Evakuasi Penumpang KMP Mutiara Sentosa Berlanjut, Lima Anak Ditemukan Tidak Tercatat dalam Manifes
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“`
Evakuasi Penumpang KMP Mutiara Sentosa Berlanjut, Lima Anak Ditemukan Tidak Tercatat dalam Manifes
Proses evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dilakukan oleh tim gabungan. Di tengah proses pendataan korban, pemerintah menemukan fakta bahwa terdapat lima anak yang berada di atas kapal namun tidak tercantum dalam manifes penumpang. Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena manifes merupakan dokumen utama yang digunakan untuk memastikan jumlah penumpang dalam kondisi darurat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa proses pencocokan antara data manifes dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi masih terus berlangsung. Selain adanya penumpang yang dilaporkan membatalkan perjalanan tanpa pembaruan data, petugas juga menemukan lima anak yang tidak masuk dalam daftar manifes. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pendataan penumpang yang diterapkan oleh operator kapal.
Menurut Kementerian Perhubungan, setiap penumpang yang naik ke atas kapal, termasuk anak-anak, wajib tercatat dalam manifes sebelum keberangkatan. Pendataan yang akurat sangat penting untuk memastikan seluruh penumpang dapat diketahui keberadaannya apabila terjadi kecelakaan maupun keadaan darurat. Selain itu, data manifes juga menjadi dasar dalam proses evakuasi, identifikasi korban, hingga pemenuhan hak-hak penumpang sesuai ketentuan yang berlaku.
Tim SAR gabungan bersama Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, serta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi terus melakukan proses penyelamatan dan evakuasi. Para korban yang berhasil dievakuasi dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus proses pendataan. Pemerintah juga terus memastikan seluruh penumpang dapat teridentifikasi dengan baik sehingga tidak ada korban yang terlewat dalam proses pencarian.
Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operator kapal. Evaluasi tersebut akan dilakukan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi mengenai penyebab kebakaran. Pemerintah menilai hasil investigasi akan menjadi dasar untuk memperbaiki standar keselamatan pelayaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain menelusuri penyebab kebakaran, pemerintah juga akan mengevaluasi sistem administrasi manifes agar kejadian serupa tidak terulang. Pendataan penumpang yang akurat dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan, penyediaan perlengkapan darurat seperti jaket pelampung, serta proses penanganan korban apabila terjadi kecelakaan di laut. Dengan data yang lengkap, proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kondisi teknis kapal, tetapi juga pada kedisiplinan dalam menjalankan prosedur administrasi. Pemerintah berharap seluruh operator kapal penumpang meningkatkan kepatuhan terhadap aturan manifes, sehingga setiap perjalanan laut dapat berlangsung dengan standar keselamatan yang lebih baik dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh penumpang.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
“`
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar