Penjaga Sekolah Peras 10 Anak SD, Uangnya Dipakai Judi Online
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penjaga Sekolah Peras 10 Anak SD, Uangnya Dipakai Judi Online
Kasus dugaan pemerasan terhadap siswa sekolah dasar kembali menjadi perhatian publik setelah seorang penjaga sekolah diduga melakukan tindakan tersebut terhadap sedikitnya 10 siswa. Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, itu mengundang keprihatinan karena para korban masih berusia anak-anak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang yang diperoleh dari aksi tersebut diduga digunakan pelaku untuk bermain judi online.
Aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai dugaan pemerasan tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga meminta sejumlah uang kepada para siswa secara berulang dalam kurun waktu yang cukup lama. Para korban diduga menyerahkan uang karena merasa takut dan tertekan akibat ancaman maupun intimidasi yang dilakukan oleh pelaku.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua maupun masyarakat karena lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak justru diduga dimanfaatkan untuk melakukan tindakan melawan hukum. Para orang tua berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan sehingga memberikan rasa keadilan bagi para korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, kepolisian juga meminta keterangan dari para saksi, pihak sekolah, serta keluarga korban guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan modus yang digunakan. Penyidik turut mendalami dugaan penggunaan uang hasil pemerasan yang disebut-sebut dipakai untuk aktivitas judi online, sehingga seluruh unsur pidana dalam perkara tersebut dapat dibuktikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya pengawasan terhadap anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Orang tua dan tenaga pendidik diharapkan terus menjalin komunikasi yang baik dengan siswa agar mereka berani melaporkan apabila mengalami tindakan intimidasi, pemerasan, maupun bentuk kekerasan lainnya. Edukasi mengenai keberanian menyampaikan laporan juga dinilai penting agar anak tidak merasa takut ketika menjadi korban.
Pemerintah dan pihak sekolah diharapkan semakin memperkuat sistem perlindungan anak dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun eksploitasi. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan harus dijaga melalui pengawasan yang lebih baik serta penegakan aturan yang tegas terhadap setiap pelanggaran.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat kepolisian memastikan akan menangani perkara tersebut secara profesional dan mendalami seluruh fakta yang ditemukan selama proses penyidikan, termasuk kemungkinan adanya korban lain maupun unsur pidana tambahan yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar