Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Sakit Gigi

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Sakit Gigi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Sakit Gigi

Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap seorang santriwati yang masih berusia 14 tahun. Dugaan tindak pidana tersebut kini telah masuk ke tahap penyidikan dan tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Kasus tersebut mencuat setelah pendamping korban melaporkan dugaan tindakan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial N, yang disebut berusia 40 tahun. Berdasarkan keterangan pendamping korban, sejauh ini baru satu korban yang melapor kepada pihak berwenang.

Dugaan pencabulan tersebut disebut terjadi dengan modus pengobatan. Korban yang saat itu mengalami sakit gigi diduga mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya dari terduga pelaku. Kepada korban, terduga pelaku disebut memberikan penjelasan mengenai dugaan hubungan saraf antara bagian tubuh yang berkaitan dengan sakit gigi dan bagian tubuh lainnya.

Pendamping korban, Joko Jumadi, mengatakan dugaan tindakan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Karena korban masih berusia anak, kasus tersebut mendapat perhatian khusus dan diproses sebagai dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak.

Kasatreskrim Polres Lombok Barat AKP Heddy Permana Putra membenarkan adanya laporan terkait dugaan pencabulan tersebut. Polisi memastikan perkara telah masuk tahap penyidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan memastikan bukti-bukti yang berkaitan dengan laporan tersebut.

Dalam proses penyidikan, kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui perkara tersebut. Terduga pelaku juga telah dimintai keterangan. Polisi masih melakukan pemenuhan alat bukti sebelum menentukan perkembangan hukum selanjutnya.

Kepolisian menyatakan proses penanganan perkara masih berlangsung. Karena statusnya masih dalam tahap penyidikan, dugaan terhadap terlapor harus tetap ditempatkan sebagai bagian dari proses hukum yang belum menghasilkan putusan pengadilan. Pembuktian selanjutnya akan dilakukan berdasarkan alat bukti dan keterangan yang diperoleh penyidik.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman bagi anak untuk memperoleh ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan tindakan yang merugikan.

Pengelola lembaga pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan adanya mekanisme perlindungan bagi para peserta didik. Setiap laporan mengenai dugaan kekerasan terhadap anak perlu ditangani secara serius dengan mengutamakan keselamatan dan kepentingan korban serta tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Perkembangan perkara tersebut masih menunggu hasil penyidikan kepolisian. Aparat akan terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Masyarakat juga diharapkan menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan identitas korban anak maupun informasi pribadi lainnya yang dapat mengganggu perlindungan korban.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

    Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

      Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia Emas 2045 Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mempersiapkan masa depan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual memiliki posisi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan […]

  • Polda Metro Pastikan Personel Pengamanan Demo BEM UI Tidak Membawa Senjata Api, Kedepankan Pendekatan Humanis

    Polda Metro Pastikan Personel Pengamanan Demo BEM UI Tidak Membawa Senjata Api, Kedepankan Pendekatan Humanis

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • visibility 63
    • 0Komentar

      Polda Metro Pastikan Personel Pengamanan Demo BEM UI Tidak Membawa Senjata Api, Kedepankan Pendekatan Humanis Polda Metro Jaya memastikan bahwa seluruh personel yang diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tidak dibekali senjata api. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung pimpinan kepolisian sebagai bagian dari prosedur pengamanan aksi penyampaian pendapat […]

  • Rekening Usaha Diblokir PPATK Hampir Tiga Bulan, Johan Sidharta Mengaku Rugi dan Minta Kepastian Hukum

    Rekening Usaha Diblokir PPATK Hampir Tiga Bulan, Johan Sidharta Mengaku Rugi dan Minta Kepastian Hukum

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemblokiran rekening bank oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali menjadi sorotan. Kali ini dialami Johan Sidharta, seorang pelaku usaha sembako dan bahan baku kue, yang mengaku rekening usahanya di Bank Central Asia (BCA) diblokir sejak Februari 2026 tanpa penjelasan rinci terkait dugaan pelanggaran yang dituduhkan. Didampingi kuasa hukumnya, Imam Setiaji  […]

  • Rasio Tabungan Masyarakat Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia, LPS Dorong Penguatan Pembiayaan Domestik

    Rasio Tabungan Masyarakat Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia, LPS Dorong Penguatan Pembiayaan Domestik

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Rasio Tabungan Masyarakat Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia, LPS Dorong Penguatan Pembiayaan Domestik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti masih rendahnya rasio tabungan masyarakat Indonesia dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia, termasuk Malaysia. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas pembiayaan domestik sehingga tidak terlalu […]

  • Optimalisasi Kompetensi Personel, Polda Kalbar Gelar Post Assessment 2026

    Optimalisasi Kompetensi Personel, Polda Kalbar Gelar Post Assessment 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • visibility 79
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia, Polda Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Post Assessment Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia ini dipimpin langsung oleh Kabagbinkar Ro SDM Polda Kalbar, AKBP Suparno Agus Candra Kusumah, S.I.K., S.H., Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam […]

  • Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026, Dukung Ketahanan Energi Nasional

    Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026, Dukung Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026, Dukung Ketahanan Energi Nasional PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan kinerja positif sepanjang enam bulan pertama tahun 2026 dengan produksi minyak dan gas bumi (migas) mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Capaian tersebut terdiri atas produksi minyak sebesar 459 […]

expand_less