Polisi Periksa Sopir Bus Sekolah Setelah Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas dalam Kecelakaan di Kebayoran Baru
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Periksa Sopir Bus Sekolah Setelah Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas dalam Kecelakaan di Kebayoran Baru
Kepolisian masih mendalami peristiwa kecelakaan tragis yang menewaskan seorang siswi kelas X SMA Negeri 6 Jakarta di kawasan Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam rangkaian penyelidikan, aparat telah memeriksa pengemudi bus sekolah yang terlibat dalam insiden tersebut guna mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian dan memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Korban diketahui berinisial NAEP yang saat itu sedang berangkat menuju sekolah dengan sepeda motor yang dikendarai ayahnya. Saat melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 05.30 WIB, setang motor yang mereka tumpangi diduga tersangkut kabel yang menjuntai ke badan jalan. Akibatnya, kendaraan kehilangan keseimbangan dan kedua penumpangnya terjatuh ke aspal.
Nahas, korban yang terjatuh ke sisi jalan kemudian terlindas bus sekolah yang sedang melintas di sekitar lokasi. Sementara ayah korban yang berinisial DJ mengalami luka di bagian kepala dan hingga kini masih menjalani perawatan medis. Korban sendiri meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya setelah kejadian tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, mengatakan bahwa pengemudi bus sekolah telah dimintai keterangan oleh penyidik Unit Laka Lantas. Selain itu, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Polisi masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai peristiwa tersebut.
Selain memeriksa sopir bus, pihak kepolisian juga mendalami keberadaan kabel yang diduga menjadi penyebab awal kecelakaan. Penyidik masih menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas kabel yang menjuntai hingga mengganggu pengguna jalan. Penyelidikan terhadap asal-usul dan kepemilikan kabel tersebut dilakukan untuk menentukan apakah terdapat unsur kelalaian dari pihak tertentu.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian masyarakat dan pemerintah setempat. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Suku Dinas Pendidikan turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Sejumlah guru dan siswa SMAN 6 Jakarta juga difasilitasi untuk menghadiri rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada korban.
Setelah insiden tersebut terjadi, petugas terkait segera melakukan penanganan di lokasi, termasuk pencopotan kabel yang menjuntai agar tidak menimbulkan kecelakaan serupa di kemudian hari. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi dan peningkatan keselamatan bagi pengguna jalan di kawasan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai pentingnya keselamatan lalu lintas dan pengawasan terhadap fasilitas maupun infrastruktur yang berpotensi membahayakan masyarakat. Kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan sehingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar