Polisi Temukan Sejumlah Obat di Kamar Kos Pria yang Meninggal di Kebon Jeruk, Penyebab Kematian Masih Diselidiki
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Temukan Sejumlah Obat di Kamar Kos Pria yang Meninggal di Kebon Jeruk, Penyebab Kematian Masih Diselidiki
JAKARTA – Kepolisian masih mendalami penyebab meninggalnya seorang pria berinisial MF (24) yang ditemukan di kamar indekosnya di kawasan Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam pemeriksaan lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang berupa botol berisi produk yang diduga berkaitan dengan obat-obatan. Namun, hingga Selasa, 13 Oktober 2026, polisi belum memastikan apakah barang-barang tersebut memiliki hubungan dengan penyebab kematian korban.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menjelaskan bahwa petugas menemukan tiga botol produk di kamar indekos tersebut. Barang-barang itu terdiri atas satu botol yang disebut sebagai ChLorofrm Lem Aclyric, satu botol Super Rush, dan satu botol Vanessa Co. Seluruh temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan kepolisian untuk mengungkap keadaan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Nasriadi menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal oleh Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, hasil pemeriksaan tersebut belum cukup untuk menentukan penyebab pasti kematian MF. Polisi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memperoleh kejelasan mengenai peristiwa tersebut.
MF ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa itu bermula ketika kakak kandung korban, Fani, memesan makanan untuk diantarkan ke tempat indekos adiknya. Selain mengirimkan makanan, Fani juga meminta pengantar makanan memastikan kondisi MF karena sebelumnya korban sempat mengeluhkan sakit dan kemudian sulit dihubungi.
Karena khawatir terhadap keadaan adiknya, Fani memanfaatkan layanan pengantaran makanan untuk meminta bantuan pengecekan secara langsung. Pengantar makanan bernama Haidir Muhammad kemudian menuju alamat indekos korban. Setibanya di lokasi, Haidir belum mengetahui kamar yang ditempati MF sehingga ia menghubungi Fani melalui panggilan video untuk memastikan lokasi yang dituju.
Haidir kemudian meminta bantuan penjaga indekos bernama Nila untuk mengantarkan pesanan makanan ke kamar korban. Keduanya mendatangi kamar MF dan mengetuk pintu, tetapi tidak mendapatkan jawaban. Kondisi pintu yang terkunci membuat mereka tidak dapat segera memastikan keadaan orang yang berada di dalam kamar tersebut.
Upaya membuka pintu menggunakan kunci cadangan juga tidak berhasil karena terdapat kunci yang masih tertancap dari bagian dalam. Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut, penjaga indekos dan kakak korban menyetujui pembukaan pintu secara paksa agar keadaan MF dapat diketahui. Keputusan itu diambil karena korban telah beberapa waktu sulit dihubungi dan tidak merespons panggilan dari luar kamar.
Setelah pintu berhasil dibuka, MF ditemukan dalam posisi terlentang dan terbungkus kain berwarna hitam menyerupai kantong tidur atau *sleeping bag*. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi guna mengumpulkan informasi dan barang yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
Polisi selanjutnya membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan terhadap tubuh korban menjadi bagian dari upaya mengetahui kondisi yang menyebabkan kematian. Sementara itu, barang-barang yang ditemukan di kamar indekos turut menjadi perhatian penyidik untuk diperiksa keterkaitannya dengan perkara tersebut.
Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu sebelumnya menyampaikan bahwa hasil visum di Rumah Sakit Polri tidak menunjukkan adanya kekerasan yang menyebabkan kematian. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih diperlukan, termasuk pemeriksaan di laboratorium untuk membantu mengungkap penyebab kematian secara lebih pasti.
Keterangan dari pihak keluarga juga menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan. Sebelum ditemukan meninggal dunia, MF diketahui sempat berkomunikasi dengan keluarganya, tetapi kemudian tidak dapat dihubungi. Kondisi tersebut mendorong keluarga meminta bantuan untuk memeriksa keberadaan dan keadaan korban di tempat indekosnya.
Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan kepolisian, belum ada kesimpulan resmi mengenai hubungan antara produk yang ditemukan di kamar dengan kematian MF. Keberadaan barang-barang tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkan penyebab kematian tanpa didukung hasil pemeriksaan yang memadai. Polisi masih mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk menyusun gambaran peristiwa secara menyeluruh.
Kepolisian diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis, analisis barang bukti, serta keterangan yang relevan. Penetapan kesimpulan perlu menunggu hasil penyelidikan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan dugaan yang belum terbukti.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar