Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Poster Ikonik “Hidup Ataoe Mati” Menjadi Simbol Perlawanan Trubus Soedarsono dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Poster Ikonik “Hidup Ataoe Mati” Menjadi Simbol Perlawanan Trubus Soedarsono dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“`html id=”r8ty4n”

Poster Ikonik “Hidup Ataoe Mati” Menjadi Simbol Perlawanan Trubus Soedarsono dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Nama Trubus Soedarsono kembali menjadi perhatian publik melalui kisah perjuangannya sebagai seniman yang turut mengambil bagian dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Salah satu karya yang paling dikenang adalah poster bertuliskan “Hidup Ataoe Mati”, sebuah media propaganda yang lahir pada masa perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Poster tersebut tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga simbol semangat perjuangan yang membakar keberanian rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Pada masa revolusi kemerdekaan, seni tidak sekadar dipandang sebagai ekspresi estetika, melainkan menjadi alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan perjuangan. Trubus Soedarsono memanfaatkan kemampuan artistiknya untuk menciptakan berbagai karya yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme. Poster “Hidup Ataoe Mati” menjadi salah satu karya yang paling menonjol karena menghadirkan pesan tegas bahwa kemerdekaan harus dipertahankan dengan segala pengorbanan.

Menurut sejumlah catatan sejarah, poster tersebut diproduksi ketika situasi politik dan keamanan Indonesia masih sangat tidak menentu. Agresi militer Belanda yang berusaha kembali menguasai Indonesia membuat para seniman ikut turun tangan melalui karya-karya visual yang mampu menggerakkan masyarakat. Melalui goresan tangan Trubus, seni berubah menjadi alat perjuangan yang memiliki kekuatan membangun keberanian dan optimisme di tengah situasi perang.

Karya-karya Trubus mendapat perhatian besar, termasuk dari pemerintah kolonial Belanda. Aktivitasnya dalam membuat poster-poster propaganda anti-kolonial membuat dirinya menjadi sasaran pengawasan hingga akhirnya sempat ditahan oleh pemerintah kolonial pada tahun 1948. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa karya seni pada masa itu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk opini publik serta memperkuat semangat perjuangan rakyat Indonesia.

Selain dikenal sebagai pelukis, Trubus juga merupakan sosok yang aktif dalam berbagai organisasi seni dan kebudayaan. Ia berada dalam lingkungan para maestro seni rupa Indonesia yang turut memperjuangkan kemerdekaan melalui karya-karya visual. Bersama sejumlah seniman lainnya, Trubus menjadi bagian dari generasi yang menjadikan seni sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa, bukan semata-mata sebagai media berkarya.

Perjalanan hidup Trubus Soedarsono kemudian memasuki babak yang kelam setelah terjadinya pergolakan politik pada tahun 1965. Namanya termasuk di antara banyak seniman dan aktivis yang dilaporkan menghilang pada masa tersebut. Hingga kini, keberadaan maupun akhir kehidupannya masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga dan para pemerhati sejarah. Kisah itu menjadikan Trubus bukan hanya dikenang melalui karya-karyanya, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah panjang dinamika politik Indonesia.

Untuk mengenang jasa dan dedikasinya, sejumlah komunitas seni di Yogyakarta menggelar pameran bertajuk 100 Tahun Trubus Soedarsono + 100 Hari Api Pengabdian Sujarwo. Pameran tersebut menghadirkan berbagai dokumentasi, karya, dan kisah perjalanan hidup Trubus sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusinya dalam perkembangan seni rupa modern Indonesia sekaligus perjuangan kemerdekaan bangsa. Pameran itu juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal lebih dekat sosok seniman yang pernah memainkan peran penting dalam sejarah nasional.

Melalui karya “Hidup Ataoe Mati”, Trubus Soedarsono meninggalkan warisan yang melampaui nilai artistik semata. Poster tersebut menjadi pengingat bahwa seni mampu menjadi alat perjuangan yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif, menyuarakan keberanian, serta menguatkan tekad sebuah bangsa untuk mempertahankan kemerdekaannya. Hingga kini, karya tersebut tetap dikenang sebagai salah satu simbol penting dalam sejarah seni perlawanan Indonesia.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

“`

Tags
  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Tak Ada Bara Tersisa, Dansat Brimob Kaltara Pimpin Pendinginan Karhutla

    Pastikan Tak Ada Bara Tersisa, Dansat Brimob Kaltara Pimpin Pendinginan Karhutla

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Pastikan Tak Ada Bara Tersisa, Dansat Brimob Kaltara Pimpin Pendinginan Karhutla Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Sutrisno Hady Santoso memimpin langsung kegiatan pemantauan dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Selimau, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Langkah tersebut dilakukan setelah api berhasil dikendalikan, dengan tujuan memastikan tidak ada lagi bara maupun […]

  • Brimob PMJ Dan Polres Jaksel Patroli Dini Hari di Blok M, Ratusan Pil Terlarang Diamankan

    Brimob PMJ Dan Polres Jaksel Patroli Dini Hari di Blok M, Ratusan Pil Terlarang Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • visibility 72
    • 0Komentar

      Jakarta – Personel Brimob Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan apel gabungan dalam rangka patroli antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026) dini hari. Kegiatan diawali apel yang dipimpin Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Apel […]

  • Polisi Tangkap Pria Terduga Jambret di Bogor, Diduga Beraksi hingga 30 Kali Sejak Januari 2026

    Polisi Tangkap Pria Terduga Jambret di Bogor, Diduga Beraksi hingga 30 Kali Sejak Januari 2026

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Polisi Tangkap Pria Terduga Jambret di Bogor, Diduga Beraksi hingga 30 Kali Sejak Januari 2026 Kepolisian menangkap seorang pria berinisial MF (27) yang diduga melakukan penjambretan terhadap sejumlah pengendara perempuan di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku telah melakukan aksi serupa sebanyak kurang lebih 30 kali sejak […]

  • Patroli Malam Satgas Karhutla Jambi Berbuah Hasil, Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap

    Patroli Malam Satgas Karhutla Jambi Berbuah Hasil, Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Patroli Malam Satgas Karhutla Jambi Berbuah Hasil, Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap Jambi — Patroli malam yang dilakukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi membuahkan hasil. Petugas mengamankan seorang pria berinisial SG yang diduga melakukan pembakaran lahan di kawasan Simpang Bejo, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Penangkapan tersebut bermula dari pemantauan […]

  • Bareskrim Polri Serahkan Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan dan Lima Anggotanya ke Paminal Polda Metro Jaya

    Bareskrim Polri Serahkan Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan dan Lima Anggotanya ke Paminal Polda Metro Jaya

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bareskrim Polri Serahkan Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan dan Lima Anggotanya ke Paminal Polda Metro Jaya Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menyerahkan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Tangerang Selatan beserta lima orang anggotanya kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Paminal) Polda Metro Jaya. Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan internal terhadap […]

  • Polri dan MUI Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama dan Keamanan Masyarakat

    Polri dan MUI Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama dan Keamanan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Polri dan MUI Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama dan Keamanan Masyarakat JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat kerja sama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan umat di tengah masyarakat. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan jajaran pengurus MUI di Kantor […]

expand_less