Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Panen 10 Ton Ikan dan Udang di Muara Gembong
- calendar_month 7 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Panen 10 Ton Ikan dan Udang di Muara Gembong
Polda Metro Jaya menggelar panen raya hasil tambak di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat ketersediaan bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat.
Dalam panen tersebut, Polda Metro Jaya berhasil menghasilkan sekitar 10 ton komoditas perikanan yang terdiri atas ikan nila, ikan mujair, lele, dan udang. Hasil budidaya tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pasokan bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Metro Jaya di wilayah Bekasi.
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kapolres Metro Bekasi Kombes Andi Oddang, serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.
Kawasan tambak yang dikembangkan di Muara Gembong memiliki luas sekitar 54 hektare. Area tersebut terbagi menjadi delapan blok dengan total 128 kolam atau tambak. Budidaya dilakukan secara bertahap sehingga hasil produksi dapat dipanen secara berkala dan menjadi bagian dari rantai pasok pangan.
Dalam panen kali ini, komoditas yang dipanen berasal dari 20 kolam ikan nila dan mujair, dua kolam lele, serta 10 kolam udang. Secara keseluruhan, hasil dari kolam-kolam tersebut mencapai sekitar 10 ton.
Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengatakan program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi. Pengembangan kawasan produktif dinilai dapat membuka kesempatan kerja sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Selain budidaya ikan dan udang, kawasan tersebut juga dikembangkan dengan sejumlah komoditas lain. Polda Metro Jaya menyebut terdapat kolam tambak ikan, ayam petelur, serta ternak kambing yang turut dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Budidaya ikan yang dilakukan di kawasan tersebut memiliki siklus produksi yang terukur. Ikan yang dipanen dalam kegiatan tersebut telah melalui masa pemeliharaan sekitar 120 hari. Selanjutnya, proses panen akan dilakukan secara berkala pada kolam-kolam lainnya sehingga produksi dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa hasil panen akan diarahkan untuk mendukung pasokan bahan baku SPPG di wilayah Bekasi. Pemanfaatan hasil tambak tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bahan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Pengembangan tambak di Muara Gembong juga menunjukkan adanya pemanfaatan potensi wilayah untuk kegiatan produktif. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan komoditas pangan secara rutin sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Metro Jaya tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga mencakup pengembangan ekosistem produksi pangan. Ketersediaan lahan, pengelolaan kolam, pemeliharaan komoditas, hingga penyaluran hasil produksi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga kesinambungan pasokan.
Melalui panen raya tersebut, Polda Metro Jaya menunjukkan pengembangan sektor perikanan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan di wilayah Bekasi. Hasil produksi yang mencapai 10 ton diharapkan dapat terus dikembangkan seiring dengan pemanfaatan seluruh area tambak yang tersedia.
Dengan adanya panen secara berkala, produksi ikan dan udang dari kawasan Muara Gembong berpotensi menjadi salah satu sumber pasokan yang dapat menunjang kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Pengembangan tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sektor pangan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar