Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Karhutla Jambi Tersisa Dua Titik, Al Haris Pastikan Proses Pemadaman Terus Dilakukan

Karhutla Jambi Tersisa Dua Titik, Al Haris Pastikan Proses Pemadaman Terus Dilakukan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Karhutla Jambi Tersisa Dua Titik, Al Haris Pastikan Proses Pemadaman Terus Dilakukan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai menunjukkan perkembangan positif. Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa saat ini hanya tersisa dua titik kebakaran yang masih dalam proses pemadaman oleh petugas di lapangan.

Dua lokasi yang masih menjadi perhatian berada di kawasan Tahura Kelurahan Sridadi, Kabupaten Batang Hari, serta satu titik lainnya di Kabupaten Tebo. Petugas gabungan masih dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali menyebar ke area di sekitarnya.

Al Haris mengatakan, sebagian besar titik karhutla lainnya telah berhasil dikendalikan. Saat ini, petugas memasuki tahap pendinginan di sejumlah lokasi. Tahapan tersebut tetap dilakukan secara serius karena bara api yang masih tersisa dapat kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani dengan baik.

Menurut Al Haris, dua lokasi yang masih terbakar tersebut sebelumnya juga sempat berhasil dipadamkan. Namun, api kembali muncul sehingga petugas harus melakukan penanganan secara berulang hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. Situasi ini menunjukkan bahwa pemadaman karhutla tidak cukup hanya dengan menghilangkan api yang terlihat di permukaan.

Pemerintah Provinsi Jambi pun terus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah mencegah masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilai memiliki risiko tinggi, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.

Sebagai alternatif, pemerintah mendorong masyarakat menggunakan metode pembukaan lahan tanpa bakar atau PLTB. Masyarakat dapat membentuk kelompok tani agar lebih mudah mendapatkan dukungan berupa peralatan, bibit, maupun bantuan lain yang dapat menunjang pembukaan lahan secara aman dan tidak menimbulkan kebakaran.

Al Haris menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman. Upaya pencegahan sejak awal pembukaan lahan juga menjadi bagian penting dalam mengurangi potensi munculnya titik api baru. Menurutnya, kebakaran yang terjadi berulang dapat memberikan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga munculnya kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam penanganan karhutla di Jambi, berbagai unsur telah dilibatkan. Personel TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta masyarakat turut bekerja sama dalam melakukan pemadaman dan pengawasan di wilayah yang rawan terbakar.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa tindakan pembakaran lahan secara sengaja dapat berujung pada proses hukum apabila ditemukan bukti yang cukup. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan yang dapat memicu kebakaran dan diharapkan ikut menjaga lahan masing-masing.

Dengan semakin berkurangnya jumlah titik api, pemerintah berharap kondisi karhutla di Jambi dapat segera dikendalikan sepenuhnya. Namun, kewaspadaan tetap perlu dijaga karena potensi kebakaran masih dapat muncul apabila pencegahan tidak dilakukan secara konsisten.

Al Haris mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan metode pembakaran. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, serta masyarakat menjadi kunci agar karhutla dapat dikendalikan dan tidak kembali meluas.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Pembawa 26 Kilogram Ekstasi dari KLIA ke Indonesia

    Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Pembawa 26 Kilogram Ekstasi dari KLIA ke Indonesia

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Pembawa 26 Kilogram Ekstasi dari KLIA ke Indonesia Otoritas Malaysia mulai melakukan penyelidikan menyeluruh terkait lolosnya seorang kopilot maskapai asal Malaysia yang diduga menyelundupkan 26 kilogram narkotika jenis ekstasi dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju Indonesia. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan awak pesawat yang seharusnya menjalani prosedur keamanan […]

  • Direktur FBI Kunjungi Jakarta, Bertemu Presiden Prabowo dan Kapolri Bahas Penguatan Kerja Sama

    Direktur FBI Kunjungi Jakarta, Bertemu Presiden Prabowo dan Kapolri Bahas Penguatan Kerja Sama

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Direktur FBI Kunjungi Jakarta, Bertemu Presiden Prabowo dan Kapolri Bahas Penguatan Kerja Sama Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dan mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika […]

  • Kru Kapal Pertamina Ceritakan Detik-detik Menegangkan Saat Berhasil Melintasi Selat Hormuz

    Kru Kapal Pertamina Ceritakan Detik-detik Menegangkan Saat Berhasil Melintasi Selat Hormuz

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kru Kapal Pertamina Ceritakan Detik-detik Menegangkan Saat Berhasil Melintasi Selat Hormuz Sejumlah awak kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) membagikan pengalaman menegangkan saat berhasil melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia yang sempat mengalami peningkatan risiko akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Para kru mengaku harus menjalani pelayaran […]

  • BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Masih Fluktuatif

    BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Masih Fluktuatif

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Masih Fluktuatif Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut. Data tersebut tercatat hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, […]

  • Direktur FBI Serahkan Artefak Budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo, Simbol Penguatan Kerja Sama Repatriasi

    Direktur FBI Serahkan Artefak Budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo, Simbol Penguatan Kerja Sama Repatriasi

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Direktur FBI Serahkan Artefak Budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo, Simbol Penguatan Kerja Sama Repatriasi Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, membawa kejutan istimewa saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Kash Patel menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia yang sebelumnya berada […]

  • Rekening Usaha Diblokir PPATK Hampir Tiga Bulan, Johan Sidharta Mengaku Rugi dan Minta Kepastian Hukum

    Rekening Usaha Diblokir PPATK Hampir Tiga Bulan, Johan Sidharta Mengaku Rugi dan Minta Kepastian Hukum

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemblokiran rekening bank oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali menjadi sorotan. Kali ini dialami Johan Sidharta, seorang pelaku usaha sembako dan bahan baku kue, yang mengaku rekening usahanya di Bank Central Asia (BCA) diblokir sejak Februari 2026 tanpa penjelasan rinci terkait dugaan pelanggaran yang dituduhkan. Didampingi kuasa hukumnya, Imam Setiaji  […]

expand_less