Wakapolri Dedi Prasetyo Periksa 79 Jenis Perlengkapan Calon Taruna Akpol 2026, Tekankan Kualitas dan Fungsi
- calendar_month 45 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wakapolri Dedi Prasetyo Periksa 79 Jenis Perlengkapan Calon Taruna Akpol 2026, Tekankan Kualitas dan Fungsi
SEMARANG – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo melakukan pemeriksaan perlengkapan perorangan lapangan (kaporlap) bagi calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) Akademi Kepolisian (Akpol) hasil rekrutmen Tahun Anggaran 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan perlengkapan yang akan digunakan para calon taruna selama menjalani pendidikan memenuhi aspek kualitas, fungsi, dan kebutuhan kegiatan lapangan.
Kegiatan pemeriksaan berlangsung di lingkungan Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Dedi didampingi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra. Keduanya meninjau berbagai perlengkapan yang telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan calon taruna sebelum mengikuti tahapan pendidikan dasar integrasi kemitraan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Perlengkapan perorangan lapangan tersebut nantinya dibawa oleh para calon Bhayangkara Taruna ketika mengikuti pendidikan dasar integrasi di Akademi Militer, Kota Magelang, Jawa Tengah. Tahapan pendidikan ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kedisiplinan calon perwira melalui kegiatan pendidikan yang melibatkan lingkungan TNI dan Polri.
Berdasarkan hasil peninjauan, terdapat 79 jenis barang yang termasuk dalam paket kaporlap calon taruna Akpol 2026. Perlengkapan tersebut mencakup pakaian dinas lapangan, kaus olahraga, pakaian dalam, sepatu, tas ransel, tempat minum, hingga satu set peralatan makan. Seluruh barang disiapkan untuk menunjang kebutuhan dasar peserta selama mengikuti kegiatan pendidikan, termasuk aktivitas yang dilaksanakan di luar ruang kelas.
Dalam pemeriksaan tersebut, Wakapolri menekankan bahwa pengadaan perlengkapan tidak cukup hanya memenuhi daftar kebutuhan secara administratif. Setiap barang perlu diperiksa berdasarkan fungsi dan kualitasnya agar benar-benar dapat digunakan sesuai kebutuhan pendidikan. Perlengkapan yang tidak sesuai standar atau kurang nyaman digunakan berpotensi mengganggu aktivitas peserta, terutama ketika mereka menjalani kegiatan fisik dengan intensitas tinggi.
Salah satu barang yang menjadi perhatian Dedi adalah sepatu dinas lapangan. Ia menanyakan asal produksi sepatu tersebut kepada petugas yang mendampingi pemeriksaan. Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Akpol Kombes Pol. Aldian menjelaskan bahwa sepatu tersebut berasal dari Bandung. Pemeriksaan ini menunjukkan perhatian terhadap aspek produksi sekaligus kualitas barang yang akan digunakan para calon taruna.
Dedi juga meninjau sepatu olahraga yang disiapkan untuk peserta pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti bahan sol sepatu yang dinilai terlalu keras untuk kebutuhan berlari. Menurutnya, sepatu olahraga seharusnya memiliki karakteristik yang sesuai dengan aktivitas fisik, termasuk kenyamanan dan kemampuan mendukung gerakan kaki ketika digunakan berlatih.
Perhatian terhadap kualitas sepatu olahraga menjadi penting karena kegiatan pendidikan taruna dapat melibatkan latihan fisik secara rutin. Perlengkapan yang sesuai dengan fungsi penggunaannya diperlukan agar peserta dapat menjalankan kegiatan dengan lebih nyaman. Karena itu, evaluasi terhadap bahan, bentuk, dan karakteristik barang menjadi bagian dari upaya memastikan perlengkapan yang disediakan benar-benar mendukung kebutuhan pendidikan.
Selain sepatu, Dedi turut memeriksa helm yang termasuk dalam perlengkapan calon Bhayangkara Taruna. Ia membandingkan bobot helm tersebut dengan perlengkapan yang pernah digunakannya ketika menjalani pendidikan sebagai taruna Akpol. Saat menanyakan bahan pembuat helm, pihak Akpol menjelaskan bahwa perlengkapan tersebut menggunakan bahan fiberplastik.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelengkapan alat makan yang disiapkan bagi para peserta. Dalam kesempatan yang sama, Komjen Pol. R.Z. Panca Putra mengingatkan pihak Akpol agar menyediakan perlengkapan cadangan. Menurutnya, aktivitas lapangan selama pendidikan dasar integrasi berpotensi membuat peserta kelelahan atau kehilangan konsentrasi, sehingga barang-barang yang digunakan sehari-hari perlu diantisipasi ketersediaannya.
Panca menekankan bahwa penyediaan perlengkapan cadangan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan barang hilang atau tidak dapat digunakan. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan logistik pendidikan agar kegiatan peserta tidak terhambat hanya karena kekurangan perlengkapan dasar. Dengan perencanaan yang baik, kebutuhan calon taruna dapat dipenuhi secara lebih teratur selama mengikuti rangkaian pendidikan.
Pemeriksaan kaporlap tersebut dilaksanakan di sela-sela hari kedua tahapan pemeriksaan penampilan calon taruna Akpol. Setelah meninjau perlengkapan, Dedi, Panca, dan rombongan kembali ke Gedung Serba Guna Akpol untuk melanjutkan agenda pemeriksaan penampilan. Rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari persiapan dan evaluasi terhadap calon taruna yang mengikuti proses seleksi serta pendidikan kepolisian.
Pengecekan perlengkapan menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap kesiapan fasilitas pendidikan. Kualitas barang yang digunakan peserta perlu mendapat perhatian karena perlengkapan tersebut akan menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan lapangan hingga latihan fisik. Pemeriksaan secara langsung juga memungkinkan pimpinan memberikan evaluasi apabila terdapat barang yang dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Melalui pemeriksaan tersebut, Polri menekankan pentingnya memastikan perlengkapan calon taruna memiliki fungsi yang tepat dan kualitas yang memadai. Evaluasi terhadap sepatu, helm, serta alat makan menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan jumlah barang, tetapi juga kesiapan dan kelayakannya untuk digunakan. Aspek tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran kegiatan pendidikan dasar integrasi bersama TNI di Magelang.
Peninjauan kaporlap calon Bhayangkara Taruna Akpol Tahun Anggaran 2026 diharapkan membantu memastikan kebutuhan peserta telah dipersiapkan secara cermat sebelum memasuki tahapan pendidikan berikutnya. Pemeriksaan kualitas, evaluasi fungsi barang, dan penyediaan perlengkapan cadangan menjadi perhatian dalam proses tersebut. Dengan persiapan logistik yang sesuai kebutuhan, para calon taruna diharapkan dapat mengikuti kegiatan pendidikan dengan dukungan perlengkapan yang memadai.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar