CORE Indonesia Nilai Pergantian Gubernur BI Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Pasar
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CORE Indonesia Nilai Pergantian Gubernur BI Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Pasar
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) harus dijadikan momentum untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter nasional. Menurutnya, proses transisi yang berlangsung secara baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan akan menjadi faktor penting dalam menjaga keyakinan investor di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. Faisal menjelaskan bahwa pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, ia menegaskan bahwa reaksi pasar tidak hanya dipengaruhi oleh pergantian figur pemimpin, melainkan juga oleh keyakinan bahwa arah kebijakan moneter Bank Indonesia tetap berjalan secara konsisten dan independen.
Menurut CORE Indonesia, pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan proses pergantian kepemimpinan berlangsung dengan tata kelola yang baik. Kepastian mengenai mekanisme pengisian jabatan serta kesinambungan kebijakan dinilai akan memberikan sinyal positif kepada investor, baik domestik maupun internasional, sehingga mampu menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
Faisal menambahkan bahwa gejolak di pasar keuangan merupakan hal yang lazim terjadi ketika terjadi pergantian pimpinan lembaga strategis seperti Bank Indonesia. Meski demikian, dampaknya diperkirakan dapat diminimalkan apabila proses transisi berlangsung cepat, kredibel, dan sesuai aturan. Kejelasan arah kebijakan akan menjadi faktor utama dalam mengembalikan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Ia juga menilai Bank Indonesia memiliki instrumen kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta meredam volatilitas pasar keuangan. Oleh karena itu, keberlanjutan kebijakan moneter harus tetap menjadi prioritas selama masa transisi agar stabilitas makroekonomi nasional tetap terjaga. Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dinilai perlu terus diperkuat.
Selain itu, isu independensi Bank Indonesia menjadi perhatian penting bagi investor dan lembaga pemeringkat internasional. Menurut CORE Indonesia, proses pergantian kepemimpinan harus mampu menunjukkan bahwa independensi bank sentral tetap terjaga sehingga kredibilitas kebijakan moneter Indonesia tidak mengalami penurunan. Kepercayaan tersebut dinilai akan berpengaruh terhadap stabilitas rupiah, arus investasi, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah maupun panjang.
Pemerintah sendiri telah memastikan bahwa mekanisme pengisian jabatan Gubernur Bank Indonesia dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia. Selama proses tersebut berlangsung, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI guna memastikan seluruh fungsi bank sentral tetap berjalan normal dan berbagai kebijakan strategis dapat terus dilaksanakan tanpa hambatan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Saat ini belum ada komentar