Polisi Selidiki Dugaan Sopir Angkot Terguling di Sumedang dalam Kondisi Mabuk, Sempat Bersikap Agresif Saat Diamankan
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Selidiki Dugaan Sopir Angkot Terguling di Sumedang dalam Kondisi Mabuk, Sempat Bersikap Agresif Saat Diamankan
Aparat kepolisian tengah menyelidiki dugaan bahwa pengemudi angkutan kota (angkot) yang mengalami kecelakaan hingga terguling di wilayah Sumedang berada dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol saat kejadian berlangsung. Insiden tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah beredar informasi bahwa sopir angkot sempat menunjukkan perilaku tidak biasa dan bersikap agresif ketika hendak diamankan oleh warga maupun petugas di lokasi kejadian.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi ketika kendaraan angkutan umum yang dikemudikan pelaku kehilangan kendali hingga akhirnya terguling di jalan. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kecelakaan itu sempat menimbulkan kepanikan bagi pengguna jalan dan warga sekitar yang menyaksikan langsung insiden tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, terdapat dugaan bahwa pengemudi berada dalam kondisi tidak stabil saat mengoperasikan kendaraan. Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah saksi melihat perilaku sopir yang dianggap tidak wajar sebelum maupun sesudah kecelakaan terjadi. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya pengaruh alkohol atau faktor lain yang menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi saat berkendara.
Usai kecelakaan terjadi, sopir angkot dikabarkan sempat menunjukkan sikap agresif dan melakukan gerakan yang oleh warga sekitar disebut sebagai “jurus maung”. Tindakan tersebut membuat proses evakuasi dan pengamanan menjadi lebih sulit karena pengemudi tidak langsung bersikap kooperatif. Petugas yang berada di lokasi kemudian berupaya menenangkan situasi agar tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar.
Kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan bukti dan hasil pemeriksaan yang akurat. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, termasuk mengemudi dalam kondisi mabuk atau membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, maka pihak berwenang akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, khususnya bagi pengemudi kendaraan umum yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya. Mengemudi dalam kondisi tidak fit, terpengaruh alkohol, atau kehilangan konsentrasi dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh pengemudi untuk selalu memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan baik sebelum berkendara. Kesadaran dan disiplin berlalu lintas dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan serta menciptakan keamanan dan kenyamanan di jalan raya.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi terus mengumpulkan keterangan dari saksi maupun pihak terkait guna mengungkap secara jelas penyebab kecelakaan yang terjadi di wilayah Sumedang tersebut.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar