Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Ajakan Demo 27 Agustus 2026
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Ajakan Demo 27 Agustus 2026
Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ajakan mobilisasi aksi unjuk rasa yang beredar di media sosial menjelang rencana demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Kepolisian meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama apabila ajakan tersebut berasal dari sumber yang tidak jelas.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum menyebarkan maupun mengikuti ajakan yang beredar di ruang digital. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan dapat memengaruhi situasi keamanan serta ketertiban di tengah masyarakat.
Polda Jabar menilai perkembangan informasi melalui media sosial perlu disikapi secara bijak. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai setiap pesan yang diterima, terlebih apabila informasi tersebut berisi ajakan untuk melakukan mobilisasi massa tanpa penjelasan mengenai sumber, tujuan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.
Hendra menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Namun, pelaksanaan aksi tetap harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum, menjaga ketertiban, serta menghormati hak masyarakat lain yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepolisian mengajak masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi untuk melakukannya secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara teratur diharapkan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan gangguan terhadap keamanan maupun aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Selain mengingatkan peserta aksi, Polda Jabar juga meminta masyarakat tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk melakukan provokasi. Informasi yang belum jelas kebenarannya sebaiknya tidak langsung disebarkan karena dapat memperbesar keresahan dan menimbulkan persepsi yang keliru.
Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Jawa Barat. Menurut Polda Jabar, keamanan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran masyarakat melalui sikap saling menghormati, menjaga komunikasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terbukti kebenarannya.
Imbauan tersebut disampaikan menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai daerah diketahui tengah mempersiapkan diri untuk menyampaikan aspirasi di Jakarta dengan membawa tuntutan yang berbeda-beda.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat diharapkan dapat memilah informasi secara lebih cermat. Setiap informasi mengenai aksi maupun ajakan mobilisasi sebaiknya diperiksa sumber dan kebenarannya sebelum diteruskan kepada orang lain. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah beredarnya informasi yang menyesatkan.
Polda Jawa Barat menekankan pentingnya menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Masyarakat yang menemukan informasi mencurigakan juga diimbau tidak langsung mempercayai atau menyebarkannya. Prinsip menyaring informasi sebelum membagikannya dinilai menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga ketenangan di tengah masyarakat.
Dengan adanya imbauan tersebut, kepolisian berharap masyarakat dapat menyikapi rencana aksi secara dewasa dan bertanggung jawab. Perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan melalui mekanisme yang tersedia, namun keamanan, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas harus tetap menjadi perhatian bersama.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar