim Turun Tangan Atasi Kemacetan Horor di Ketapang
Kemacetan parah yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat penanganan langsung dari Polda Jawa Timur. Puluhan personel dikerahkan untuk membantu mengurai antrean kendaraan yang sempat memanjang hingga beberapa kilometer.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan Ketapang merupakan salah satu jalur utama pergerakan kendaraan dan distribusi logistik yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali melalui penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim menerjunkan 60 personel untuk membantu Polresta Banyuwangi menangani kepadatan lalu lintas. Personel tersebut diperkuat dengan 30 armada roda dua yang digunakan untuk melakukan pemantauan dan pengaturan di sejumlah titik.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan selama 24 jam. Petugas ditempatkan pada lokasi-lokasi yang dianggap menjadi titik rawan penumpukan kendaraan, terutama di sekitar akses menuju pelabuhan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Rahmat Hidayat mengatakan salah satu fokus petugas adalah mencegah pengemudi melakukan tindakan yang dapat membuat arus kendaraan semakin terkunci.
Petugas juga mengingatkan pengemudi agar tetap mengikuti barisan antrean dan tidak mengambil jalur secara sembarangan. Langkah tersebut diperlukan agar pergerakan kendaraan tetap teratur dan tidak menimbulkan penyumbatan baru.
Kondisi antrean kendaraan sendiri mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir. Setelah sempat mencapai sekitar 8 kilometer pada Sabtu malam, panjang antrean menyusut menjadi sekitar 1,7 kilometer pada Minggu pagi.
Namun, kepadatan kembali meningkat pada Minggu siang. Antrean kendaraan dilaporkan kembali mencapai sekitar 5 kilometer akibat tingginya volume kendaraan yang menuju kawasan pelabuhan.
Salah satu faktor yang disebut ikut memicu kepadatan adalah meningkatnya jumlah kendaraan angkutan barang. Volume lalu lintas truk tercatat mengalami kenaikan sekitar 16 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, kawasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk juga sedang menghadapi pekerjaan peningkatan kapasitas infrastruktur dermaga. Proyek tersebut dilakukan untuk mendukung kesiapan fasilitas menghadapi peningkatan arus kendaraan pada periode mendatang.
Selama pekerjaan berlangsung, kapasitas operasional penyeberangan ikut mengalami penyesuaian. Kondisi tersebut membuat pengaturan arus kendaraan harus dilakukan secara lebih ketat agar antrean tidak semakin panjang.
Untuk mempercepat proses penguraian antrean, koordinasi juga dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry.
Sebanyak 24 kapal berkapasitas besar dioptimalkan untuk mendukung kelancaran penyeberangan. Sebagian kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat atau TBB untuk mengurangi waktu kapal berada di dermaga.
Selain pengaturan di pelabuhan, patroli gabungan di jalur darat dibagi dalam empat sif. Pola tersebut diterapkan agar pengawasan lalu lintas dapat berlangsung tanpa terputus selama kondisi kepadatan masih terjadi.
Petugas juga memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan yang memiliki kepentingan darurat. Ambulans dan kendaraan lain yang membutuhkan prioritas diarahkan agar tetap dapat melintas di tengah antrean kendaraan.
Kepolisian mengimbau masyarakat dan pengemudi untuk tetap tertib selama berada dalam antrean. Pengemudi diminta tidak mengambil tindakan yang dapat menghambat arus atau menyebabkan kendaraan lain ikut terjebak.
Bagi pengguna jalan yang menghadapi kondisi darurat, polisi mengingatkan agar segera menyampaikan laporan kepada petugas yang berada di lapangan. Dengan koordinasi tersebut, petugas dapat memberikan bantuan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan.
Penanganan kemacetan di Ketapang terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur kepolisian, pengelola pelabuhan, serta instansi terkait. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat normalisasi lalu lintas dan mengurangi dampak kepadatan terhadap aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar