Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jadikan Ziarah ke Makam Presiden RI Sebagai Momentum Memperkuat Nilai Kebangsaan
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jadikan Ziarah ke Makam Presiden RI Sebagai Momentum Memperkuat Nilai Kebangsaan
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan rangkaian ziarah ke makam sejumlah Presiden Republik Indonesia terdahulu sebagai bagian dari tradisi institusi Polri dalam mengenang jasa para pemimpin bangsa. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara, tetapi juga menjadi sarana refleksi untuk memperkuat semangat kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Setelah sebelumnya berziarah ke makam Presiden keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang, Jawa Timur, Kapolri melanjutkan perjalanan ke makam Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno di Kota Blitar. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli.
Kapolri menyampaikan bahwa ziarah tersebut memiliki makna yang mendalam bagi institusi Polri. Selain mengenang perjuangan para pemimpin bangsa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menggali dan menyerap nilai-nilai kepemimpinan yang telah diwariskan kepada generasi penerus. Nilai pengabdian, persatuan, nasionalisme, serta semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi fondasi penting yang harus terus dijaga oleh seluruh anggota Polri.
Menurutnya, para pemimpin terdahulu telah memberikan teladan dalam membangun bangsa serta menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan. Warisan nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab Polri yang memiliki amanah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban nasional.
Kapolri juga menegaskan bahwa momentum menjelang Hari Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional. Semangat perjuangan para pendiri bangsa diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Polri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era modern.
Selain ziarah ke makam Presiden Soekarno dan Gus Dur, rangkaian kegiatan tersebut direncanakan berlanjut ke makam Presiden Soeharto sebelum ditutup dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Kegiatan itu sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para tokoh bangsa yang telah memberikan sumbangsih besar bagi perjalanan Indonesia.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri berkomitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi. Semangat pengabdian yang diwariskan para pemimpin bangsa diharapkan mampu menjadi pedoman bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bahwa tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta terus hadir memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar