Polda Metro Jaya Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kampung Boncos, Warga Dapat Pengobatan hingga Khitanan
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Metro Jaya Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kampung Boncos, Warga Dapat Pengobatan hingga Khitanan
JAKARTA – Polda Metro Jaya menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Kampung Boncos, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penataan lingkungan setelah kepolisian melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan tersebut.
Pelayanan kesehatan ini merupakan salah satu langkah kepolisian dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat setelah dilaksanakannya penindakan terhadap aktivitas narkoba. Polda Metro Jaya menilai penanganan persoalan narkotika tidak cukup hanya melalui proses hukum dan penangkapan pelaku, tetapi juga perlu disertai pendekatan sosial yang menyentuh kehidupan warga.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Fauzan Zulkarnaen, mengatakan bahwa pemberantasan narkoba harus diikuti dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang perlu diperhatikan dalam proses penataan kawasan Kampung Boncos.
“Seperti yang Pak Kapolda sampaikan, tidak cukup hanya menumpas saja. Kita harus memikirkan apa sih kira-kira yang dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satunya ya pelayanan publik, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sini,” kata Fauzan kepada wartawan di Kampung Boncos, Rabu (4/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan menyediakan berbagai jenis pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga. Pemeriksaan awal meliputi tanda-tanda vital atau TTV, seperti tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, serta suhu tubuh.
Selain pemeriksaan kondisi fisik, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan laboratorium sederhana. Beberapa pemeriksaan yang disediakan antara lain pengecekan kadar gula darah, asam urat, kolesterol, serta hemoglobin (Hb). Layanan tersebut diharapkan membantu warga mengetahui kondisi kesehatan mereka sehingga dapat segera memperoleh penanganan apabila ditemukan gangguan kesehatan.
Tidak hanya memberikan pemeriksaan, petugas Dokkes Polda Metro Jaya juga menyiapkan obat-obatan bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan. Dengan demikian, warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat memperoleh pelayanan awal tanpa harus mengeluarkan biaya untuk pemeriksaan dalam kegiatan tersebut.
Pelayanan kesehatan juga dilengkapi dengan kegiatan khitanan bagi anak-anak. Fauzan menyampaikan bahwa layanan tersebut telah dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan. Kehadiran layanan khitanan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga di lingkungan Kampung Boncos.
“Selain pemeriksaan kesehatan, petugas kita juga menyediakan obat-obatan bagi yang membutuhkan obat. Kami juga melaksanakan khitanan untuk anak-anak. Sudah berlangsung tadi,” ujar Fauzan.
Untuk memastikan pelayanan dapat menjangkau seluruh masyarakat, Polda Metro Jaya juga menyiapkan mekanisme pelayanan dari rumah ke rumah atau door to door. Langkah tersebut diperuntukkan bagi warga yang mengalami sakit cukup berat sehingga tidak memungkinkan datang langsung ke posko pemeriksaan kesehatan.
Petugas Dokkes nantinya akan mendatangi rumah warga untuk melakukan asesmen atau penilaian kondisi kesehatan sekaligus memberikan pengobatan sesuai kebutuhan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas agar tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan.
“Kalau warganya bisa hadir ke sini, datang ke sini. Tapi kalau yang sakitnya cukup berat, enggak bisa hadir, nanti kita yang datang ke rumah,” jelas Fauzan.
Selain pelayanan kesehatan, Polda Metro Jaya juga melakukan pemetaan kebutuhan sosial masyarakat Kampung Boncos. Kegiatan tersebut melibatkan Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Adex Yudiswan bersama personel gabungan dari unsur TNI dan pemerintah setempat.
Adex menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata kehidupan warga, termasuk kebutuhan pekerjaan, kemampuan ekonomi keluarga, serta keterampilan yang dimiliki masyarakat. Pendataan tersebut dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga agar informasi yang diperoleh lebih sesuai dengan keadaan di lapangan.
“Mengidentifikasi harapan dan kebutuhan riil masyarakat sehari-hari. Kalau mereka butuh pekerjaan, kita identifikasi, dalam satu rumah, berapa orang yang sudah kerja dan berapa yang belum? Apakah mereka sudah mempunyai kompetensi?” ujar Adex.
Berdasarkan hasil pendataan tersebut, Polda Metro Jaya berencana melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyediakan program pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk membantu warga memperoleh kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kaum perempuan, terutama para ibu rumah tangga yang memiliki potensi untuk mendukung perekonomian keluarga. Petugas akan mengidentifikasi keterampilan yang dimiliki warga, seperti memasak dan menjahit, sehingga kemampuan tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan pendapatan.
“Untuk ibu-ibu, mereka mempunyai potensi sebagai penunjang keluarga. Kita identifikasi kompetensi mereka, apakah memasak atau menjahit? Nanti kita akan fasilitasi penjualan produknya. Kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” tutur Adex.
Menurut Wakapolda, pendekatan door to door tidak hanya bertujuan mendata kebutuhan ekonomi dan pekerjaan masyarakat. Metode tersebut juga digunakan untuk mengetahui persoalan mendasar yang selama ini dihadapi warga, termasuk faktor sosial yang berkaitan dengan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Kampung Boncos.
Melalui pemetaan tersebut, kepolisian berharap penanganan masalah narkoba dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Upaya pemberantasan tidak hanya diarahkan pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga menyasar kondisi sosial dan ekonomi yang perlu mendapatkan perhatian bersama dari pemerintah serta masyarakat.
Kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penataan kawasan tersebut. Pelayanan kesehatan, pelatihan keterampilan, pendampingan ekonomi, serta identifikasi persoalan sosial diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa upaya penanganan narkoba di Kampung Boncos perlu diikuti dengan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan pemetaan kebutuhan warga, kepolisian berupaya mendorong perubahan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar