873 Personel Diterjunkan, Polda Jambi Perkuat Pencegahan Karhutla dari Darat hingga Udara
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
873 Personel Diterjunkan, Polda Jambi Perkuat Pencegahan Karhutla dari Darat hingga Udara
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengerahkan sebanyak 873 personel untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Jambi. Pengerahan personel tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya kejadian karhutla, khususnya ketika kondisi cuaca dan lingkungan mulai mendukung terjadinya kebakaran.
Ratusan personel tersebut disiapkan untuk menjalankan berbagai tugas di lapangan, mulai dari melakukan pemantauan wilayah rawan kebakaran, patroli, sosialisasi kepada masyarakat, hingga penanganan apabila ditemukan titik api. Upaya tersebut dilakukan secara terpadu agar potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Pencegahan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di darat. Polda Jambi juga memperkuat pemantauan dari udara sebagai bagian dari strategi untuk menjangkau kawasan yang sulit dipantau secara langsung. Pemantauan udara dapat membantu petugas memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih luas sekaligus mempercepat proses identifikasi apabila terdapat indikasi terjadinya kebakaran.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat karhutla dapat berkembang dengan cepat dan menyebar ke wilayah yang lebih luas apabila tidak segera ditangani. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kesehatan dan perekonomian.
Dalam pelaksanaan pencegahan karhutla, kepolisian juga mengedepankan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Warga, terutama mereka yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran, diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah munculnya titik api.
Selain kepolisian, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perusahaan, serta masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara cepat dan efektif.
Polda Jambi juga terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Informasi mengenai kondisi cuaca, potensi kekeringan, serta hasil pemantauan lapangan menjadi bagian dari bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi patroli dan pengawasan. Dengan pola tersebut, personel diharapkan dapat lebih cepat bergerak ketika ditemukan indikasi kebakaran.
Pengerahan 873 personel menunjukkan bahwa pencegahan karhutla menjadi salah satu perhatian penting aparat di Provinsi Jambi. Penanganan sejak dini diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar serta mengurangi potensi kerugian yang harus ditanggung masyarakat dan lingkungan.
Masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kawasan hutan dan lahan agar tetap aman, sekaligus mencegah terjadinya kabut asap yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.
Melalui pengawasan dari darat dan udara serta dukungan berbagai unsur terkait, upaya pencegahan karhutla di Jambi diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal. Langkah antisipasi yang dilakukan sejak awal menjadi bagian penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar