Viral Dugaan Kantor Loker Palsu di Pasar Minggu, Polisi Cek TKP dan Periksa Calon Korban
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Theodorus Echeal Setiyawan menjelaskan soal kasus penipuan lowongan kerja palsu yang ramai disorot di medsos
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Viral Dugaan Kantor Loker Palsu di Pasar Minggu, Polisi Cek TKP dan Periksa Calon Korban
Kasus dugaan penipuan berkedok lowongan kerja (loker) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Lokasi yang disebut menawarkan pekerjaan tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada para pelamar.
Informasi mengenai dugaan loker palsu itu kemudian mendapat perhatian aparat kepolisian. Polsek Pasar Minggu langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik aktivitas perusahaan yang menjadi sorotan.
Kapolsek Pasar Minggu Kompol Theodorus Echeal Setiyawan mengatakan polisi telah mendatangi lokasi yang disebut dalam informasi tersebut. Petugas juga melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan sejumlah bukti yang diperlukan untuk proses penyelidikan.
Lokasi yang diperiksa merupakan sebuah rumah toko atau rukan di kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tempat tersebut menjadi sorotan setelah muncul video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang mendatangi lokasi.
Polisi menyatakan hingga Jumat, 4 September 2026, belum menerima laporan polisi secara resmi dari pihak yang mengaku menjadi korban. Meski demikian, informasi awal yang beredar tetap ditindaklanjuti untuk memastikan apakah terdapat dugaan tindak pidana.
Menurut kepolisian, keterangan dari calon korban sangat dibutuhkan untuk mengungkap bagaimana proses perekrutan dilakukan. Polisi perlu mengetahui tahapan yang dijalani pelamar serta bentuk pembayaran yang diminta sebelum pekerjaan diberikan.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan awal dari empat orang yang diduga menjadi calon korban. Mereka dibawa ke Polsek Pasar Minggu untuk memberikan informasi mengenai pengalaman yang mereka alami.
Besaran uang yang disebut telah dikeluarkan calon korban juga berbeda-beda. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, ada calon korban yang mengaku memberikan uang sekitar Rp50 ribu sebagai uang jaminan atau tanda jadi.
Sementara itu, calon korban lainnya mengaku mengalami kerugian dengan nilai yang lebih besar. Polisi menyebut terdapat keterangan mengenai pengeluaran sekitar Rp1,8 juta hingga Rp1,9 juta.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa seluruh pembayaran tersebut merupakan bagian dari tindak pidana. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan mencocokkan keterangan para pihak sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Salah satu hal yang ikut diperiksa adalah legalitas perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan tersebut. Polisi ingin memastikan apakah perusahaan tersebut memiliki izin serta menjalankan kegiatan perekrutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan dugaan kantor loker palsu beredar di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah pihak mengaku mendatangi lokasi setelah mendapatkan informasi mengenai adanya calon pelamar yang diduga mengalami kerugian.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan, khususnya apabila calon pekerja diminta menyerahkan uang terlebih dahulu. Tawaran pekerjaan yang menjanjikan posisi tertentu dengan syarat pembayaran perlu diperiksa secara cermat.
Masyarakat yang merasa dirugikan atau memiliki informasi terkait dugaan penipuan tersebut juga dipersilakan memberikan keterangan kepada kepolisian. Informasi dari masyarakat dapat membantu penyidik memperjelas rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
Polsek Pasar Minggu masih melanjutkan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila telah memperoleh bukti dan informasi yang cukup untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.
Kasus dugaan loker palsu ini menjadi pengingat bagi para pencari kerja agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang meminta pembayaran di awal. Verifikasi identitas perusahaan, alamat kantor, serta prosedur rekrutmen menjadi langkah penting sebelum menyerahkan data maupun uang kepada pihak yang menawarkan pekerjaan.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar