SPN Polda Metro Jaya Asah Empati Siswa Lewat Bakti Sosial
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: SPN Polda Metro Jaya menjaga tradisi pengambilan bendera peleton dengan berbagi kepada warga
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebanyak 774 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Ajaran 2026 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya mengikuti kegiatan bakti sosial di kawasan Bodogol, Desa Watesjaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter calon anggota Polri agar tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan mental yang kuat, tetapi juga mempunyai kepedulian serta empati terhadap masyarakat.
Kegiatan bakti sosial tersebut digelar bersamaan dengan rangkaian tradisi pengambilan Bendera Peleton, Kompi, dan Batalyon. Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan berjalan kaki atau long march sejauh 5,5 kilometer dari SPN Polda Metro Jaya menuju Lapangan Bodogol. Sesampainya di lokasi, para siswa menerima bendera peleton dan kompi sebelum kemudian melanjutkan kegiatan sosial dengan membagikan bantuan kepada masyarakat yang berada di sepanjang rute kegiatan.
Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol Abdul Waras mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat. Menurutnya, seorang anggota kepolisian tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

SPN Polda Metro Jaya menjaga tradisi pengambilan bendera peleton dengan berbagi kepada warga, Minggu (23/8/2026).
Abdul Waras menekankan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu bentuk latihan sebelum para siswa nantinya menjalankan tugas di lapangan. Melalui interaksi langsung dengan warga, para calon anggota Polri diharapkan dapat memahami kondisi masyarakat sekaligus menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang menerima bantuan. Salah seorang warga, Sayuti, mengapresiasi kehadiran para siswa SPN Polda Metro Jaya yang turun langsung untuk berbagi dengan warga. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa ketika nantinya telah bertugas sebagai anggota kepolisian dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.
Setelah menyelesaikan kegiatan bakti sosial, para siswa kembali melanjutkan perjalanan dengan long march tahap kedua sejauh 7,5 kilometer menuju Lapangan Tri Brata. Di lokasi tersebut, rangkaian tradisi dilanjutkan dengan pengambilan Bendera Batalyon yang menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan dan pembentukan karakter siswa selama menjalani pendidikan kepolisian.
Pengambilan bendera tersebut memiliki makna sebagai simbol kebanggaan, kehormatan, dan tanggung jawab. Bendera Peleton, Kompi, dan Batalyon kemudian diserahkan kepada perwakilan resimen siswa dalam sebuah upacara yang dipimpin oleh Kepala SPN Polda Metro Jaya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Waras juga mengingatkan para siswa agar menjaga amanah serta nama baik almamater ketika nantinya menjalankan tugas kedinasan. Menurutnya, setiap anggota Polri membawa nama institusi sehingga sikap dan perilaku ketika berada di tengah masyarakat turut menentukan kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan apel konsolidasi yang diikuti seluruh siswa bersama jajaran pengasuh SPN Polda Metro Jaya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, serta nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter calon anggota Polri.
Melalui kegiatan seperti ini, pendidikan kepolisian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan kesiapan menghadapi tugas, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan. Kedekatan dengan masyarakat diharapkan menjadi salah satu bekal penting bagi para siswa ketika nantinya terjun langsung memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar