Karhutla Jambi Tersisa Dua Titik, Al Haris Pastikan Proses Pemadaman Terus Dilakukan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Karhutla Jambi Tersisa Dua Titik, Al Haris Pastikan Proses Pemadaman Terus Dilakukan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai menunjukkan perkembangan positif. Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa saat ini hanya tersisa dua titik kebakaran yang masih dalam proses pemadaman oleh petugas di lapangan.
Dua lokasi yang masih menjadi perhatian berada di kawasan Tahura Kelurahan Sridadi, Kabupaten Batang Hari, serta satu titik lainnya di Kabupaten Tebo. Petugas gabungan masih dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali menyebar ke area di sekitarnya.
Al Haris mengatakan, sebagian besar titik karhutla lainnya telah berhasil dikendalikan. Saat ini, petugas memasuki tahap pendinginan di sejumlah lokasi. Tahapan tersebut tetap dilakukan secara serius karena bara api yang masih tersisa dapat kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani dengan baik.
Menurut Al Haris, dua lokasi yang masih terbakar tersebut sebelumnya juga sempat berhasil dipadamkan. Namun, api kembali muncul sehingga petugas harus melakukan penanganan secara berulang hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. Situasi ini menunjukkan bahwa pemadaman karhutla tidak cukup hanya dengan menghilangkan api yang terlihat di permukaan.
Pemerintah Provinsi Jambi pun terus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah mencegah masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilai memiliki risiko tinggi, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.
Sebagai alternatif, pemerintah mendorong masyarakat menggunakan metode pembukaan lahan tanpa bakar atau PLTB. Masyarakat dapat membentuk kelompok tani agar lebih mudah mendapatkan dukungan berupa peralatan, bibit, maupun bantuan lain yang dapat menunjang pembukaan lahan secara aman dan tidak menimbulkan kebakaran.
Al Haris menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman. Upaya pencegahan sejak awal pembukaan lahan juga menjadi bagian penting dalam mengurangi potensi munculnya titik api baru. Menurutnya, kebakaran yang terjadi berulang dapat memberikan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga munculnya kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam penanganan karhutla di Jambi, berbagai unsur telah dilibatkan. Personel TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta masyarakat turut bekerja sama dalam melakukan pemadaman dan pengawasan di wilayah yang rawan terbakar.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa tindakan pembakaran lahan secara sengaja dapat berujung pada proses hukum apabila ditemukan bukti yang cukup. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan yang dapat memicu kebakaran dan diharapkan ikut menjaga lahan masing-masing.
Dengan semakin berkurangnya jumlah titik api, pemerintah berharap kondisi karhutla di Jambi dapat segera dikendalikan sepenuhnya. Namun, kewaspadaan tetap perlu dijaga karena potensi kebakaran masih dapat muncul apabila pencegahan tidak dilakukan secara konsisten.
Al Haris mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan metode pembakaran. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, serta masyarakat menjadi kunci agar karhutla dapat dikendalikan dan tidak kembali meluas.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar