Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Perkuat Mitigasi Karhutla, Polda Sumsel Intensifkan Patroli dan Pemantauan di Sejumlah Daerah

Perkuat Mitigasi Karhutla, Polda Sumsel Intensifkan Patroli dan Pemantauan di Sejumlah Daerah

  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perkuat Mitigasi Karhutla, Polda Sumsel Intensifkan Patroli dan Pemantauan di Sejumlah Daerah

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) bersama jajaran terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan patroli, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta melakukan pengecekan langsung terhadap titik panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan.

Langkah pencegahan dilakukan secara serentak pada Senin, 21 September 2026. Personel kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah daerah, BPBD, Satpol PP, hingga pemerintah kecamatan dikerahkan untuk memantau sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran.

Di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), misalnya, patroli gabungan dibagi ke dalam dua zona. Petugas menyisir sejumlah wilayah yang berada di sepanjang jalur Kecamatan Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, Rawas Ilir, Rawas Ulu, dan Nibung. Dari hasil patroli tersebut, petugas tidak menemukan adanya karhutla dan kondisi di lapangan dilaporkan aman.

Selain melakukan pemantauan, personel juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta dampak pembakaran lahan. Warga diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan menggunakan metode pembakaran karena tindakan tersebut berpotensi menyebabkan api menyebar dan sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.

Kegiatan serupa dilakukan oleh personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumsel. Patroli mitigasi menggunakan kendaraan bermotor dilakukan dengan menyusuri sejumlah kawasan pedesaan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Ogan Ilir. Dari pemantauan tersebut, petugas tidak menemukan titik api di wilayah yang menjadi sasaran patroli.

Polda Sumsel juga melakukan respons cepat terhadap informasi mengenai titik panas yang terdeteksi melalui aplikasi pemantauan hotspot. Di Kabupaten OKU, personel Polsek Ulu Ogan melakukan pengecekan langsung atau ground checking di Desa Pedataran setelah mendapatkan informasi mengenai pantauan satelit.

Setelah tiba di lokasi, petugas menemukan lahan perkebunan milik warga dengan luas sekitar setengah hektare yang sebelumnya sempat terbakar. Namun, berdasarkan pemeriksaan di lapangan, api telah berhasil padam sehingga tidak ditemukan kebakaran yang masih berlangsung.

Sementara itu, jajaran Polres Empat Lawang melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat yang bekerja sebagai pekebun. Petugas mendatangi warga di Desa Lesung Batu dan Padang Titiran untuk menyampaikan imbauan agar tidak membuka ataupun memperluas lahan dengan cara membakar.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa langkah mitigasi dan pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Menurutnya, jajaran kepolisian di tingkat Polda, Polres, Polsek hingga Brimob harus terus bergerak bersama dalam melakukan pemantauan dan pencegahan di lapangan.

Selain mengintensifkan patroli dan sosialisasi, kepolisian juga menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons setiap informasi mengenai kemunculan titik panas. Tindakan tersebut diperlukan agar potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.

Upaya pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha, serta masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko kebakaran.

Polda Sumsel menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur di daerah dalam menghadapi potensi karhutla. Patroli dan pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Melalui kombinasi patroli lapangan, pemantauan hotspot, pengecekan langsung, serta edukasi kepada masyarakat, kepolisian berupaya memastikan potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas warga.

Sinergi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi Sumatera Selatan tetap aman dari ancaman karhutla. Dengan pencegahan yang dilakukan secara konsisten dan respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran, potensi munculnya kabut asap serta dampak lingkungan akibat karhutla dapat ditekan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less