Viral Bule Belanda Adu Jotos dengan Warga di Manokwari, Polisi Kerahkan Tim Khusus untuk Memburu Pelaku
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Viral Bule Belanda Adu Jotos dengan Warga di Manokwari, Polisi Kerahkan Tim Khusus untuk Memburu Pelaku
MANOKWARI – Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda terlibat perkelahian dengan seorang warga lokal di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, viral di media sosial pada Minggu (25/10/2026). Dalam rekaman tersebut, pria bernama Denis terlihat berhadapan dengan seorang pria yang membawa kayu dan beberapa kali melayangkan serangan ke arahnya. Kepolisian telah turun tangan untuk menangani kejadian tersebut dan memburu orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Jalan Asrama Tingkat, kawasan Amban, Manokwari. Rekaman yang beredar memperlihatkan situasi tegang di jalan ketika kedua pria tersebut saling berhadapan. Denis tampak melepaskan tas dan topi yang dikenakannya sebelum mengambil posisi untuk menghadapi pria yang membawa kayu. Sementara itu, pria lokal tersebut terlihat beberapa kali menyerang menggunakan benda tersebut.
Video tersebut kemudian menarik perhatian warganet karena memperlihatkan aksi kekerasan yang berlangsung di ruang terbuka. Seorang pria yang diduga merupakan rekan Denis terlihat berada di sekitar lokasi. Dalam rekaman itu, seorang perempuan yang diduga teman korban juga terdengar meminta pertolongan dan meminta seseorang menghubungi polisi.
Polisi Pastikan Kasus Sedang Ditangani
Kapolresta Manokwari, Kombes Pol. Ongky Isgunawan, membenarkan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang wisatawan berkewarganegaraan Belanda. Ia menyatakan bahwa kepolisian telah mengambil langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
Menurut Ongky, aparat kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi peristiwa sekaligus mengetahui pihak yang diduga melakukan penganiayaan. Namun, hingga keterangan awal disampaikan, polisi belum membeberkan secara terperinci penyebab pertikaian maupun hubungan antara korban dan pria yang terekam dalam video.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar. Penyelidikan diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai awal kejadian, tindakan masing-masing pihak, serta kemungkinan adanya persoalan yang mendahului perkelahian tersebut.
Korban Dievakuasi untuk Mendapatkan Pertolongan Medis
Setelah menerima laporan, personel Polresta Manokwari mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan informasi awal. Petugas juga mengevakuasi Denis agar mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan medis setelah terlibat dalam insiden tersebut.
Kapolresta Manokwari menjelaskan bahwa petugas telah meminta keterangan saksi dan melakukan langkah-langkah kepolisian untuk menelusuri keberadaan orang yang diduga terlibat. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap kejadian berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan informasi yang diberitakan, pria yang diduga melakukan penganiayaan sempat meninggalkan lokasi setelah terlibat perkelahian. Polisi kemudian melakukan pencarian untuk mengetahui identitas serta keberadaannya. Hingga laporan awal diterbitkan, aparat masih berfokus pada proses penyelidikan dan pengejaran terhadap orang yang diduga terlibat.
Tim Khusus dan Unit Reaksi Cepat Dikerahkan
Untuk mempercepat penanganan perkara, Polresta Manokwari mengerahkan Tim Khusus (Timsus) dan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim. Kedua tim tersebut ditugaskan membantu pencarian terhadap terduga pelaku serta mendukung proses pengumpulan informasi yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan terhadap wisatawan asal Belanda tersebut.
Kapolresta menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditangani secara profesional dan sesuai prosedur hukum. Pemeriksaan terhadap saksi, pengumpulan bukti, serta penelusuran kronologi menjadi bagian penting dalam menentukan langkah hukum berikutnya.
Meski video yang beredar memperlihatkan serangan menggunakan kayu, penentuan tanggung jawab pidana tetap harus didasarkan pada hasil penyelidikan. Polisi perlu memeriksa berbagai keterangan dan bukti untuk memastikan rangkaian kejadian serta mengidentifikasi pihak yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Masyarakat Diminta Tidak Main Hakim Sendiri
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, Ongky mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia meminta warga yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar menyampaikannya kepada kepolisian sehingga dapat membantu proses pengungkapan perkara.
Imbauan itu disampaikan untuk mencegah munculnya tindakan lanjutan yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan di tengah masyarakat. Informasi yang diperoleh warga diharapkan disalurkan melalui jalur resmi agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas.
Polresta Manokwari juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Layanan tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan laporan sehingga petugas dapat melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kronologi dan Motif Masih Didalami
Hingga Senin (26/10/2026), kepolisian masih mendalami penyebab terjadinya perkelahian antara Denis dan warga lokal tersebut. Kapolresta Manokwari belum mengungkap motif maupun kronologi lengkap yang melatarbelakangi dugaan penganiayaan itu. Karena itu, informasi mengenai pemicu pertikaian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan seorang warga negara asing yang berada di wilayah Manokwari. Penanganan yang transparan dan berdasarkan bukti menjadi penting untuk memastikan bahwa peristiwa tersebut dapat diungkap secara menyeluruh tanpa menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kepolisian saat ini terus melakukan pencarian terhadap orang yang diduga melakukan penganiayaan serta mengumpulkan keterangan dari saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Masyarakat diminta menjaga situasi tetap kondusif dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada hasil penyelidikan dan bukti yang berhasil dikumpulkan oleh kepolisian.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar