DPR Akan Dalami Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Dorong Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DPR Akan Dalami Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Dorong Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memastikan akan mendalami secara menyeluruh penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Insiden yang mengakibatkan korban jiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi laut di Indonesia. DPR menegaskan bahwa penyelidikan harus dilakukan secara transparan sehingga penyebab pasti kebakaran dapat diketahui dan menjadi dasar perbaikan di masa mendatang.
Anggota Komisi V DPR RI menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses penyelamatan, mulai dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang ikut membantu evakuasi para penumpang. Menurutnya, keselamatan korban tetap menjadi prioritas utama, namun investigasi terhadap penyebab kebakaran juga harus berjalan secara profesional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
DPR berencana memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, operator kapal, serta instansi yang memiliki kewenangan di bidang keselamatan pelayaran. Melalui rapat kerja tersebut, DPR akan meminta penjelasan mengenai kondisi kapal sebelum berlayar, hasil pemeriksaan kelayakan operasional, prosedur keselamatan yang diterapkan, hingga penanganan darurat saat kebakaran terjadi. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai penyebab insiden.
Selain menelusuri penyebab kebakaran, DPR juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap sistem pengawasan kapal penumpang yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Aspek yang akan menjadi perhatian antara lain kepatuhan operator terhadap standar keselamatan, efektivitas inspeksi berkala, kesiapan alat pemadam kebakaran, kelengkapan peralatan keselamatan, serta kemampuan awak kapal dalam menangani keadaan darurat. Seluruh aspek tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan penumpang selama pelayaran.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah memulai proses investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran. Tim investigasi akan memeriksa kondisi teknis kapal, sistem kelistrikan dan mesin, prosedur operasional, hingga faktor lain yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi guna meningkatkan standar keselamatan transportasi laut nasional.
DPR menilai bahwa insiden KMP Mutiara Sentosa II harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sektor pelayaran. Pemerintah diminta tidak hanya menyelesaikan investigasi, tetapi juga memastikan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan benar-benar diterapkan oleh operator kapal maupun regulator. Dengan demikian, budaya keselamatan dapat menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi laut.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memastikan seluruh korban dan keluarga terdampak memperoleh pelayanan maksimal, mulai dari proses evakuasi, penanganan medis, hingga pemenuhan hak-hak korban sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta lembaga terkait diharapkan mampu mempercepat proses penanganan pascainsiden sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut nasional.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar