Fraksi Gerindra Bantah Isu Rapat Khusus Bahas Pergerakan Gibran, Tegaskan Fokus pada Program Pemerintah
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Fraksi Gerindra Bantah Isu Rapat Khusus Bahas Pergerakan Gibran, Tegaskan Fokus pada Program Pemerintah
Fraksi Partai Gerindra DPR RI memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai adanya rapat khusus yang dipimpin Ketua Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, untuk membahas pergerakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kabar tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai dinamika politik di internal koalisi pemerintahan.
Menanggapi isu tersebut, pihak Fraksi Gerindra membantah adanya agenda khusus yang membahas aktivitas maupun langkah politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa dirinya selalu mengikuti kegiatan rapat internal fraksi dan memastikan tidak pernah ada pembahasan maupun instruksi khusus terkait pengawasan terhadap Wakil Presiden. Ia menilai informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di internal partai.
Menurut Bambang, agenda yang selama ini menjadi perhatian Fraksi Gerindra justru berkaitan dengan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah serta kondisi ekonomi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing anggota DPR. Seluruh kader diminta aktif turun ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok, ketersediaan pangan, serta menjaga daya beli masyarakat sesuai arahan yang selama ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap berjalan dengan baik. Gerindra, kata dia, berkomitmen mendukung penuh pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh pasangan Prabowo-Gibran. Karena itu, berbagai isu yang berpotensi menimbulkan kesan adanya ketidakharmonisan di internal pemerintahan dinilai sebagai informasi yang tidak benar dan cenderung bersifat provokatif.
Fraksi Gerindra juga menyayangkan munculnya berbagai pemberitaan maupun informasi yang dinilai belum memenuhi prinsip keberimbangan. Menurut mereka, setiap informasi yang berkembang seharusnya disajikan berdasarkan fakta dan konfirmasi dari seluruh pihak terkait agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Prinsip cover both sides dinilai penting untuk menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik.
Pengamat politik menilai isu tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian publik terhadap dinamika politik menuju Pemilu 2029. Nama Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden serta Budi Djiwandono yang merupakan salah satu tokoh muda di Partai Gerindra sering menjadi bahan spekulasi mengenai arah politik nasional ke depan. Namun demikian, hingga saat ini belum ada indikasi yang menunjukkan adanya perbedaan sikap politik di antara kedua tokoh tersebut.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Gerindra menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan program-program yang telah dicanangkan dapat berjalan dengan baik. Partai berlambang kepala garuda itu juga menyatakan akan terus menjaga soliditas koalisi demi mendukung stabilitas politik dan pembangunan nasional.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Fraksi Gerindra berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta lebih mengedepankan sumber informasi yang memiliki dasar fakta yang jelas. Pemerintah dan partai pendukung koalisi diharapkan tetap menjaga sinergi untuk memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar