Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Polwan Polda Papua Barat Salurkan Makanan Tambahan Bergizi untuk Dukung Pencegahan Stunting

Polwan Polda Papua Barat Salurkan Makanan Tambahan Bergizi untuk Dukung Pencegahan Stunting

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Polwan Polda Papua Barat Salurkan Makanan Tambahan Bergizi untuk Dukung Pencegahan Stunting

Personel Polisi Wanita (Polwan) Polda Papua Barat menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan anak melalui program Polwan Peduli Stunting. Dalam kegiatan tersebut, para personel menyalurkan paket makanan tambahan bergizi kepada anak-anak di Kampung Katebu, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Sebanyak 71 balita menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Paket yang diberikan antara lain berupa vitamin dan biskuit sebagai bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program ini digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Polwan sekaligus menjadi bentuk kontribusi kepolisian dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting.

Wakil Kepala Polda Papua Barat Brigadir Jenderal Sulastiana mengatakan, persoalan stunting membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemenuhan gizi serta perhatian terhadap kesehatan anak harus dilakukan sejak usia dini agar proses pertumbuhan dan perkembangan dapat berlangsung secara optimal.

Selain memberikan makanan tambahan, personel Polwan juga memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pola asupan gizi yang seimbang. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai kebutuhan nutrisi anak sekaligus mendorong orang tua lebih aktif memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang buah hati.

Upaya pencegahan stunting, menurut pihak Polda Papua Barat, tidak seharusnya baru dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan perlu dimulai sejak awal melalui perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian ASI sesuai kebutuhan, serta penerapan pola asuh yang tepat.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Alwan Rimosan turut menjelaskan pentingnya pemberian makanan tambahan secara tepat sesuai kelompok usia anak. Ia juga mengingatkan agar makanan tambahan tetap menjadi bagian dari pola konsumsi bergizi seimbang dan diikuti dengan pemberian ASI sesuai kebutuhan anak.

Data yang disampaikan Dinas Kesehatan Papua Barat menunjukkan bahwa prevalensi stunting di wilayah tersebut masih berada pada angka 24,6 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut dapat ditekan secara bertahap hingga mencapai 14,6 persen pada 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Barat 2025-2029.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai program intervensi terus dilakukan di sejumlah wilayah. Program penanganan stunting diarahkan kepada tujuh kabupaten, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Kaimana, Teluk Wondama, dan Fakfak.

Polda Papua Barat menilai penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor. Kepolisian melalui jajaran Polwan berkomitmen untuk ikut berkontribusi dalam upaya meningkatkan kesehatan anak, tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga dengan mendorong pemeriksaan kesehatan, perhatian terhadap pemberian ASI, serta pemahaman mengenai pola pengasuhan anak.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Komisaris Besar Polisi Trihadi Kuncahyo mengatakan, penanganan persoalan gizi anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, BKKBN, kader Posyandu, dan keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan stunting berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Polwan Polda Papua Barat berharap kepedulian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak semakin meningkat di tengah masyarakat. Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga dan berbagai unsur masyarakat secara konsisten.

Dengan kolaborasi yang kuat serta edukasi yang berkesinambungan, upaya menurunkan angka stunting di Papua Barat diharapkan dapat mencapai hasil yang lebih optimal. Perhatian terhadap kesehatan anak sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan memiliki kualitas tumbuh kembang yang baik.

Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar

 

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less