Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Posko Pengungsian Gempa NTT, Salurkan Bantuan dan Hibur Anak-Anak
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) meninjau dua posko pengungsian korban bencana alam gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Posko Pengungsian Gempa NTT, Salurkan Bantuan dan Hibur Anak-Anak
MANGGARAI — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Titiek Soeharto meninjau langsung sejumlah lokasi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan para pengungsi mendapat perhatian.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri dan Titiek Soeharto mendatangi dua posko pengungsian, yakni Posko Barang Kolong di Kabupaten Manggarai dan posko pengungsian di wilayah Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur. Di lokasi tersebut, keduanya melihat secara langsung kondisi warga serta berdialog dengan para pengungsi mengenai kebutuhan yang masih diperlukan.
Kehadiran mereka di tengah para korban tidak hanya ditujukan untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang masih berada dalam situasi sulit setelah gempa. Para pengungsi diberikan kesempatan menyampaikan berbagai kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi selama berada di tempat pengungsian.
Sejumlah kebutuhan mendesak menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Kondisi pengungsian membutuhkan dukungan logistik, perlengkapan dasar, serta fasilitas yang memadai agar warga dapat menjalani masa tanggap darurat dengan lebih aman dan nyaman. Aspirasi masyarakat kemudian menjadi bahan perhatian dalam upaya penanganan bencana di wilayah terdampak.
Selain berdialog dengan warga, Kapolri dan Titiek Soeharto juga memberikan bantuan kepada para korban gempa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masih harus bertahan di lokasi pengungsian dan belum dapat kembali menjalankan kehidupan secara normal.
Momen yang cukup mendapat perhatian terjadi ketika keduanya berinteraksi dengan anak-anak korban gempa. Anak-anak yang berada di lokasi pengungsian diajak berkomunikasi dan dihibur untuk mengurangi rasa takut serta tekanan akibat bencana yang mereka alami. Sejumlah hadiah juga disiapkan untuk diberikan kepada anak-anak di posko pengungsian.
Perhatian terhadap anak-anak menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal, kondisi psikologis anak-anak juga perlu mendapatkan perhatian. Suasana pengungsian yang penuh ketidakpastian dapat membuat mereka merasa cemas, sehingga kehadiran orang-orang yang memberikan dukungan dan hiburan dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang.
Dalam kunjungan tersebut, Polri juga menyiapkan personel serta sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan bencana. Kehadiran aparat di wilayah terdampak tidak hanya berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga membantu proses pelayanan masyarakat, distribusi bantuan, serta berbagai kebutuhan lain selama masa tanggap darurat.
Penanganan gempa NTT membutuhkan koordinasi berbagai pihak karena dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah. Pada hari-hari setelah gempa utama, aktivitas gempa susulan masih terjadi sehingga masyarakat diimbau tetap waspada, khususnya terhadap bangunan yang mengalami kerusakan. BMKG mencatat ribuan gempa susulan di wilayah tersebut setelah gempa utama.
Kondisi tersebut membuat keberadaan posko pengungsian menjadi sangat penting. Posko menjadi tempat warga mendapatkan perlindungan sementara sekaligus memperoleh akses terhadap makanan, air bersih, layanan kesehatan, informasi kebencanaan, dan bantuan lainnya. Karena itu, pengelolaan posko dan distribusi bantuan perlu dilakukan secara terkoordinasi agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara merata.
Pemerintah dan berbagai unsur terkait juga terus mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah terdampak. Hingga 19 Agustus 2026, sebanyak 253 ton logistik telah dikirimkan menuju sejumlah wilayah terdampak gempa NTT. Pengiriman tersebut dilakukan melalui berbagai sarana transportasi untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat.
Kunjungan Kapolri bersama Titiek Soeharto menjadi salah satu bentuk dukungan langsung kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Selain memberikan bantuan secara material, interaksi langsung dengan para pengungsi menunjukkan pentingnya dukungan moral dalam proses pemulihan setelah bencana.
Masyarakat terdampak diharapkan tetap mendapatkan pendampingan hingga kondisi berangsur pulih. Penanganan bencana tidak berhenti pada tahap evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi juga mencakup pemulihan fasilitas umum, layanan kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, serta aktivitas ekonomi warga.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai elemen masyarakat, proses penanganan dampak gempa di NTT diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Dukungan terhadap para korban juga diharapkan terus diberikan sampai masyarakat mampu kembali menjalankan kehidupan sehari-hari dengan lebih aman dan mandiri.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar