Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infotaintment » Santri Terlantar di Bone Ambil Uang Kotak Amal Masjid Demi Makan, Sisa Uang Dikembalikan

Santri Terlantar di Bone Ambil Uang Kotak Amal Masjid Demi Makan, Sisa Uang Dikembalikan

  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Santri Terlantar di Bone Ambil Uang Kotak Amal Masjid Demi Makan, Sisa Uang Dikembalikan

Kisah menyentuh datang dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ketika seorang santri berusia 16 tahun diamankan warga setelah diduga mengambil uang dari kotak amal sebuah masjid. Belakangan terungkap, remaja tersebut nekat melakukan perbuatannya bukan untuk berfoya-foya, melainkan karena sudah beberapa hari hidup terlantar tanpa makanan dan tempat tinggal setelah meninggalkan pondok pesantren. Bahkan, uang yang tidak digunakan untuk membeli makanan dikembalikannya ke dalam kotak amal masjid.

Peristiwa itu terjadi di Masjid Dahlan Wellang, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Pengurus masjid sebelumnya memang telah meningkatkan pengawasan karena beberapa kali mendapati uang kotak amal berkurang secara misterius. Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), mereka akhirnya mengetahui seorang remaja yang diduga mengambil uang tersebut. Ketika remaja itu kembali datang ke masjid seusai salat Asar, pengurus bersama warga langsung mengamankannya sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dalam pemeriksaan, remaja berinisial MK mengaku berasal dari Lampung Utara dan merupakan seorang santri. Ia menjelaskan telah meninggalkan pondok pesantrennya karena ingin pulang ke kampung halaman setelah mendapat kabar bahwa ibunya sedang sakit. Namun, karena tidak memiliki biaya perjalanan maupun sanak saudara di Bone, ia hidup berpindah-pindah selama beberapa hari dengan tidur di sekitar masjid dan pinggir jalan. Kondisi lapar yang berkepanjangan membuatnya nekat mengambil sebagian uang dari kotak amal hanya untuk membeli makanan.

MK juga mengaku tidak mengambil seluruh isi kotak amal. Ia hanya mengambil uang secukupnya untuk memenuhi kebutuhan makan, sedangkan sisa uang yang masih berada di tangannya dikembalikan ke dalam kotak amal. Pengakuan tersebut membuat banyak pihak tersentuh karena di balik tindakannya yang melanggar hukum, terdapat kondisi keterlantaran dan kesulitan ekonomi yang sedang dialaminya.

Pengurus masjid menyatakan bahwa remaja tersebut tidak merusak kotak amal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia menggunakan seutas kawat yang diberi perekat untuk menarik lembaran uang melalui celah kotak amal. Cara tersebut memungkinkan pelaku mengambil beberapa lembar uang tanpa merusak kotak amal yang terkunci. Meski demikian, tindakan tersebut tetap dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana sehingga harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Setelah mengetahui latar belakang kehidupan MK, pengurus masjid memilih mengedepankan pendekatan yang lebih humanis. Mengingat pelaku masih berstatus anak di bawah umur, mereka berharap penyelesaian perkara dapat mempertimbangkan aspek perlindungan anak dan kondisi sosial yang melatarbelakangi perbuatannya. Polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak pondok pesantren serta keluarga remaja tersebut untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena memperlihatkan sisi lain dari sebuah tindak pidana. Di balik dugaan pencurian tersebut, tersimpan kisah seorang anak yang hidup tanpa tempat tinggal, kelaparan, serta merindukan keluarganya. Banyak pihak berharap penyelesaian perkara dapat dilakukan secara bijaksana dengan tetap menjunjung tinggi hukum sekaligus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial terhadap anak-anak yang mengalami keterlantaran. Dukungan dari masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, dan aparat penegak hukum diharapkan mampu membantu anak-anak yang menghadapi kesulitan hidup agar tidak terdorong melakukan tindakan yang melanggar hukum demi memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciptakan Situasi Wilayah Aman, Babinsa Ciledug Dan Serut Patroli Malam

    Ciptakan Situasi Wilayah Aman, Babinsa Ciledug Dan Serut Patroli Malam

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Ciptakan Situasi Wilayah Aman, Babinsa Ciledug Dan Serut Patroli Malam Kodam Jaya, Tangerang – Dalam rangka menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif, Koramil 04/Ciledug dan Koramil 09/Serut bersama Komduk melakukan patroli malam di wilayah binaan sampai ke titik lingkungan, Jum’at malam (28/08/2026). Kegiatan Patroli dibarengi dengan Siskamling Keliling bersama Unsur Komduk, Linmas, Ormas dan […]

  • Cara Menyimpan Alpukat Matang di Kulkas agar Tidak Menghitam dan Tetap Segar Lebih Lama

    Cara Menyimpan Alpukat Matang di Kulkas agar Tidak Menghitam dan Tetap Segar Lebih Lama

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Cara Menyimpan Alpukat Matang di Kulkas agar Tidak Menghitam dan Tetap Segar Lebih Lama Alpukat merupakan salah satu buah yang kaya akan nutrisi dan banyak digemari karena teksturnya yang lembut serta cita rasanya yang khas. Namun, buah ini memiliki kelemahan, yaitu mudah berubah warna menjadi kecokelatan atau menghitam setelah matang maupun setelah dipotong. Perubahan warna […]

  • Polisi Bubarkan Tawuran di Cakung Jaktim, Satu Pria Diamankan

    Polisi Bubarkan Tawuran di Cakung Jaktim, Satu Pria Diamankan

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Polisi Bubarkan Tawuran di Cakung Jaktim, Satu Pria Diamankan Jakarta Timur — Aksi tawuran yang terjadi di wilayah Cakung, Jakarta Timur, dibubarkan polisi pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Petugas juga menemukan dua senjata tajam jenis celurit di lokasi. Barang tersebut diamankan sebagai […]

  • Sidang Korupsi Bea Cukai, Orlando Minta Perkara Dipisahkan, Hakim Pertanyakan Dasar Permohonan

    Sidang Korupsi Bea Cukai, Orlando Minta Perkara Dipisahkan, Hakim Pertanyakan Dasar Permohonan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Sidang Korupsi Bea Cukai, Orlando Minta Perkara Dipisahkan, Hakim Pertanyakan Dasar Permohonan Sidang perdana perkara dugaan korupsi yang menjerat sejumlah mantan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta berlangsung dengan sejumlah dinamika. Salah satu terdakwa, Orlando Hamonangan, sempat menyampaikan permintaan agar proses persidangannya dipisahkan dari terdakwa lain. Permintaan tersebut […]

  • Purnawirawan Jenderal Polri Divonis Bebas di Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi

    Purnawirawan Jenderal Polri Divonis Bebas di Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Purnawirawan Jenderal Polri Divonis Bebas di Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi Seorang purnawirawan jenderal Polri dinyatakan bebas dalam perkara dugaan korupsi pengadaan smartboard di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Putusan tersebut menjadi perhatian karena perkara ini sebelumnya berkaitan dengan proses pengadaan perangkat teknologi untuk mendukung kegiatan pendidikan di daerah tersebut. Majelis hakim yang menangani perkara […]

  • Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

    Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • visibility 38
    • 0Komentar

      Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta Meninggalnya lima peserta calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) terus menjadi perhatian publik. Selain memunculkan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan pelatihan, termasuk […]

expand_less