Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Deretan Kasus Kekerasan dalam Pacaran, Dari Penganiayaan hingga Dugaan Penyekapan yang Mengguncang Publik

Deretan Kasus Kekerasan dalam Pacaran, Dari Penganiayaan hingga Dugaan Penyekapan yang Mengguncang Publik

  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Deretan Kasus Kekerasan dalam Pacaran, Dari Penganiayaan hingga Dugaan Penyekapan yang Mengguncang Publik

Kasus kekerasan dalam pacaran (KDP) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah peristiwa yang terjadi di berbagai daerah mengungkap tindakan kekerasan fisik maupun psikis yang dilakukan oleh pasangan. Berbagai kasus yang terungkap memperlihatkan pola yang hampir serupa, mulai dari sikap posesif, rasa cemburu yang berlebihan, hingga tindakan penganiayaan dan dugaan penyekapan terhadap korban. Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang berkepanjangan bagi para korban.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai laporan kekerasan berbasis gender, kekerasan dalam pacaran menempati posisi kedua terbanyak setelah kekerasan terhadap istri. Kondisi ini menunjukkan bahwa relasi yang belum terikat dalam pernikahan pun memiliki potensi tinggi mengalami tindak kekerasan apabila tidak dibangun atas dasar saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Para pemerhati perlindungan perempuan menilai bahwa tindakan posesif yang sering dianggap sebagai bentuk perhatian justru dapat berkembang menjadi perilaku yang mengarah pada pengendalian, intimidasi, hingga kekerasan.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik terjadi di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Seorang perempuan berinisial TS diduga menjadi korban penganiayaan oleh kekasihnya hingga mengalami luka lebam di bagian wajah, tangan, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum. Polisi telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban serta mengumpulkan sejumlah alat bukti guna mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.

Kasus lain yang juga menyita perhatian masyarakat terjadi di wilayah Bandung. Seorang perempuan ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penyiksaan oleh kekasihnya dalam waktu yang cukup lama. Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan luas karena korban diduga mengalami kekerasan secara berulang sehingga menyebabkan kondisi fisik dan psikologisnya memburuk. Aparat kepolisian kemudian melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang terjadi dalam kasus tersebut.

Sejumlah pakar psikologi menjelaskan bahwa kekerasan dalam hubungan biasanya diawali dengan perilaku mengontrol pasangan, seperti membatasi pergaulan, mengawasi aktivitas sehari-hari, memeriksa telepon genggam, hingga melarang korban berkomunikasi dengan keluarga maupun teman. Apabila tidak segera disadari, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi ancaman verbal, kekerasan fisik, bahkan tindakan penyekapan yang membatasi kebebasan korban.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menganggap kekerasan dalam pacaran sebagai persoalan pribadi semata. Setiap tindakan penganiayaan, ancaman, penyekapan, maupun bentuk kekerasan lainnya merupakan tindak pidana yang dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Korban maupun keluarga diharapkan segera melaporkan kejadian kepada aparat penegak hukum agar memperoleh perlindungan dan pendampingan selama proses hukum berlangsung.

Selain penegakan hukum, berbagai lembaga perlindungan perempuan juga mendorong pentingnya edukasi mengenai hubungan yang sehat sejak usia remaja. Hubungan yang sehat dibangun atas dasar rasa saling percaya, komunikasi yang baik, serta penghormatan terhadap hak dan kebebasan masing-masing individu. Sikap posesif, intimidasi, ataupun tindakan mengendalikan pasangan tidak boleh dianggap sebagai bentuk kasih sayang karena berpotensi berkembang menjadi kekerasan yang membahayakan keselamatan korban.

Kasus-kasus yang terungkap dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam pacaran merupakan persoalan serius yang memerlukan perhatian seluruh elemen masyarakat. Dukungan keluarga, lingkungan, aparat penegak hukum, serta layanan pendampingan psikologis sangat penting agar korban dapat memperoleh perlindungan dan memulihkan diri dari trauma yang dialami. Masyarakat juga diharapkan lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam hubungan sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum menimbulkan dampak yang lebih berat.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Mental dan Kekompakan, Tim Support Psikologi Berikan Penguatan kepada Personel Operasi Damai Cartenz-2026 di Puncak Jaya

    Jaga Mental dan Kekompakan, Tim Support Psikologi Berikan Penguatan kepada Personel Operasi Damai Cartenz-2026 di Puncak Jaya

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jaga Mental dan Kekompakan, Tim Support Psikologi Berikan Penguatan kepada Personel Operasi Damai Cartenz-2026 di Puncak Jaya Tim Support Psikologi memberikan pendampingan kepada personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 yang tengah menjalankan tugas di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi psikologis personel sekaligus memperkuat kekompakan di tengah rutinitas […]

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Salurkan Bantuan Sosial di Cikeas Udik Bogor

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Salurkan Bantuan Sosial di Cikeas Udik Bogor

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • visibility 30
    • 0Komentar

      Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Salurkan Bantuan Sosial di Cikeas Udik Bogor Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai […]

  • Rekening Aktivis Pati Kembali Diaktifkan, Polda Metro Jaya Pastikan Donasi Tak Bermasalah

    Rekening Aktivis Pati Kembali Diaktifkan, Polda Metro Jaya Pastikan Donasi Tak Bermasalah

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Rekening Aktivis Pati Kembali Diaktifkan, Polda Metro Jaya Pastikan Donasi Tak Bermasalah Rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono, kembali dapat digunakan setelah Polda Metro Jaya menyelesaikan penelusuran terhadap dana yang tersimpan di dalam rekening tersebut. Sebelumnya, transaksi pada rekening itu sempat ditunda ketika Supriyono mendampingi warga Pati menyampaikan aspirasi di Jakarta. Polda […]

  • Daftar Harga Emas Perhiasan 28 Juli 2026, Raja Emas dan Laku Emas Jadi Acuan Konsumen

    Daftar Harga Emas Perhiasan 28 Juli 2026, Raja Emas dan Laku Emas Jadi Acuan Konsumen

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Daftar Harga Emas Perhiasan 28 Juli 2026, Raja Emas dan Laku Emas Jadi Acuan Konsumen Harga emas perhiasan pada Selasa, 28 Juli 2026, kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang berencana membeli perhiasan maupun berinvestasi dalam bentuk emas. Pergerakan harga yang terjadi di sejumlah toko perhiasan, termasuk Raja Emas dan Laku Emas, dipengaruhi oleh […]

  • Polri Tanam Bawang Putih di 14 Daerah

    Polri Tanam Bawang Putih di 14 Daerah

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Polri Tanam Bawang Putih di 14 Daerah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turut mengambil bagian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih di sejumlah wilayah Indonesia. Program tersebut dilakukan dengan melibatkan kelompok tani dan menjadi bagian dari langkah mendorong peningkatan produksi bawang putih dalam negeri. Pengembangan komoditas bawang putih tersebut telah […]

  • Buronan Kasus Begal di Lampung Tewas Ditembak Polisi Saat Proses Penangkapan

    Buronan Kasus Begal di Lampung Tewas Ditembak Polisi Saat Proses Penangkapan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Buronan Kasus Begal di Lampung Tewas Ditembak Polisi Saat Proses Penangkapan Seorang buronan yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi pembegalan di wilayah Lampung dilaporkan tewas setelah terkena tembakan petugas kepolisian dalam proses penangkapan. Tindakan tegas tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan diduga melakukan perlawanan dan dianggap membahayakan keselamatan aparat maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Menurut […]

expand_less