Brimob Polda Metro Semprot Jalanan di Jakarta-Bekasi Cegah Abu Vulkanik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Brimob Polda Metro kerahkan water cannon semprot jalanan di Jakarta-Bekasi tangani abu vulkanik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Brimob Polda Metro Semprot Jalanan di Jakarta-Bekasi Cegah Abu Vulkanik
Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat menangani dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjangkau sejumlah wilayah Jabodetabek. Personel kepolisian mengerahkan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC) untuk menyemprot sejumlah ruas jalan.
Penyemprotan dilakukan untuk membasahi permukaan jalan yang terdampak abu vulkanik. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi abu yang kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan dan membantu menjaga kondisi jalan tetap aman bagi masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengerahan personel dan armada merupakan bentuk respons kepolisian terhadap kondisi di lapangan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Menurut Budi, penyemprotan ditujukan untuk mengurangi paparan debu vulkanik di ruas jalan. Abu yang menumpuk dan kemudian beterbangan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, termasuk pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan.
Kegiatan penanganan tersebut melibatkan personel dari Batalyon A, B, C, dan D Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya. Mereka dikerahkan ke sejumlah lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bekasi.
Di wilayah Jakarta Pusat, Batalyon A Pelopor melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Jembatan Semanggi.
Selain itu, kendaraan AWC Mako Sat Brimob Polda Metro Jaya juga digunakan untuk menangani sejumlah ruas jalan lain. Di antaranya Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Senen Raya, Jalan Taman Pejambon, Jalan MI Ridwan Rais hingga Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun.
Penanganan juga dilakukan di wilayah Jakarta Timur. Batalyon B Pelopor membersihkan sejumlah ruas yang dilaporkan terdampak abu, termasuk kawasan Jalan Layur, Makam Jaya Karta, Jalan Pemuda menuju Mall Arion hingga jalur menuju Bypass Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Sementara itu, Batalyon C Pelopor mengerahkan dua unit AWC untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas wilayah Tangerang Selatan. Beberapa lokasi yang ditangani antara lain Jalan RE Martadinata, Jalan Otista Raya dan Jalan Dewi Sartika.
Di wilayah Kabupaten Bekasi, Batalyon D Pelopor melakukan penanganan di kawasan Jalan Raya Deltamas Boulevard, Cikarang Pusat. Penyemprotan dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi endapan abu di permukaan jalan.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan personel terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi. Penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan di masing-masing lokasi.
Selain melakukan penyemprotan jalan, personel Brimob juga membagikan masker kepada masyarakat. Edukasi diberikan agar warga lebih memperhatikan kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan selama abu vulkanik masih berpotensi menyebar.
Penggunaan air untuk membasahi jalan juga bertujuan mencegah endapan abu mudah kembali terangkat ke udara. Kondisi tersebut penting diperhatikan terutama di ruas jalan dengan lalu lintas kendaraan yang cukup padat.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga diminta menggunakan masker ketika berada di luar rumah serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Para pengendara juga diharapkan lebih berhati-hati ketika melintasi ruas jalan yang terdampak abu vulkanik. Kondisi jalan dan jarak pandang perlu diperhatikan agar aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman.
Penanganan abu vulkanik ini akan terus dilakukan sesuai perkembangan di lapangan. Polda Metro Jaya memastikan personel tetap disiagakan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat mengurangi dampak abu vulkanik terhadap aktivitas sehari-hari. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan sumber resmi sebagai rujukan utama.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar