Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Prosesi Adat Jokowi di Lampung Jadi Sorotan, PDIP Pertanyakan Makna Simbolik Penginjakan Kepala Kerbau

Prosesi Adat Jokowi di Lampung Jadi Sorotan, PDIP Pertanyakan Makna Simbolik Penginjakan Kepala Kerbau

  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Prosesi Adat Jokowi di Lampung Jadi Sorotan, PDIP Pertanyakan Makna Simbolik Penginjakan Kepala Kerbau

Prosesi penganugerahan gelar adat kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Provinsi Lampung menjadi perhatian publik setelah beredar dokumentasi yang memperlihatkan salah satu rangkaian ritual adat berupa penginjakan kepala kerbau. Momen tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari sejumlah kalangan, termasuk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mempertanyakan makna simbolik dari prosesi tersebut.

Dalam prosesi tersebut, Jokowi menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa yang dianugerahkan oleh lima kerajaan adat di Lampung. Pemberian gelar dilakukan melalui serangkaian ritual adat yang telah dipersiapkan oleh para pemangku adat sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan kontribusi Jokowi selama memimpin Indonesia. Seluruh prosesi berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, serta dihadiri para sultan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan dari berbagai daerah.

Salah satu tahapan yang menjadi perhatian publik adalah ketika Jokowi mengikuti prosesi menginjak kepala kerbau yang telah disiapkan sebagai bagian dari ritual adat. Tayangan prosesi tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan beragam penafsiran mengenai makna simbolik yang terkandung di dalamnya.

Politikus PDIP, Guntur Romli, menanggapi peristiwa tersebut dengan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat. Menurutnya, publik dapat menafsirkan sendiri apakah prosesi tersebut murni merupakan bagian dari tradisi adat atau memiliki makna simbolis lain. Ia memilih tidak memberikan kesimpulan atas prosesi tersebut dan menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk memberikan penilaian masing-masing.

Di sisi lain, sejumlah tokoh adat Lampung menjelaskan bahwa prosesi penginjakan kepala kerbau merupakan bagian dari rangkaian upacara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ritual tersebut disebut memiliki makna filosofis sebagai simbol keberanian, penghormatan, pengabdian, serta kesiapan seseorang untuk mengemban amanah yang diberikan oleh masyarakat adat. Mereka menegaskan bahwa prosesi tersebut tidak ditujukan untuk merendahkan pihak tertentu maupun memiliki muatan politik.

Perbedaan pandangan terhadap prosesi tersebut kemudian memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai pentingnya memahami nilai-nilai budaya sebelum memberikan penafsiran terhadap sebuah ritual adat. Pengamat menilai bahwa tradisi di setiap daerah memiliki filosofi yang berbeda sehingga diperlukan penjelasan dari tokoh adat agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sejumlah pihak juga mengingatkan agar perdebatan mengenai prosesi adat tidak mengaburkan makna utama dari pelestarian budaya Nusantara. Indonesia memiliki ratusan tradisi adat yang masih dijaga hingga saat ini, dan setiap ritual memiliki nilai sejarah serta filosofi yang berbeda sesuai dengan budaya masyarakat setempat.

Penganugerahan gelar adat kepada tokoh nasional bukan merupakan hal baru di Indonesia. Berbagai daerah kerap memberikan penghormatan kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi terhadap bangsa melalui mekanisme adat yang telah berlaku selama bertahun-tahun. Karena itu, pemahaman terhadap latar belakang budaya menjadi bagian penting agar setiap prosesi dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Terlepas dari berbagai tanggapan yang berkembang, prosesi pemberian gelar adat kepada Jokowi menunjukkan bahwa tradisi budaya daerah masih memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa. Dialog yang terbuka antara tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai nilai-nilai budaya sekaligus menjaga penghormatan terhadap keberagaman adat istiadat di Indonesia.

Jurnalis : Selena

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Purwakarta Kawal Aksi Penyampaian Aspirasi, Unjuk Rasa di Kantor Pemda Berlangsung Aman dan Kondusif

    Polres Purwakarta Kawal Aksi Penyampaian Aspirasi, Unjuk Rasa di Kantor Pemda Berlangsung Aman dan Kondusif

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Polres Purwakarta Kawal Aksi Penyampaian Aspirasi, Unjuk Rasa di Kantor Pemda Berlangsung Aman dan Kondusif Jajaran Polres Purwakarta mengawal pelaksanaan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Purwakarta di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta. Berkat pengamanan yang dilakukan secara humanis dan profesional, kegiatan penyampaian aspirasi […]

  • Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN

    Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

      Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengusulkan agar sekitar 18.000 guru agama honorer yang telah lama mengabdi di berbagai satuan pendidikan mendapatkan prioritas dalam proses pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus […]

  • Kunjungi Posyandu Semangka, Tinawati Andra Soni Beri Apresiasi kepada Kader atas Dedikasi Melayani Masyarakat

    Kunjungi Posyandu Semangka, Tinawati Andra Soni Beri Apresiasi kepada Kader atas Dedikasi Melayani Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

      Kunjungi Posyandu Semangka, Tinawati Andra Soni Beri Apresiasi kepada Kader atas Dedikasi Melayani Masyarakat Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Semangka sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Tinawati memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi […]

  • Poin-Poin Krusial Perubahan UU Polri yang Baru Disahkan DPR, Mulai dari Usia Pensiun hingga Jabatan Sipil

    Poin-Poin Krusial Perubahan UU Polri yang Baru Disahkan DPR, Mulai dari Usia Pensiun hingga Jabatan Sipil

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • visibility 31
    • 0Komentar

      Poin-Poin Krusial Perubahan UU Polri yang Baru Disahkan DPR, Mulai dari Usia Pensiun hingga Jabatan Sipil Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan perubahan Undang-Undang tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri). Pengesahan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pembaruan sistem kelembagaan kepolisian yang bertujuan menyesuaikan regulasi dengan perkembangan kebutuhan pelayanan publik, keamanan nasional, […]

  • Kajati Kalteng Nyatakan Rampung Pemeriksaan Saksi” Segera Umumkan Tersangka Kasus Dana Hibah Pilkada Kotim.

    Kajati Kalteng Nyatakan Rampung Pemeriksaan Saksi” Segera Umumkan Tersangka Kasus Dana Hibah Pilkada Kotim.

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • visibility 83
    • 0Komentar

        Berita Polri.com. Sampit – Kalteng. Kasus dugaan korupsi dana hibah yang merugikan negara 40 Miliar, pada Kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Kotawaringin Timur, masuk kebabak baru.   ” Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, melalui Asisten Intelejen Hendri Hanafi, menyatakan pemeriksaan para saksi sudah dinyatakan rampung, dan selanjutnya penyidikan mengarah kepenetapan tersangka. […]

  • Stresnarkoba Polresta Cirebon Bongkar Gudang Obat Farmasi Ilegal

    Stresnarkoba Polresta Cirebon Bongkar Gudang Obat Farmasi Ilegal

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • visibility 49
    • 0Komentar

    CIREBON – Komitmen Polresta Cirebon dalam memberantas peredaran obat-obatan keras tak berizin di wilayah hukum Kabupaten Cirebon kembali membuahkan hasil gemilang. Dalam sebuah operasi senyap yang dilakukan pada Rabu malam (15/04/2026), Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Cirebon berhasil menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dijadikan sarang penyimpanan ribuan butir obat keras berbahaya. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol […]

expand_less