Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“`html id=”bv9k3d”

Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

Upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan industri bioetanol berbasis tetes tebu (molases) dinilai perlu dibarengi dengan penguatan pasokan bahan baku agar target peningkatan penggunaan energi terbarukan dapat tercapai secara berkelanjutan. Seiring meningkatnya kebutuhan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan molases menjadi salah satu faktor utama yang akan menentukan keberhasilan implementasi program tersebut.

Bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan yang diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan impor BBM. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional dan upaya mencapai ketahanan energi. Namun, pengembangan industri ini membutuhkan jaminan pasokan bahan baku yang stabil agar produksi dapat berjalan secara optimal dari waktu ke waktu.

Selama ini, sebagian besar bioetanol di Indonesia diproduksi menggunakan tetes tebu yang merupakan hasil sampingan dari industri gula. Permasalahan muncul karena produksi tebu nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, produktivitas kebun yang belum maksimal, hingga kebutuhan gula nasional yang masih cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan molases untuk industri bioetanol juga masih terbatas sehingga diperlukan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok bahan baku.

Para pelaku industri menilai peningkatan produksi tebu harus berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas pabrik bioetanol. Apabila kapasitas pengolahan terus bertambah tanpa diimbangi peningkatan produksi bahan baku, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan pasokan yang dapat menghambat operasional industri. Oleh sebab itu, perlu adanya sinergi antara sektor perkebunan, industri gula, dan industri energi agar pengembangan bioetanol berlangsung secara berkesinambungan.

Selain memperkuat produksi tebu, pemerintah juga didorong untuk meningkatkan investasi di sektor perkebunan melalui perluasan areal tanam, penggunaan bibit unggul, modernisasi teknologi budidaya, serta peningkatan produktivitas petani. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi gula nasional sekaligus menghasilkan lebih banyak tetes tebu sebagai bahan baku industri bioetanol.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber bahan baku alternatif apabila produksi tetes tebu belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Beberapa komoditas seperti singkong, jagung, sorgum, hingga limbah biomassa mulai dikaji sebagai bahan baku pelengkap agar pengembangan bioetanol tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Diversifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pasokan sekaligus memperkuat ekosistem energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Pengembangan bioetanol juga dinilai memiliki manfaat ekonomi yang luas karena dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan industri berbasis energi hijau. Selain itu, penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM berpotensi menurunkan emisi karbon sehingga mendukung komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai target pembangunan berkelanjutan.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan produksi bahan baku, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani, pengembangan bioetanol berbasis tetes tebu diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat daya saing industri energi terbarukan Indonesia di masa depan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

“`

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Targetkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Perlindungan Hutan dan Pencegahan Karhutla

    Polri Targetkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Perlindungan Hutan dan Pencegahan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Polri Targetkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Perlindungan Hutan dan Pencegahan Karhutla JAWA TENGAH – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan penguatan personel Polisi Khusus Kehutanan dengan target mencapai 70.000 personel sebagai langkah menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini diarahkan untuk meningkatkan perlindungan kawasan hutan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menjaga […]

  • Presiden Apresiasi Sinergi TNI-Polri Tekan Karhutla di Kalteng hingga 7.000 Hektare

    Presiden Apresiasi Sinergi TNI-Polri Tekan Karhutla di Kalteng hingga 7.000 Hektare

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Presiden Apresiasi Sinergi TNI-Polri Tekan Karhutla di Kalteng hingga 7.000 Hektare Presiden Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap sinergi yang dilakukan jajaran TNI dan Polri bersama pemerintah daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menekan luasan wilayah yang terdampak kebakaran hingga sekitar 7.000 […]

  • Polsek Muara Padang Ground Check Hotspot di Indrapura, Lahan Terbakar Capai 10 Hektare

    Polsek Muara Padang Ground Check Hotspot di Indrapura, Lahan Terbakar Capai 10 Hektare

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Polsek Muara Padang Ground Check Hotspot di Indrapura, Lahan Terbakar Capai 10 Hektare Jajaran Polsek Muara Padang melakukan pengecekan langsung atau ground check terhadap titik panas yang terpantau di wilayah Indrapura, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas. […]

  • Polisi Selidiki Tewasnya Empat Orang Saat Padamkan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo

    Polisi Selidiki Tewasnya Empat Orang Saat Padamkan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Polisi Selidiki Tewasnya Empat Orang Saat Padamkan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo PROBOLINGGO – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyelidiki insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, yang menyebabkan empat orang meninggal dunia. Para korban merupakan bagian dari petugas dan unsur pendukung yang terlibat dalam […]

  • Wujud Kekeluargaan, Bhayangkari Cabang Landak Ranting Sebangki Jenguk Ny. Erni Arifin yang Sakit di Pontianak

    Wujud Kekeluargaan, Bhayangkari Cabang Landak Ranting Sebangki Jenguk Ny. Erni Arifin yang Sakit di Pontianak

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • visibility 68
    • 0Komentar

    LANDAK . Suasana penuh haru dan kehangatan kekeluargaan begitu terasa saat Bhayangkari Cabang Landak Ranting Sebangki melaksanakan kegiatan anjangsana dengan menjenguk Bhayangkari Ny. Erni Arifin yang tengah mengalami sakit di kediamannya yang beralamat di Kota Baru, Pontianak, Kamis (14/5/2026). Kedatangan rombongan Bhayangkari tersebut menjadi wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama keluarga besar Bhayangkari. […]

  • Rabu, 29 April 2026Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

    Rabu, 29 April 2026Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Tangerang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong penguatan konsep aglomerasi berbasis pendekatan sektoral untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kawasan perkotaan. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Novotel Tangerang BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (29/4/2026). Menurutnya, konsep aglomerasi bukan hal baru. Namun, implementasinya kerap […]

expand_less