Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » 23 Hotspot Terdeteksi di Kawasan TNBS, Polsek Banyuasin II Lakukan Ground Check dan Pantau Titik Api

23 Hotspot Terdeteksi di Kawasan TNBS, Polsek Banyuasin II Lakukan Ground Check dan Pantau Titik Api

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

23 Hotspot Terdeteksi di Kawasan TNBS, Polsek Banyuasin II Lakukan Ground Check dan Pantau Titik Api

BANYUASIN – Sebanyak 23 titik panas atau hotspot terdeteksi di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas dengan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Ground check dilakukan personel Polsek Banyuasin II bersama pemerintah desa dan masyarakat peduli api (MPA) Desa Tanah Pilih pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Tim dipimpin Kapolsek Banyuasin II IPTU Muhammad Ardhi Noer, S.H., M.Si. melalui Kanit Reskrim IPDA Andri Wirahadinata, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Aipda M. Zulkarnain, S.H., Kepala Desa Tanah Pilih serta anggota MPA.

Untuk menuju lokasi yang terdeteksi sebagai hotspot, petugas menggunakan aplikasi pemetaan sebagai panduan. Perjalanan dilakukan menggunakan transportasi air sebelum tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Kondisi geografis kawasan konservasi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi petugas. Minimnya akses jalan membuat perjalanan menuju titik yang paling dekat dengan lokasi hotspot membutuhkan waktu sekitar empat jam menggunakan perahu atau speedboat.

Setelah tiba di kawasan yang dituju, tim melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan. Berdasarkan hasil ground check, titik panas berada di wilayah lahan konservasi TNBS yang memiliki karakteristik belukar kering dan tanah gambut.

Petugas belum dapat mendekati seluruh titik hotspot secara langsung. Jarak pengamatan berada sekitar 800 hingga 900 meter, terutama pada titik-titik yang lokasinya berkelompok atau saling berdekatan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang diperkirakan terdampak kebakaran mencapai sekitar 16 hektare. Meski demikian, kondisi api saat petugas melakukan pengecekan telah dinyatakan padam.

Namun, petugas masih menemukan asap yang muncul dari dalam tanah. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan gambut memiliki potensi menyimpan panas di bawah permukaan sehingga pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Upaya penanganan sebelumnya juga telah dilakukan melalui operasi water bombing oleh BPBD Kabupaten Banyuasin. Petugas di lapangan kemudian melanjutkan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat indikasi api maupun asap yang dapat berkembang menjadi kebakaran baru.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar, S.H., menegaskan bahwa pengecekan langsung terhadap hotspot penting dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, informasi mengenai titik panas tidak cukup hanya berdasarkan pemantauan dari sistem deteksi. Pemeriksaan langsung diperlukan untuk menentukan langkah penanganan, terlebih ketika lokasi berada di kawasan gambut yang memiliki risiko kebakaran berulang.

Keterbatasan akses menuju kawasan konservasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Karena itu, koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat dan instansi terkait terus diperkuat.

Selain melakukan ground check, personel Polsek Banyuasin II bersama pemerintah setempat juga meningkatkan patroli di wilayah yang dianggap rawan kebakaran. Masyarakat turut diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Polres Banyuasin menegaskan akan terus memantau perkembangan hotspot di wilayah tersebut. Langkah pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan serta mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan menggunakan api.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BKSDA Pasang Perangkap untuk Menangani Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman Lubuklinggau

    BKSDA Pasang Perangkap untuk Menangani Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman Lubuklinggau

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    BKSDA Pasang Perangkap untuk Menangani Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman Lubuklinggau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan bersama pemerintah setempat mengambil langkah untuk menangani kemunculan seekor beruang di sekitar permukiman warga Kelurahan Lubuk Binjai, Lubuklinggau. Petugas memasang perangkap khusus setelah laporan mengenai keberadaan satwa liar tersebut kembali diterima dari masyarakat. Perangkap dipasang […]

  • Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru

    Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru Polda Riau mengambil langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membagikan sebanyak 2.500 masker kepada warga di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru, Selasa (25/8/2026) sore. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menangani karhutla […]

  • Rabu, 29 April 2026Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

    Rabu, 29 April 2026Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi peran aktif jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa kedua aspek tersebut penting dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. “Inflasi ini saya kira sangat perlu diketahui oleh kita semua, anak-anak bangsa, apalagi jajaran TNI yang merupakan […]

  • Polri Bangun Puluhan Posko dan Fasilitas Darurat untuk Korban Gempa NTT

    Polri Bangun Puluhan Posko dan Fasilitas Darurat untuk Korban Gempa NTT

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • visibility 70
    • 0Komentar

      Polri Bangun Puluhan Posko dan Fasilitas Darurat untuk Korban Gempa NTT Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat penanganan darurat pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun puluhan posko serta menyiapkan berbagai fasilitas untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, layanan kesehatan, dan dukungan pemulihan dapat […]

  • Polisi Siaga di 20 Titik Pengamanan Saat Aksi Mahasiswa di DPRD Jawa Barat

    Polisi Siaga di 20 Titik Pengamanan Saat Aksi Mahasiswa di DPRD Jawa Barat

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • visibility 65
    • 0Komentar

      Polisi Siaga di 20 Titik Pengamanan Saat Aksi Mahasiswa di DPRD Jawa Barat Kepolisian menyiapkan pengamanan secara menyeluruh dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, aparat menempatkan personel di sekitar 20 titik strategis yang dianggap memiliki tingkat mobilitas […]

  • Polisi Analisis Rekaman CCTV Kasus Penganiayaan Koordinator BEM UI, Barang Bukti Diperiksa di Laboratorium Forensik

    Polisi Analisis Rekaman CCTV Kasus Penganiayaan Koordinator BEM UI, Barang Bukti Diperiksa di Laboratorium Forensik

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Polisi Analisis Rekaman CCTV Kasus Penganiayaan Koordinator BEM UI, Barang Bukti Diperiksa di Laboratorium Forensik JAKARTA – Polda Metro Jaya masih mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda. Salah satu langkah yang dilakukan penyidik adalah menganalisis rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) serta memeriksa barang bukti […]

expand_less