Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Polisi Tetapkan Tiga Warga SAD sebagai Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI di Sarolangun

Polisi Tetapkan Tiga Warga SAD sebagai Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI di Sarolangun

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polisi Tetapkan Tiga Warga SAD sebagai Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI di Sarolangun

Kepolisian menetapkan tiga warga Suku Anak Dalam (SAD) sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI Angkatan Darat yang terjadi di wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Sarolangun menggelar perkara dan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap warga yang sebelumnya diamankan.

Dari total 14 warga SAD yang sempat diamankan dalam penanganan perkara tersebut, polisi menetapkan tiga orang berinisial R, B, dan D sebagai tersangka. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan saksi, fakta yang ditemukan selama proses penyidikan, serta alat bukti yang telah dikumpulkan oleh penyidik.

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah mengatakan proses penetapan tersangka dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Polisi memastikan penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan asas hukum dalam setiap tahapan penyidikan.

Ketiga tersangka kemudian dipindahkan dari Mako Polres Sarolangun ke Mako Polda Jambi pada Selasa malam, 1 September 2026. Pemindahan tersebut dilakukan dengan pengawalan personel kepolisian untuk memastikan keamanan sekaligus mendukung proses penanganan perkara pada tahap selanjutnya.

Selain menetapkan tiga tersangka, polisi juga menemukan dua warga SAD lainnya yang berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Kedua warga tersebut berinisial J dan R. Kepolisian selanjutnya berkoordinasi dengan BNNP Jambi untuk menjalani proses asesmen dan menentukan langkah penanganan sesuai hasil pemeriksaan.

Sementara itu, sembilan warga lainnya yang sebelumnya turut diamankan telah dipulangkan. Di antara mereka terdapat tiga orang yang masih berusia di bawah umur. Polisi menyatakan penanganan terhadap warga yang masih di bawah umur dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum dan perlindungan anak.

Kasus tersebut bermula dari insiden yang terjadi di area perkebunan sawit PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Peristiwa itu melibatkan sejumlah anggota TNI yang sedang menjalankan tugas pengamanan di kawasan perkebunan dengan warga SAD.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video keributan beredar di media sosial. Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, ketegangan terjadi setelah adanya dugaan pengambilan buah sawit di kawasan perkebunan. Situasi yang awalnya merupakan perselisihan kemudian berkembang menjadi tindakan kekerasan terhadap sejumlah anggota TNI yang berada di lokasi.

Aparat kepolisian selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan warga yang diamankan dilakukan untuk mengetahui peran masing-masing pihak serta memastikan fakta hukum yang menjadi dasar penanganan perkara.

Kapolres Sarolangun menegaskan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Polisi masih melengkapi alat bukti serta melakukan pemeriksaan tambahan agar proses hukum dapat berjalan berdasarkan fakta yang ditemukan.

Di tengah proses hukum tersebut, Polres Sarolangun juga meningkatkan pengamanan di lingkungan markas kepolisian. Penebalan personel dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan memastikan seluruh tahapan penanganan perkara berlangsung tertib serta kondusif.

Kepolisian turut membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, pemangku kepentingan, serta para Tumenggung Suku Anak Dalam di wilayah Sarolangun. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap tenang dan mencegah munculnya konflik lanjutan di tengah masyarakat.

Polisi mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta menghormati proses penyidikan dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Komunikasi antara kepolisian, masyarakat dan tokoh adat diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang aman selama proses hukum berlangsung.

Penyidik hingga kini masih mendalami perkara tersebut untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian. Seluruh proses akan dilakukan berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku sehingga penanganan kasus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Selidiki Dugaan Lowongan Kerja Bodong di Pasar Minggu, Sejumlah Calon Pelamar Mengaku Rugi hingga Jutaan Rupiah

    Polisi Selidiki Dugaan Lowongan Kerja Bodong di Pasar Minggu, Sejumlah Calon Pelamar Mengaku Rugi hingga Jutaan Rupiah

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • visibility 8
    • 0Komentar

      Polisi Selidiki Dugaan Lowongan Kerja Bodong di Pasar Minggu, Sejumlah Calon Pelamar Mengaku Rugi hingga Jutaan Rupiah Kepolisian tengah menyelidiki dugaan lowongan pekerjaan palsu yang beredar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah calon pelamar mengaku mengalami kerugian setelah mengikuti tawaran pekerjaan yang diduga mengharuskan mereka menyerahkan sejumlah uang. Kapolsek […]

  • Meski Rumah Terdampak Gempa, Pengabdian Anggota Polri Tak Berhenti

    Meski Rumah Terdampak Gempa, Pengabdian Anggota Polri Tak Berhenti

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Meski Rumah Terdampak Gempa, Pengabdian Anggota Polri Tak Berhenti Gempa bumi yang mengguncang wilayah terdampak tidak hanya memberikan dampak terhadap masyarakat, tetapi juga dirasakan oleh sejumlah anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Di tengah kondisi rumah yang turut mengalami kerusakan akibat gempa, tugas dan tanggung jawab sebagai anggota kepolisian tetap dijalankan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa […]

  • Truk Bermuatan Besi Tabrak Truk Tanah di Tol JORR Arah Cikunir, Kemacetan Mengular Sejak Pagi

    Truk Bermuatan Besi Tabrak Truk Tanah di Tol JORR Arah Cikunir, Kemacetan Mengular Sejak Pagi

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Truk Bermuatan Besi Tabrak Truk Tanah di Tol JORR Arah Cikunir, Kemacetan Mengular Sejak Pagi Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) arah Cikunir pada Jumat pagi setelah sebuah truk pengangkut besi menabrak bagian belakang truk pengangkut tanah. Insiden tersebut menyebabkan arus kendaraan mengalami perlambatan cukup panjang karena sebagian lajur […]

  • Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka

    Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka Kapolri menyoroti pentingnya Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta semangat pengabdian generasi muda. Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya menjadi wadah untuk melakukan berbagai aktivitas di luar ruang, tetapi juga menjadi sarana pembentukan sikap dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengungkapkan bahwa […]

  • Rasio Tabungan Masyarakat Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia, LPS Dorong Penguatan Pembiayaan Domestik

    Rasio Tabungan Masyarakat Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia, LPS Dorong Penguatan Pembiayaan Domestik

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Rasio Tabungan Masyarakat Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia, LPS Dorong Penguatan Pembiayaan Domestik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti masih rendahnya rasio tabungan masyarakat Indonesia dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia, termasuk Malaysia. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas pembiayaan domestik sehingga tidak terlalu […]

  • Survei IDM: Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Polri Sentuh 79,2 Persen, Pengungkapan Kasus Ekonomi Khusus Jadi Sorotan

    Survei IDM: Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Polri Sentuh 79,2 Persen, Pengungkapan Kasus Ekonomi Khusus Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • visibility 54
    • 0Komentar

      Jakarta – Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei terbaru mengenai persepsi publik terhadap kinerja Polri dalam pelayanan dan penegakan hukum. Hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri mencapai 79,2 persen. Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman menyebut capaian tersebut berkaitan dengan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap berbagai langkah penegakan hukum dan pelayanan publik […]

expand_less