Mobil Panther Tertemper Kereta Api di Prabumulih, Empat Orang Meninggal dan Satu Kritis
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mobil Panther Tertemper Kereta Api di Prabumulih, Empat Orang Meninggal dan Satu Kritis
Kecelakaan melibatkan mobil Isuzu Panther Touring dan kereta api penumpang terjadi di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami kondisi kritis. Kecelakaan terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 15.15 WIB.
Peristiwa itu berlangsung di kawasan Jalan Pakjo, tepatnya di sekitar kilometer 32589, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Lokasi kejadian merupakan perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu.
Berdasarkan keterangan kepolisian, mobil Isuzu Panther Touring berwarna putih dengan nomor polisi BG-1348-DF saat itu melaju dari arah Gunung Ibul Barat menuju Kelurahan Sukajadi. Ketika kendaraan tiba di perlintasan, pada saat yang bersamaan datang kereta api penumpang S10 Bukit Serelo yang melayani perjalanan dari Lubuklinggau menuju Palembang.
Kecelakaan kemudian tidak dapat dihindarkan. Mobil tersebut tertemper kereta api hingga terpental dari lokasi kejadian. Petugas dan pihak terkait langsung melakukan penanganan serta mengevakuasi para korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Empat korban dalam kejadian tersebut dinyatakan meninggal dunia. Mereka masing-masing berinisial SO berusia 65 tahun, MA berusia 56 tahun, SE berusia 25 tahun, dan RI yang masih berusia 7 tahun. Sementara itu, seorang korban berinisial AP berusia 15 tahun dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Para korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bunda untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga melakukan proses identifikasi terhadap para korban serta mengumpulkan informasi mengenai kronologi lengkap kecelakaan.
Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan kendaraan pribadi dengan kereta api tersebut. Polisi menyebut kecelakaan terjadi ketika kendaraan berada di perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan kereta penumpang melintas di jalurnya.
Petugas kepolisian bersama tim terkait kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara lebih lengkap rangkaian kejadian, kondisi perlintasan, serta faktor-faktor yang diduga berperan dalam kecelakaan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi juga menyampaikan bahwa tim Inafis dan petugas piket masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan dan memperbarui informasi terkait kecelakaan. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh data mengenai kejadian dan identitas korban dapat dihimpun dengan tepat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan setiap pengguna jalan ketika melewati perlintasan kereta api, terutama perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu. Pengendara perlu memastikan kondisi jalur aman sebelum melintas dan memperhatikan keberadaan kereta api yang mungkin sedang mendekati perlintasan.
Pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terkait kecelakaan tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kejadian akan diketahui setelah proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai dilakukan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar