Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Misteri Hilangnya Kakak Beradik di Banyuasin Terungkap Setelah Lima Tahun, Dua Pelaku Diamankan

Misteri Hilangnya Kakak Beradik di Banyuasin Terungkap Setelah Lima Tahun, Dua Pelaku Diamankan

  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Misteri Hilangnya Kakak Beradik di Banyuasin Terungkap Setelah Lima Tahun, Dua Pelaku Diamankan

Misteri hilangnya dua kakak beradik perempuan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, selama hampir lima tahun akhirnya terungkap. Keduanya, RN yang saat itu berusia 18 tahun dan adiknya AY yang masih berusia 14 tahun, diketahui menjadi korban tindak pidana yang kini sedang ditangani oleh kepolisian.

Kasus tersebut mulai menemukan titik terang setelah warga menemukan tulang-belulang manusia di sebuah rumah kosong di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin AKP Mukhis menjelaskan bahwa peristiwa yang menimpa kedua korban terjadi pada 27 Oktober 2021. Saat itu, keduanya diketahui pergi dari rumah untuk bersekolah dengan menggunakan sepeda motor. Setelah kegiatan sekolah selesai, RN kemudian berencana bertemu dengan seorang pria yang disebut sebagai pacarnya.

Keduanya kemudian menuju kawasan Perumahan Amanah yang pada saat itu terdapat sejumlah bangunan kosong. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, lokasi tersebut diduga menjadi tempat terjadinya tindak pidana terhadap kedua korban. Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Setelah kejadian tersebut, keluarga korban terus berupaya mencari keberadaan RN dan AY. Selama bertahun-tahun, keberadaan keduanya tidak diketahui sehingga kasus tersebut menjadi misteri bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.

Petunjuk penting dalam kasus tersebut muncul ketika seorang buruh harian lepas berinisial R, berusia 56 tahun, sedang mengumpulkan kayu gelam di sekitar lokasi. Saat berada di kawasan tersebut, R menemukan sesuatu yang mencurigakan berupa bagian kendaraan yang telah terbakar di sebuah parit.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas yang melakukan pemeriksaan di lokasi selanjutnya menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan dua korban. Setelah dilakukan proses identifikasi, polisi memastikan bahwa tulang-belulang tersebut berkaitan dengan RN dan AY yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Setelah identitas korban diketahui, kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab. Dalam waktu kurang dari satu hari sejak penemuan tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang pria yang kemudian diperiksa secara intensif terkait kasus tersebut.

Kedua pria yang diamankan masing-masing berinisial Rendi Saputra, 28 tahun, warga Kenten Laut Banyuasin, serta Andika, warga Talang Kelapa Banyuasin. Salah satu dari mereka diketahui memiliki hubungan dengan salah satu korban.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino membenarkan bahwa kedua korban merupakan korban pembunuhan. Kedua orang yang diamankan tersebut kemudian menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan dugaan keterlibatan mereka dalam perkara tersebut.

Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian serta mengumpulkan alat bukti yang diperlukan. Proses penyidikan dilakukan berdasarkan fakta dan keterangan yang diperoleh dari lapangan, termasuk hasil pemeriksaan terhadap para pihak yang berkaitan dengan perkara.

Terungkapnya kasus ini memberikan jawaban atas penantian panjang keluarga korban yang selama bertahun-tahun tidak mengetahui keberadaan RN dan AY. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan informasi mengenai orang hilang atau hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kasus tersebut kini memasuki proses hukum lebih lanjut. Kepolisian memastikan penanganan perkara akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian akan terus didalami untuk memastikan proses hukum berjalan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Ungkap Kasus Business Email Compromise, Kerugian Perusahaan Capai USD 350 Ribu

    Polri Ungkap Kasus Business Email Compromise, Kerugian Perusahaan Capai USD 350 Ribu

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Polri Ungkap Kasus Business Email Compromise, Kerugian Perusahaan Capai USD 350 Ribu Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus kejahatan siber lintas negara dengan modus Business Email Compromise (BEC). Dalam perkara tersebut, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat mengalami kerugian sebesar USD 350.325 atau sekitar Rp5,6 miliar akibat manipulasi komunikasi melalui surat elektronik bisnis. Kasus […]

  • 10 Maskapai Terbaik Dunia untuk Penerbangan Jarak Jauh, Utamakan Kenyamanan dan Layanan Premium

    10 Maskapai Terbaik Dunia untuk Penerbangan Jarak Jauh, Utamakan Kenyamanan dan Layanan Premium

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 32
    • 0Komentar

    10 Maskapai Terbaik Dunia untuk Penerbangan Jarak Jauh, Utamakan Kenyamanan dan Layanan Premium Perjalanan udara jarak jauh menuntut maskapai penerbangan untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya aman, tetapi juga nyaman dan berkualitas. Berbagai lembaga pemeringkat internasional setiap tahunnya melakukan penilaian terhadap maskapai di seluruh dunia berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kualitas pelayanan, kenyamanan kabin, fasilitas […]

  • Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda

    Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Polri menggelar serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri dan kepala kepolisian daerah. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri setelah diterbitkannya surat telegram Kapolri. Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Rupattama […]

  • Polri Ajak Peserta Penyampaian Aspirasi Tetap Jaga Keamanan dan Ketertiban

    Polri Ajak Peserta Penyampaian Aspirasi Tetap Jaga Keamanan dan Ketertiban

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Polri Ajak Peserta Penyampaian Aspirasi Tetap Jaga Keamanan dan Ketertiban Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengajak seluruh peserta kegiatan penyampaian aspirasi untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama menyampaikan pendapat di ruang publik. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya memastikan kegiatan berlangsung secara aman, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya. Polri menegaskan bahwa penyampaian aspirasi […]

  • Polda Kaltim Kirim 190 Personel Brimob untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalbar

    Polda Kaltim Kirim 190 Personel Brimob untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Polda Kaltim Kirim 190 Personel Brimob untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalbar Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengerahkan sebanyak 190 personel Brigade Mobil (Brimob) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Pengiriman personel tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian dalam menghadapi potensi meluasnya kebakaran yang dapat mengganggu lingkungan serta […]

  • Polisi Tunggu Hasil Autopsi Pastikan Penyebab Kematian Dokter PPDS di Siak

    Polisi Tunggu Hasil Autopsi Pastikan Penyebab Kematian Dokter PPDS di Siak

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Polisi Tunggu Hasil Autopsi Pastikan Penyebab Kematian Dokter PPDS di Siak Kepolisian Resor (Polres) Siak masih terus mendalami kasus meninggalnya seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau. Hingga saat ini, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab pasti […]

expand_less