Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program Latsarmil SPPI Usai Lima Peserta Meninggal Dunia
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

KompasTV
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program Latsarmil SPPI Usai Lima Peserta Meninggal Dunia
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Bela Negara dan Manajerial (Latsarmil) yang diikuti peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah tersebut diambil setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti rangkaian pelatihan.
Evaluasi dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan seluruh proses pelatihan berjalan sesuai standar keselamatan, kesehatan, serta prinsip perlindungan terhadap seluruh peserta. Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sehingga berbagai prosedur pelaksanaan akan disempurnakan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dalam proses evaluasi tersebut, penyelenggara melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek penting, mulai dari mekanisme pemeriksaan kesehatan awal, sistem pemantauan kondisi fisik peserta selama pelatihan, prosedur penanganan medis darurat, hingga mekanisme rujukan ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan peserta dengan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain melakukan evaluasi terhadap sistem pelatihan, penyelenggara juga memperkuat pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap seluruh peserta yang masih mengikuti program. Peserta yang memiliki keluhan kesehatan maupun faktor risiko tertentu akan mendapatkan observasi khusus, pemeriksaan medis lanjutan, hingga pemisahan sementara apabila diperlukan berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan.
Kemhan menjelaskan bahwa setiap peserta sebelumnya telah melalui tahapan seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kondisi medis yang tidak terdeteksi pada pemeriksaan awal maupun berkembang setelah peserta mengikuti aktivitas pelatihan. Oleh karena itu, sistem deteksi dini akan semakin diperkuat agar kondisi kesehatan peserta dapat dipantau secara lebih komprehensif.
Perbaikan juga akan dilakukan terhadap pola kegiatan selama latihan. Intensitas aktivitas fisik akan disesuaikan dengan kemampuan peserta, disertai pengawasan medis yang lebih ketat serta pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif. Pelatihan akan tetap berorientasi pada pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, kerja sama, dan semangat pengabdian kepada masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan peserta.
Di samping itu, pemerintah memastikan pendampingan kepada keluarga korban terus dilakukan, termasuk membantu proses pemulangan jenazah, penyelesaian administrasi, hingga pemenuhan hak-hak peserta sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap peserta yang telah mengikuti program pengabdian tersebut.
Kemhan kembali menegaskan bahwa Program SPPI bukan merupakan pendidikan untuk membentuk prajurit militer, melainkan pembinaan karakter bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih agar memiliki integritas, kedisiplinan, kemampuan kepemimpinan, serta semangat melayani masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan program agar lebih profesional, aman, dan akuntabel di masa mendatang.
Pemerintah juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, instansi terkait, serta penyelenggara pelatihan untuk memastikan seluruh rekomendasi hasil evaluasi dapat diterapkan secara menyeluruh. Dengan demikian, pelaksanaan program pembinaan sumber daya manusia tersebut diharapkan tetap dapat berjalan dengan mengedepankan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan bagi seluruh peserta.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar