Densus 88 dan Pemprov Sulawesi Tengah Perkuat Kolaborasi untuk Mencegah Penyebaran Paham Ekstremisme
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Densus 88 dan Pemprov Sulawesi Tengah Perkuat Kolaborasi untuk Mencegah Penyebaran Paham Ekstremisme
PALU – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat koordinasi dalam upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan silaturahmi antara Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Tengah Densus 88 Antiteror Polri dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu, Senin (19/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan harmonis. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini, terutama dalam menghadapi perkembangan penyebaran paham ekstremisme yang berpotensi memengaruhi kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tim Satgaswil Sulawesi Tengah memaparkan tugas dan fungsi Densus 88 Antiteror Polri, termasuk perkembangan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di wilayah Sulawesi Tengah. Pembahasan juga mencakup potensi dampak paham tersebut terhadap keamanan, ketertiban, serta hubungan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, pertemuan tersebut menyoroti fenomena True Crime Community (TCC) dan Nihilistic Violent Extremism (NVE). Kedua fenomena tersebut menjadi bagian dari pembahasan terkait tantangan pencegahan ekstremisme, termasuk pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang terpapar pandangan yang membenarkan kekerasan.
Perhatian khusus turut diberikan terhadap upaya pencegahan dini pada anak-anak dan generasi muda yang berisiko terpapar paham ekstremisme. Pendekatan yang tepat, edukasi yang berkelanjutan, serta keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dinilai penting untuk membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan pentingnya menjaga toleransi antarsuku dan antarumat beragama sebagai bagian dari upaya memelihara persatuan di daerah. Menurutnya, keberagaman masyarakat harus dijaga melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta kesadaran bersama untuk menciptakan kehidupan sosial yang damai.
Anwar juga menyoroti pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya pencegahan, menurutnya, tidak dapat hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat secara luas.
Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham ekstremisme. Melalui koordinasi yang berkesinambungan, berbagai indikasi yang berisiko mengganggu kerukunan sosial dapat ditangani secara lebih tepat dengan mengedepankan langkah pencegahan.
Pemerintah daerah juga memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya sikap toleran dan saling menghargai. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan kebangsaan, dialog lintas kelompok masyarakat, serta peningkatan pemahaman mengenai pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, penyebaran paham ekstremisme juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi secara cermat. Masyarakat diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh oleh provokasi, serta mengutamakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Literasi digital menjadi salah satu aspek penting untuk membantu masyarakat mengenali konten yang berpotensi mendorong kebencian maupun kekerasan.
Kerja sama Densus 88 Antiteror Polri dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan tidak berhenti pada pertemuan koordinasi, tetapi berlanjut melalui program pencegahan yang terarah dan berkelanjutan. Dengan komunikasi yang baik antarlembaga, upaya menjaga keamanan dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keberagaman dan keharmonisan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap nilai toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial semakin kuat di tengah masyarakat Sulawesi Tengah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan sosial sekaligus mencegah berkembangnya paham yang dapat mengancam kerukunan dan keamanan bersama.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar