Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Prosesi Adat Jokowi di Lampung Jadi Sorotan, PDIP Pertanyakan Makna Simbolik Penginjakan Kepala Kerbau

Prosesi Adat Jokowi di Lampung Jadi Sorotan, PDIP Pertanyakan Makna Simbolik Penginjakan Kepala Kerbau

  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Prosesi Adat Jokowi di Lampung Jadi Sorotan, PDIP Pertanyakan Makna Simbolik Penginjakan Kepala Kerbau

Prosesi penganugerahan gelar adat kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Provinsi Lampung menjadi perhatian publik setelah beredar dokumentasi yang memperlihatkan salah satu rangkaian ritual adat berupa penginjakan kepala kerbau. Momen tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari sejumlah kalangan, termasuk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mempertanyakan makna simbolik dari prosesi tersebut.

Dalam prosesi tersebut, Jokowi menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa yang dianugerahkan oleh lima kerajaan adat di Lampung. Pemberian gelar dilakukan melalui serangkaian ritual adat yang telah dipersiapkan oleh para pemangku adat sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan kontribusi Jokowi selama memimpin Indonesia. Seluruh prosesi berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, serta dihadiri para sultan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan dari berbagai daerah.

Salah satu tahapan yang menjadi perhatian publik adalah ketika Jokowi mengikuti prosesi menginjak kepala kerbau yang telah disiapkan sebagai bagian dari ritual adat. Tayangan prosesi tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan beragam penafsiran mengenai makna simbolik yang terkandung di dalamnya.

Politikus PDIP, Guntur Romli, menanggapi peristiwa tersebut dengan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat. Menurutnya, publik dapat menafsirkan sendiri apakah prosesi tersebut murni merupakan bagian dari tradisi adat atau memiliki makna simbolis lain. Ia memilih tidak memberikan kesimpulan atas prosesi tersebut dan menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk memberikan penilaian masing-masing.

Di sisi lain, sejumlah tokoh adat Lampung menjelaskan bahwa prosesi penginjakan kepala kerbau merupakan bagian dari rangkaian upacara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ritual tersebut disebut memiliki makna filosofis sebagai simbol keberanian, penghormatan, pengabdian, serta kesiapan seseorang untuk mengemban amanah yang diberikan oleh masyarakat adat. Mereka menegaskan bahwa prosesi tersebut tidak ditujukan untuk merendahkan pihak tertentu maupun memiliki muatan politik.

Perbedaan pandangan terhadap prosesi tersebut kemudian memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai pentingnya memahami nilai-nilai budaya sebelum memberikan penafsiran terhadap sebuah ritual adat. Pengamat menilai bahwa tradisi di setiap daerah memiliki filosofi yang berbeda sehingga diperlukan penjelasan dari tokoh adat agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sejumlah pihak juga mengingatkan agar perdebatan mengenai prosesi adat tidak mengaburkan makna utama dari pelestarian budaya Nusantara. Indonesia memiliki ratusan tradisi adat yang masih dijaga hingga saat ini, dan setiap ritual memiliki nilai sejarah serta filosofi yang berbeda sesuai dengan budaya masyarakat setempat.

Penganugerahan gelar adat kepada tokoh nasional bukan merupakan hal baru di Indonesia. Berbagai daerah kerap memberikan penghormatan kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi terhadap bangsa melalui mekanisme adat yang telah berlaku selama bertahun-tahun. Karena itu, pemahaman terhadap latar belakang budaya menjadi bagian penting agar setiap prosesi dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Terlepas dari berbagai tanggapan yang berkembang, prosesi pemberian gelar adat kepada Jokowi menunjukkan bahwa tradisi budaya daerah masih memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa. Dialog yang terbuka antara tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai nilai-nilai budaya sekaligus menjaga penghormatan terhadap keberagaman adat istiadat di Indonesia.

Jurnalis : Selena

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Lingga Pimpin Sertijab, Pejabat Baru Siap Emban Amanah

    Kapolres Lingga Pimpin Sertijab, Pejabat Baru Siap Emban Amanah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Lingga – Kepri — Kapolres Lingga memimpin langsung kegiatan serah terima jabatan (sertijab) Kabag SDM, Kasat Binmas dan Kapolsek Dabo Singkep yang dilaksanakan di Gedung Endra Dharma Laksana (ED) Mapolres Lingga, Kamis (30/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Wakapolres Lingga, para Pejabat Utama (PJU) Polres Lingga, personel Polres Lingga, Bhayangkari, serta pejabat […]

  • Polda Kaltim Kirim 190 Personel Brimob untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalbar

    Polda Kaltim Kirim 190 Personel Brimob untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Polda Kaltim Kirim 190 Personel Brimob untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalbar Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengerahkan sebanyak 190 personel Brigade Mobil (Brimob) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Pengiriman personel tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian dalam menghadapi potensi meluasnya kebakaran yang dapat mengganggu lingkungan serta […]

  • Polda Aceh Gerebek Tambang Emas Ilegal, Delapan Orang Ditangkap dan Dua Ekskavator Disita

    Polda Aceh Gerebek Tambang Emas Ilegal, Delapan Orang Ditangkap dan Dua Ekskavator Disita

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Polda Aceh Gerebek Tambang Emas Ilegal, Delapan Orang Ditangkap dan Dua Ekskavator Disita Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengungkap aktivitas pertambangan emas ilegal yang beroperasi di wilayah Aceh. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam kegiatan pertambangan tanpa izin serta menyita dua unit alat berat jenis ekskavator yang digunakan di lokasi. Penindakan […]

  • Puan Maharani: Perempuan Adalah Pilar Utama Kemajuan Bangsa

    Puan Maharani: Perempuan Adalah Pilar Utama Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • visibility 104
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan peran sentral kaum perempuan dalam menentukan perjalanan bangsa Indonesia. Dalam peringatan Hari Kartini 2026, ia menyoroti bahwa paradigma telah bergeser, di mana fokus kini bukan lagi membuktikan kemampuan, melainkan memperluas ruang gerak dan dukungan sistemik. “Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini […]

  • Gaji Ke-13 ASN Kabupaten Kepulauan Yapen Siap Dicairkan, Jadi Dukungan Tambahan bagi Aparatur dan Keluarga

    Gaji Ke-13 ASN Kabupaten Kepulauan Yapen Siap Dicairkan, Jadi Dukungan Tambahan bagi Aparatur dan Keluarga

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Gaji Ke-13 ASN Kabupaten Kepulauan Yapen Siap Dicairkan, Jadi Dukungan Tambahan bagi Aparatur dan Keluarga Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen memastikan bahwa pembayaran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Kabar tersebut disambut positif oleh para pegawai negeri karena gaji ke-13 merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung kebutuhan […]

  • Cak Imin: Jangan Kerja ke Kamboja, Negaranya Lebih Miskin dari Kita

    Cak Imin: Jangan Kerja ke Kamboja, Negaranya Lebih Miskin dari Kita

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Cak Imin: Jangan Kerja ke Kamboja, Negaranya Lebih Miskin dari Kita Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak mudah tergiur dengan tawaran bekerja di Kamboja. Menurutnya, banyak masyarakat yang berangkat ke luar negeri karena tergiur iming-iming gaji tinggi tanpa memahami risiko yang mungkin […]

expand_less