Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD TTU Terkait Penyelidikan Kematian Dokter Icha

Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD TTU Terkait Penyelidikan Kematian Dokter Icha

  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD TTU Terkait Penyelidikan Kematian Dokter Icha

Penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPRD TTU sebagai bagian dari proses penyelidikan atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang dikenal dengan nama Dokter Icha. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan adanya intimidasi yang disebut dialami korban sebelum meninggal dunia.

Kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Seluruh pihak yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut akan dimintai keterangan guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai rangkaian kejadian sebelum korban meninggal dunia.

Selain memanggil tiga anggota DPRD, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah tenaga kesehatan dan rekan kerja yang berada bersama Dokter Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Keterangan para saksi dinilai penting untuk melengkapi alat bukti serta memperjelas kronologi kejadian yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Dalam proses pengumpulan bukti, kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memperoleh rekam medis korban, termasuk riwayat kondisi kesehatan fisik maupun psikologis selama menjalani perawatan. Tidak hanya itu, penyidik turut melibatkan ahli pidana dan ahli psikologi guna menganalisis apakah dugaan intimidasi yang dilaporkan memiliki keterkaitan secara hukum dengan peristiwa yang terjadi.

Kapolres TTU menegaskan bahwa setiap perkembangan perkara akan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dilakukan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya karena proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Kasus meninggalnya Dokter Icha mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk organisasi profesi kesehatan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah. Banyak pihak berharap proses penegakan hukum dapat dilakukan secara transparan sehingga mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di samping melakukan penyelidikan, aparat kepolisian juga melakukan pendekatan kepada keluarga korban agar mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta mencegah munculnya tindakan yang berpotensi mengganggu proses hukum.

Polres TTU juga menjalin koordinasi dengan Badan Kehormatan DPRD, pemerintah daerah, serta organisasi profesi kesehatan sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi yang diperlukan selama proses penyelidikan berlangsung. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap fakta yang berkaitan dengan perkara dapat diungkap secara objektif berdasarkan alat bukti yang sah.

Perkara ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Berbagai pihak berharap hasil penyelidikan nantinya dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab peristiwa tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan ketika menjalankan profesinya.

Jurnalis : Hanadia

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APKASI Minta Pemerintah Pusat Hentikan Pemotongan Anggaran Daerah pada 2027

    APKASI Minta Pemerintah Pusat Hentikan Pemotongan Anggaran Daerah pada 2027

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 53
    • 0Komentar

    APKASI Minta Pemerintah Pusat Hentikan Pemotongan Anggaran Daerah pada 2027 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) meminta pemerintah pusat untuk tidak lagi melakukan pemotongan anggaran transfer ke daerah mulai tahun anggaran 2027. Permintaan tersebut disampaikan karena pemerintah kabupaten menilai ketersediaan anggaran daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan, pelayanan publik, serta pelaksanaan berbagai program […]

  • Polri Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

    Polri Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

      Polri Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Gempa NTT Polri kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirim melalui jalur udara sebagai bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Polri melalui […]

  • 48 Buku Lahir dari Pusat Studi Kepolisian, Jadi Bekal Pengembangan Pengetahuan Anggota Polri

    48 Buku Lahir dari Pusat Studi Kepolisian, Jadi Bekal Pengembangan Pengetahuan Anggota Polri

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

      48 Buku Lahir dari Pusat Studi Kepolisian, Jadi Bekal Pengembangan Pengetahuan Anggota Polri Pusat Studi Kepolisian terus memperkuat tradisi akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sejak resmi didirikan pada 10 Maret 2026, lembaga tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk diskusi dan seminar, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai karya […]

  • Kecam Dugaan Korupsi Dana Pakan Satwa KBS, Rajiv: Kerugian Bukan Sekadar Uang Negara

    Kecam Dugaan Korupsi Dana Pakan Satwa KBS, Rajiv: Kerugian Bukan Sekadar Uang Negara

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • visibility 37
    • 0Komentar

      Kecam Dugaan Korupsi Dana Pakan Satwa KBS, Rajiv: Kerugian Bukan Sekadar Uang Negara Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mengecam dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan dana pengadaan pakan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kasus tersebut menjadi perhatian karena dana yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan dan menjaga kesejahteraan satwa diduga […]

  • Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Bahas Transisi Kepemimpinan

    Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Bahas Transisi Kepemimpinan

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Bahas Transisi Kepemimpinan Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto setelah resmi menjalankan tugas sebagai pemimpin sementara bank sentral menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses koordinasi antara pemerintah dan […]

  • Pedagang Mi Ayam Cium Bau Menyengat Sebelum Jenazah Ditemukan di Gardu LRT Pancoran

    Pedagang Mi Ayam Cium Bau Menyengat Sebelum Jenazah Ditemukan di Gardu LRT Pancoran

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pedagang Mi Ayam Cium Bau Menyengat Sebelum Jenazah Ditemukan di Gardu LRT Pancoran Penemuan jenazah seorang pria tanpa identitas di sebuah gardu listrik di bawah Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, menghebohkan warga pada Selasa malam, 1 September 2026. Sebelum petugas menemukan jenazah tersebut, sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku telah mencium bau menyengat yang berasal […]

expand_less