Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infotaintment » Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik Sespim Perkuat Edukasi Penanganan Karhutla

Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik Sespim Perkuat Edukasi Penanganan Karhutla

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik Sespim Perkuat Edukasi Penanganan Karhutla

PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan peserta didik pendidikan kepolisian. Sebanyak 85 Serdik Sespim dilibatkan untuk memperluas edukasi kepada masyarakat di wilayah yang memiliki potensi karhutla.

Pelibatan peserta didik tersebut menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla yang masih menjadi perhatian di Sumatera Selatan. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai kondisi karhutla, tetapi juga diarahkan untuk turun langsung ke lapangan. Mereka diharapkan mampu menyampaikan pesan pencegahan dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami masyarakat.

Upaya pencegahan dilakukan dengan mengedepankan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diajak untuk ikut mengawasi lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Polda Sumsel menilai edukasi secara langsung menjadi salah satu langkah penting karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Kebakaran lahan juga dapat memengaruhi kesehatan, aktivitas ekonomi, transportasi, serta kehidupan sosial masyarakat.

Sebelum diterjunkan ke wilayah sasaran, para peserta didik mendapatkan pembekalan mengenai karakteristik karhutla di Sumatera Selatan. Materi tersebut mencakup pentingnya pencegahan, deteksi dini, komunikasi dengan masyarakat, serta respons terhadap potensi kebakaran.

Pendekatan preventif tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Penanganan karhutla dinilai tidak dapat hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat sejak tahap pencegahan.

Sebelumnya, Polda Sumsel bersama peserta didik dari sejumlah lembaga pendidikan Polri juga telah melakukan edukasi kepada masyarakat di sembilan wilayah hukum polres jajaran. Program tersebut menjangkau 2.415 warga dan diisi dengan berbagai kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla.

Wilayah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut antara lain Banyuasin, PALI, OKU, Prabumulih, OKI, Musi Banyuasin, OKU Timur, Ogan Ilir, dan Muara Enim. Kegiatan dilakukan melalui edukasi langsung, penyampaian imbauan, pembagian masker, pemasangan pamflet, hingga bantuan sosial.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa pencegahan karhutla perlu dimulai dari kesadaran masyarakat. Menurutnya, edukasi langsung diperlukan agar masyarakat memahami bahwa karhutla dapat memberikan dampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas sehari-hari.

Selain edukasi, Polda Sumsel juga menekankan pentingnya deteksi dini. Informasi mengenai titik api atau potensi kebakaran yang diterima lebih awal akan membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.

Tim edukasi juga diarahkan membangun komunikasi yang humanis dengan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan mengenai pencegahan karhutla dapat diterima dengan baik dan mendorong masyarakat ikut menjaga lingkungan.

Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, unsur terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Seluruh pihak diharapkan memiliki kepedulian yang sama terhadap pencegahan serta perlindungan lingkungan.

Polda Sumsel juga terus mengembangkan langkah penanganan karhutla melalui pencegahan, pemadaman, mitigasi, dan penegakan hukum terhadap perkara yang memenuhi unsur pelanggaran. Kapolda Sumsel sebelumnya menegaskan bahwa seluruh unsur harus bergerak bersama dalam mengendalikan karhutla.

Melalui keterlibatan 85 Serdik Sespim, Polda Sumsel berharap jangkauan edukasi kepada masyarakat semakin luas. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Sumatera Selatan.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less