Profil Brigjen Pol Puji Santosa, Suami AKBP Netty Rosdiana yang Mundur dari Polri, Ini Rekam Jejak Kariernya
- calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Profil Brigjen Pol Puji Santosa, Suami AKBP Netty Rosdiana yang Mundur dari Polri, Ini Rekam Jejak Kariernya
JAKARTA – Nama Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Puji Santosa menjadi perhatian publik setelah sang istri, AKBP Netty Rosdiana Siagian, mengumumkan pengunduran dirinya dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Keputusan Netty yang disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (31/10/2026) turut membuat masyarakat menyoroti kehidupan keluarga serta perjalanan karier sang suami yang dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri.
Puji Santosa merupakan perwira polisi kelahiran Banyumas, 9 Juli 1968. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1993 yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia kepolisian, khususnya di bidang Brigade Mobil (Brimob). Sepanjang perjalanan dinasnya, Puji pernah menduduki sejumlah posisi strategis, baik di tingkat kepolisian daerah maupun Markas Besar Polri.
Karier Puji Santosa di lingkungan kepolisian diwarnai dengan berbagai penugasan yang berkaitan dengan operasional, pengamanan, serta pengelolaan organisasi. Pengalamannya di satuan Brimob menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Ia pernah mengemban tugas di Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan dan Satuan Brimob Polda Lampung sebelum dipercaya menjalankan sejumlah tanggung jawab lainnya.
Salah satu jabatan yang pernah diemban Puji adalah Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Jawa Timur pada 2020. Jabatan tersebut memiliki tanggung jawab penting dalam membantu pimpinan kepolisian daerah menyusun perencanaan dan mengendalikan kegiatan operasional kepolisian. Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam bidang manajemen operasi dan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Jawa Timur.
Selain bertugas di sejumlah satuan kewilayahan, Puji Santosa juga pernah terlibat dalam Satgas Nemangkawi di Papua. Satuan tugas tersebut merupakan operasi gabungan TNI dan Polri yang dibentuk untuk menangani gangguan keamanan di wilayah Papua. Operasi tersebut kemudian mengalami perubahan nama menjadi Satgas Damai Cartenz dalam perkembangan penanganan keamanan di wilayah tersebut.
Keterlibatan dalam penugasan di Papua menjadi salah satu bagian dari rekam jejak Puji di bidang operasional kepolisian. Penugasan tersebut berkaitan dengan upaya aparat keamanan menjaga stabilitas wilayah, menghadapi gangguan kelompok bersenjata, serta mendukung pemulihan situasi keamanan. Pengalaman di lapangan itu melengkapi perjalanan kariernya sebelum kemudian mendapatkan penugasan di lingkungan Mabes Polri.
Pada 29 November 2024, Puji Santosa resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau jenderal bintang satu. Kenaikan pangkat tersebut berkaitan dengan pelantikannya sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Staf Utama Operasi (Karorenmin Stamaops) Mabes Polri. Posisi tersebut memiliki peran dalam mendukung penyelenggaraan administrasi, perencanaan, serta pengelolaan kegiatan pada lingkungan Staf Utama Operasi Polri.
Jabatan Karorenmin Stamaops menuntut kemampuan dalam bidang perencanaan organisasi dan administrasi operasional. Pengalaman Puji yang sebelumnya banyak berkaitan dengan satuan operasional menjadi bagian dari latar belakang penugasannya di lingkungan Mabes Polri. Dengan perjalanan karier tersebut, namanya dikenal sebagai perwira yang pernah mengemban tanggung jawab di berbagai bidang kepolisian.
Di luar perjalanan karier sang suami, perhatian publik terhadap keluarga Puji Santosa semakin meningkat setelah AKBP Netty Rosdiana Siagian menyampaikan keputusan untuk mengakhiri pengabdiannya di Polri. Netty diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @netty_diana, pada Sabtu (31/10/2026), Netty menyampaikan bahwa permohonan pengunduran dirinya diajukan terhitung sejak 1 September 2026. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang dan berdasarkan kemauan pribadi, bukan karena paksaan maupun tekanan dari pihak lain.
Dalam pernyataannya, Netty mengungkapkan bahwa meninggalkan institusi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya bukanlah keputusan mudah. Namun, ia merasa perlu mengambil langkah tersebut karena adanya pertimbangan mengenai prinsip dan hati nurani yang diyakininya.
Netty juga menyampaikan bahwa keputusan mengundurkan diri bukan berarti dirinya kehilangan keberanian. Menurutnya, mempertahankan prinsip dan keyakinan pribadi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari harga diri. Ia bahkan menegaskan bahwa jabatan maupun seragam dapat ditinggalkan, tetapi prinsip dan hati nurani tidak seharusnya dikorbankan.
Dalam unggahan tersebut, Netty turut mengenang berbagai pengalaman dan pembelajaran selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Ia mengakui telah memperoleh kesempatan untuk mengabdi kepada institusi dan masyarakat selama perjalanan kariernya. Meski demikian, ia memilih mengakhiri masa pengabdian tersebut berdasarkan pertimbangan pribadi.
Keputusan Netty mundur dari Polri kemudian menjadi perhatian karena keduanya sama-sama memiliki latar belakang panjang di lingkungan kepolisian. Puji Santosa dikenal melalui berbagai penugasan operasional hingga menduduki jabatan perwira tinggi, sedangkan Netty memiliki pengalaman di bidang lalu lintas, reserse, serta administrasi kepolisian.
Meski demikian, pengunduran diri seorang anggota Polri tetap harus mengikuti mekanisme administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Permohonan yang disampaikan oleh anggota tidak serta-merta menjadi keputusan pemberhentian resmi sebelum melalui proses dan persetujuan pejabat berwenang. Ketentuan mengenai pengakhiran dinas anggota Polri antara lain diatur dalam Peraturan Polri Nomor 1 Tahun 2019.
Profil Puji Santosa dan keputusan Netty Rosdiana tersebut memperlihatkan perjalanan pengabdian dua anggota keluarga yang pernah berkarier di institusi kepolisian. Rekam jejak Puji mencakup penugasan di satuan Brimob, kepolisian daerah, hingga Mabes Polri. Sementara itu, Netty memilih mengajukan pengunduran diri dengan alasan yang berkaitan dengan prinsip dan hati nurani sebagaimana disampaikan secara terbuka kepada publik.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar