Polisi Mengajar di SMA Negeri 5 Maluku Tengah, Siswa Dibekali Pemahaman Bijak Bermedia Digital
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Mengajar di SMA Negeri 5 Maluku Tengah, Siswa Dibekali Pemahaman Bijak Bermedia Digital
Kepolisian terus mendorong peningkatan pemahaman generasi muda dalam menggunakan teknologi dan media digital secara cerdas dan bertanggung jawab. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Polisi Mengajar yang digelar di SMA Negeri 5 Maluku Tengah. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya bersikap bijak ketika beraktivitas di ruang digital.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk memahami berbagai manfaat sekaligus tantangan yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan internet dan media sosial. Siswa diajak untuk tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana komunikasi dan pembelajaran, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap informasi maupun konten yang mereka bagikan di dunia maya.
Dalam penyampaian materi, kepolisian memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga etika ketika berkomunikasi melalui platform digital. Para siswa diingatkan agar selalu mempertimbangkan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya serta tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Literasi digital dinilai menjadi hal yang semakin penting bagi pelajar karena perkembangan teknologi membuat arus informasi bergerak dengan sangat cepat. Informasi yang diterima melalui media sosial belum tentu seluruhnya benar atau sesuai dengan fakta. Karena itu, kemampuan untuk memeriksa informasi dan berpikir kritis diperlukan agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Selain membahas cara menyikapi informasi, kegiatan Polisi Mengajar juga menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga sikap dan perilaku saat berinteraksi di dunia digital. Ruang digital pada dasarnya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga etika, kesopanan, dan tanggung jawab tetap harus diterapkan sebagaimana ketika berinteraksi secara langsung.
Para siswa juga didorong untuk menggunakan media digital untuk kegiatan yang memberikan manfaat positif. Internet dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan, sarana mengembangkan kreativitas, media pembelajaran, serta ruang untuk mendapatkan berbagai informasi yang mendukung pengembangan kemampuan dan prestasi.
Kehadiran polisi di lingkungan sekolah melalui program edukasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan generasi muda. Pendekatan edukatif dinilai penting agar siswa memperoleh pemahaman mengenai berbagai persoalan sosial dan keamanan dengan cara yang mudah dipahami serta sesuai dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Sekolah juga memiliki peran penting dalam membangun budaya bermedia digital yang sehat. Kolaborasi antara guru, orang tua, kepolisian, dan siswa diperlukan agar penggunaan teknologi dapat memberikan manfaat maksimal sekaligus mengurangi risiko yang dapat muncul akibat penggunaan media digital secara tidak bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar SMA Negeri 5 Maluku Tengah diharapkan semakin memahami bahwa kebebasan menggunakan media digital harus diikuti dengan tanggung jawab. Setiap tindakan di ruang digital dapat memiliki dampak terhadap diri sendiri maupun orang lain sehingga diperlukan sikap bijaksana, kritis, dan penuh pertimbangan.
Kegiatan Polisi Mengajar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki kemampuan literasi digital sekaligus kesadaran terhadap etika dalam berkomunikasi. Dengan pemahaman yang baik, para siswa diharapkan dapat menjadi pengguna teknologi yang produktif dan mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk hal-hal yang positif.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar